Sabtu, 29 Agustus 2009

Fashion Wanita Yang Membahayakan Kesehatan

Fashion Wanita Yang Membahayakan Kesehatan
Entah kenapa, kata modis selalu dihubungkan dengan wanita. Mungkin karena wanita selalu berusaha untuk mengikuti tren mode atau fashion terkini. Baik itu dari pakaian wanita, model sepatu, model tas, ataupun aksesoris lainnya.

Namun dalam memilih pakaian ataupun fashion, wanita sering mengesampingkan kenyamanan bahkan kadang membahayakan bagi kesehatan tubuh. Memang tampil modis merupakan suatu kebutuhan dari setiap wanita, namun modis yang membahyakan kesehatan tidak dapat dibenarkan.

Berikut beberapa fashion yang digunakan oleh wanita yang dapat membahayakan kesehatan :

1. Memakai Hak Sepatu Terlalu Tinggi

Memakai sepatu yang memiliki hak yang terlalu tinggi dapat menyebabkan luka lecet pada jari kaki, terutama untuk kebanyakan wanita yang menggunakannya untuk pertama kali. Namun bukan berarti bagi wanita yang sudah terbiasa menggunakan sepatu dengan hak tinggi akan luput dari resiko. Penggunaan sepatu dengan hak tinggi yang terlalu sering dapat menyebabkan tekanan yang besar pada jari kaki dan tidak setimbang. Hal ini jika dilakukan terlalu sering dapat menyebabkan gangguan kesehatan seperti saraf yang terjepit terutama disekitar jari kaki, keseleo, bahkan jika sudah parah akan menyebabkan tulang bergeser.

Penggunaan sepatu hak tinggi sebenarnya tidak dilarang, asal menggunakannya jangan terlalu sering dan sewajarnya. Namun jika memungkinkan sebaiknya menggunakan sepatu dengan ketinggian antara lima sampai dengan tujuh centimeter aja. Selain itu jika memakai sepatu dengan hak tinggi, usahakan memilih sepatu dengan bagian ujung sepatu (ujung jari) yang terbuka, sehingga jari-jari kaki tidak terlalu terkekang akibat adanya tekanan berat badan.

2. Menggunakan Tas Yang Terlalu Besar

Memakai tas dengan ukuran yang besar sempat menjadi tren beberapa tahun yang lalu hingga sekarang baik di dunia barat maupun di dunia timur, termasuk Indonesia. Fashion dengan memakai tas yang besar memberi kesan bahwa wanita tersebut adalah wanita aktif, professional dan memilki karir yang cemerlang.

Disain tas dengan memiliki ukuran yang relatif besar, memungkinkan wanita untuk mengisinya dengan beban diatas rata-rata. Hal ini tentunya akan membuat otot tulang bagian atas akan menjadi nyeri, kaku, sakit punggung, sakit kepala yang disebabkan peredaran darah yang terganggu, dan pertumbuhan tulang tidak normal (terutama bagi remaja akan mempengaruhi pertumbuhan tulang). Mengikuti perkembangan fashion dengan pemakaian tas dengan ukuran yang besar tidak ada salahnya jika dilakukan dengan benar. Jika bersikeras tetap menggunakan tas dengan ukuran yang besar, yang perlu kalian ingat adalah jangan tergoda untuk memasukkan barang atau benda-benda lainnya hingga mencapai berat diatas rata-rata. Walaupun mempunyai ukuran besar, usahakan untuk mengisinya dengan kapasitas yang normal dan disesuaikan dengan ukuran badan kalian.

3. Model Anting Yang Besar

Pemakaian anting yang besar dan diikuti dengan mengenakan gaun yang cocok akan membuat penampilan seorang wanita nampak menjadi lebih feminim. Namun ini juga salah satu jenis fashion yang dapat membahayakan tubuh jika tidak dilakukan dengan benar.

