Selasa, 30 November 2010

Nyeri Payudara saat Menyusui (Mastitis)

Nyeri Payudara
Nyeri payudara atau mastitis adalah suatu infeksi yang terjadi pada jaringan payudara, sehingga mengakibatkan payudara menjadi bengkak, berwarna merah & terasa nyeri. Kadangkala dapat juga timbul demam. Biasanya mastitis ini dialami oleh ibu yang menyusui, meskipun dapat juga dialami bukan pada saat menyusui (jarang terjadi). Diperkirakan mastitis ini dapat dialami oleh 1 dari 10 orang ibu menyusui.

Pada kebanyakan kasus, mastitis atau nyeri payudara karena menyusui biasanya terjadi