Sedikit tips, jika terpaksa harus menggunakan anting dengan ukuran yang besar maka usahakan untuk memakainya hanya dalam beberapa jam saja. Kemudian usahakan untuk tidak memakai anting yang besar dengan penambahan aksesoris seperti batu perhiasan yang dapat menambah nilai berat dari anting. Saat sedang memakai anting dengan ukuran yang besar usahakan agar menjauhi anak kecil yang memiliki kebiasaan jelek, yaitu menarik benda asing yang didekatnya.

Baca SelengkapnyaFashion Wanita Yang Membahayakan Kesehatan
loading...

Kamis, 06 Agustus 2009

Keuntungan Minum Kopi

Kopi
Berita gembira buat para peminum kopi. Berdasar penelitian, kopi bukan makanan / minuman yang memiliki banyak resiko memperburuk kesehatan. Bahkan dalam beberapa keadaan, kopi memberikan keuntungan bagi kesehatan. Karena kopi mampu mencegah diabetes, kanker hati, cirrhosis, dan Sindrom Parkinson's.

Selama ini, banyak peneliti / ilmuwan yang tidak bisa membedakan antara efek samping kopi dengan efek samping rokok, karena kebanyakan dari para peminum kopi adalah perokok.

Rob van Dam, ilmuwan dan ahli epidemiologi dari Harvard School of Public Health, mengatakan "Selama ini kopi dianggap sebagai minuman yang sangat tidak sehat, namun sekarang kami memiliki pandangan yang lebih seimbang terhadap kopi. Kami tidak mengatakan kopi adalah minuman kesehatan, namun kopi adalah salah satu pilihan minuman yang baik."

Dalam pandangan umum, kopi selalu berhubungan dengan kafein atau sebaliknya. Menurut Terry Graham, ilmuwan dari University of Guelph in Ontario - Canada, kopi sangat berbeda dengan kafein. Menurutnya, kopi adalah minuman kompleks yang terdiri dari ratusan kandungan dan kafein adalah salah satunya yang kadarnya hanya 2%, sedangkan 98% adalah bahan lainnya.

Kafein tidak hanya terkandung di dalam kopi, tapi juga terkandung di dalam teh, minuman bersoda dan beberapa obat. Kafein bisa menyebabkan gelisah dan cemas, dan pada sebagian orang bisa memicu insomnia. Beberapa data pada wanita hamil bisa menyebabkan keguguran. Rob van Dam mengatakan dalam jumlah 200 mg / hari (1 cangkir kopi / hari) masih aman untuk wanita hamil. Pada penderita hipertensi, kafein dalam dosis yang besar bisa meningkatkan tekanan darah karena kafein mempersempit pembuluh darah.

Pada kenyataannya, satu cangkir kopi per hari tidak memberikan banyak pengaruh pada tekanan darah. Karena kafein yang terkandung dalam kopi tidak sebanyak kafein yang terdapat pada minuman bersoda (cola) dan pada kopi terdapat banyak kandungan lain yang mempunyai efek berlawanan dengan kafein. Atau bisa dikatakan banyak kandungan lain pada kopi yang meredam efek yang merugikan dari kafein. Namun, disini kita tidak membicarakan dalam dosis yang besar, karena mengkonsumsi sesuatu yang berlebihan tentu tidak baik, termasuk mengkonsumsi kopi. Meskipun sekarang ada jenis 'kopi saring', yang banyak mendapatkan perhatian di dunia kesehatan.

Diabetes

20 penelitian di dunia tentang kopi, baik kopi murni maupun yang non-kafein, mampu menurunkan tingkat resiko Diabetes Type 2. Para peneliti mengatakan, chlorogenic acid, salah satu kandungan yang terdapat pada kopi mampu memperlambat penyerapan glukosa dalam usus. Chlorogenic acid juga menstimulasi GLP-1, bahan aktif yang mampu meningkatkan produksi hormon insulin. Kandungan lain, trigonelin dan prekursor vitamin B3 membantu memperlambat absorbsi glukosa.

Penyakit Jantung dan Stroke

Penelitian terbaru memperkirakan, frekuensi konsumsi kopi tidak mempengaruhi tingkat resiko kedua keadaan tersebut. Bahkan, kopi mungkin sedikit menurunkan resiko stroke. Penelitian yang dipublikasikan di bulan Maret pada jurnal Circulation menunjukkan data pada lebih dari 83000 wanita diatas usia 24 tahun yang mengkonsumsi kopi 2 sampai 3 cangkir per hari, menurunkan resiko stroke sebesar 19% daripada wanita yang tidak minum kopi. Penelitian di Finlandia memperoleh hasil yang serupa pada pria.

Untuk penyakit kardiovaskular yang lain, tidak ada data yang mengatakan kopi mampu menurunkan tingkat resiko. Namun juga tidak ada data yang mengatakan kopi meningkatkan resiko, bahkan sampai konsumsi 6 cangkir per hari.

Kanker

Tidak ada data yang mengatakan kopi mampu menurunkan tingkat resiko penyakit kanker, kecuali kanker hati. Secara konsisten, peneliti mendapatkan hasil bahwa konsumsi kopi mampu menurunkan tingkat resiko kanker hati. Dan beberapa penelitian menunjukkan bahwa kopi mampu menurunkan tingkat resiko kanker usus besar, meskipun dengan bukti yang masih lemah.

Cirrhosis

Berdasar data, kopi mungkin mampu melindungi hati (liver) dari cirrhosis, terutama yang disebabkan oleh alkohol. Masih belum jelas, kafein atau kandungan lain yang memberikan perlindungan terhadap hati.

Sindrom Parkinson's

Pada penyakit neurologis ini, yang memberi keuntungan adalah kafein, dan belum diketahui kenapa kafein mampu melindungi. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa peminum kopi terutama pria, memiliki resiko Sindrom Parkinson's lebih rendah 50% dibandingkan dengan yang bukan peminum kopi. Pada wanita juga menunjukkan hasil serupa, tetapi hanya untuk yang tidak menggunakan hormon post-menopause. Menurut Dr. Alberto Ascherio, ahli epidemiologi dan nutrisi di Harvard School of Public Health, dibutuhkan secangkir kopi atau sekitar 150 miligram per hari untuk mengurangi resiko Sindrom Parkinson's.

Performa Atlit

Sudah sangat jelas pada banyak penelitian, bahwa kafein merupakan ergogenic agent, yaitu bahan yang mampu meningkatkan kinerja otot. Kafein bekerja dengan melepas glukosa pada otot sehingga mampu meningkatkan performa atlit baik pada olahraga cepat ataupun olahraga lambat. Bahkan kafein merupakan salah satu kandungan yang dalam pengawasan International Olympic Committee.

Himbauan

Jika memungkinkan konsumsi 'kopi saring'; lebih banyak terdapat di Amerika Serikat, yang menurut dunia kesehatan lebih baik daripada kopi biasa. Karena pada proses penyaringan, mampu menghilangkan cafestol; bahan yang meningkatkan LDL (kolesterol jahat).

Meskipun berita diatas sedikit menggembirakan bagi peminum kopi, perlu dipertimbangkan kondisi tubuh untuk memutuskan harus berhenti minum kopi atau menambah jumlah kopi yg dikonsumsi.

Berita Hangat dan Pendapat Penulis :

Penyebab utama kematian Mbah Surip bukan karena terlalu banyak minum kopi, tetapi terlalu banyak merokok.

Baca SelengkapnyaKeuntungan Minum Kopi
loading...

Selasa, 04 Agustus 2009

5 Kebiasaan Yang Perlu Diubah Agar Kulit Tetap Cantik

Tahukah Anda, bahwa kerutan, kantung mata, dan kulit kemerahan tak hanya disebabkan oleh matahari atau genetik? Hal-hal kecil yang Anda lakukan setiap harinya bisa jadi penyebab itu semua. Untuk mendapatkan kulit yang cantik dan bagus, mungkin hanya perlu mengubah kegiatan-kegiatan kecil sehari-hari Anda saja.

Berikut tips yang diberikan oleh Mary P. Lupo, MD, dermatologis dari New Orleans, Amerika:

1. Kebiasaan mengeksfoliasi kulit wajah dengan butiran-butiran (scrubs)
dari bahan-bahan yang keras bisa merusak kulit. Terkadang ada beberapa produsen produk kecantikan memiliki eksfoliator dari benda-benda seperti kerang yang dihaluskan, kacang, atau biji-bijian. Sayangnya, benda-benda tersebut terkadang masih memiliki sudut-sudut yang tajam, dan tak jarang melukai kulit.

Sebaiknya ganti dengan scrub yang kecil dan bundar. David Bank, MD, dermatologis dari Mt. Kisco, New York mengatakan, jika Anda memiliki kulit wajah yang sensitif, coba gunakan eksfoliator dari baking soda. Cukup campurkan baking soda secukupnya dengan air hingga menjadi pasta. Lalu, gunakan sebagai scr
ub.

2. Kebiasaan mandi atau berendam dengan air hangat/panas terlalu lama bisa mengikis kulit. Terlalu lama mandi dengan air panas bisa membuat lapisan lipid (pengikat sel kulit yang membuatnya tetap lembab) jadi terkikis. Memang, beberapa jam kemudian lipid akan terbentuk kembali, namun selama proses tersebut, kelembaban tubuh terhilang dalam jumlah yang cukup banyak. Belum lagi jika air memiliki kandungan klorin yang bisa membuat kulit kering dan teriritasi. Jika memang harus mandi dengan air panas, usahakan tak lebih dari 10 menit, demi menjaga agar kulit tetap segar dan lembab.

3. Cek rutin ke dokter mata. Gerakan otot yang berulang, seperti mengernyit, bisa menyebabkan kerutan atau garis halus sementara (di antara alis dan di bagian luar mata) menjadi permanen. Kebanyakan wanita tak menyadari bahwa mereka harus memeriksakan mata mereka secara rutin, setidaknya dua tahun sekali. Apalagi ketika mereka mulai menyadari bahwa mereka mengalami kesulitan penglihatan, tanpa sadar kita akan mengernyit, hingga menghasilkan kerutan. Entah Anda mulai merasa ada yang salah dengan penglihatan atau tidak, mata Anda sebaiknya rutin diperiksa. Jangan malu pula untuk mengenakan kacamata hitam ketika berada di luar ruangan di siang hari. Selain untuk menghindari kerutan, juga untuk mencegah katarak yang bisa terjadi akibat terkena paparan sinar matahari langsung dan sering.

4. Kebiasaan menata rambut usai mencuci wajah di pagi hari? Sebaiknya ubah kebiasaan ini. Mengapa? Karena secara tak disadari, produk-produk penata rambut bisa tersangkut di anak-anak rambut, yang ada di sekitar wajah. Ujung-ujungnya, akan ada jerawat-jerawat di sekitar anak rambut dan pori-pori tersumbat akibat produk-produk penata rambut. Langkah yang sebaiknya dilakukan adalah, jika Anda sudah keramas di malam hari, tatalah rambut di pagi hari. Lakukan penataan rambut dulu, lalu bersihkan wajah Anda. Jika hal ini merepotkan, Anda bisa membersihkan wajah usai penataan rambut dengan tisu basah khusus wajah atau untuk bayi sebelum menggunakan make-up.

5. Tidur menyamping. Jika Anda seperti kebanyakan orang yang terbangun karena alarm, tapi tak langsung beraktivitas, kemungkinan terbesar Anda masih menempelkan wajah di bantal sebentar. Gravitasi bisa menyebabkan cairan mengumpul di bagian bawah mata, menyebabkan bawah mata bengkak. Ketika ini terjadi setiap hari, maka akan terjadi kantung mata.

Mereka yang tidur menyamping juga cenderung memiliki kerutan. Garis-garis akibat seprai yang tertinggal di wajah, jika terjadi setiap hari akan menjadi permanen. Karena lipatan atau kerutan yang terjadi setiap hari dan terus-menerus menyebabkan kolagen rusak. Ada baiknya Anda mencoba melatih diri untuk tidur telentang. Boleh coba dengan tidur menggunakan bantal travel yang bentuknya mirip tapal kuda. Atau, letakkan bantal kecil di bagian bawah lutut. Ini akan memberikan tulang punggung Anda sokongan netral dan membuat Anda tak ingin membalikkan tubuh. Para ahli juga merekomendasikan untuk mengganti seprai dengan seprai sutera yang jarang menggumpal, sehingga tak akan meninggalkan guratan pada wajah.

Sumber ; Kompas.Com


Baca Selengkapnya5 Kebiasaan Yang Perlu Diubah Agar Kulit Tetap Cantik
loading...

Minggu, 02 Agustus 2009

Penyakit Jantung Koroner Penyebab Serangan Jantung

Penyakit Jantung Koroner Penyebab Serangan Jantung
Penyakit jantung dapat mempengaruhi semua bagian dari organ jantung. Tetapi, penyakit yang paling umum pada jantung adalah penyakit kronis pada arteria koroner yang disebut aterosklerosis. Karena itu, sakit jantung yang umum dikenal dan paling banyak diderita adalah penyakit jantung koroner atau penyakit arteria koroner. Penyakit ini paling sering menyebabkan serangan jantung pada seseorang yang bisa menyebabkan kematian. Penyebabnya adalah penyempitan dan penyumbatan pada pembuluh darah koroner, dimana pembuluh ini berfungsi untuk mensuplai darah ke otot jantung. Penyempitan disebabkan oleh tumpukan kolesterol atau protein lain yang berasal dari makanan yang masuk dalam tubuh. Penumpukan ini juga menyebabkan pembuluh darah koroner menjadi kaku, atau disebut sebagai aterosklerosis.

Aterosklerosis terjadi jika terjadi penumpukan plak atau timbunan lemak pada dinding-dinding arteri. Selang beberapa waktu, plak dapat menumpuk, mengeras dan mempersempit arteri, dan menghambat aliran darah ke jantung. Penyakit arteria koroner atau coronary artery disease (CAD) inilah yang pada dasarnya menuntun kepada sebagian besar serangan jantung.

Penyumbatan dalam satu arteri koroner atau lebih, dapat menimbulkan serangan jantung secara tiba-tiba. Penyebabnya karena jantung meminta oksigen melebihi yang tersedia sehingga memicu serangan jantung. Apabila otot jantung tidak menerima oksigen untuk waktu yang cukup lama, jaringan di sekitarnya akan menjadi rusak. Tidak seperti jaringan yang lain, otot jantung tidak mengalami regenerasi. Semakin lama serangannya, semakin banyak kerusakan pada jantung dan semakin besar kemungkinan mengalami serangan jantung bahkan bisa meninggal.

Bahkan dalam arteri yang tidak terlalu sempit karena timbungan plak dan lemak, timbunan plak dapat pecah dan membentuk kerak darah atau trombus. Selain itu, arteri yang berplak cenderung mengalami kontraksi otot secara mendadak. Sehingga, sekeping kerak darah dapat terbentuk di tempat kontraksi, melepaskan zat kimia yang kemudian mengakibatkan dinding arteri menyempit, memicu sebuah serangan jantung.

Jika sistem kerja dari jantung rusak, irama normal jantung dapat menjadi kacau dan jantung mulai berdetak dengan tidak menentu atau mengalami fibrilasi. Irama tidak normal ini disebut sebagai aritmia yaitu penyimpangan dari irama jantung normal. Hal ini akan menyebabkan jantung kehilangan kemampuan untuk memompa darah dengan efektif ke otak. Dalam waktu sepuluh menit, otak mati dan si pasien pun tidak tertolong lagi.

Selain penyakit jantung koroner yang disebabkan karena penumpukan lemak di dinding arteri, ada juga penyakit jantung lainnya yang disebabkan kelainan semenjak lahir. Misalnya pembentukan jantung yang tidak sempurna, kelainan katup jantung, melemahnya otot jantung. Penyebab lain adalah bakteri yang menyebabkan infeksi pada jantung.

Baca SelengkapnyaPenyakit Jantung Koroner Penyebab Serangan Jantung
loading...

Posting Terbaru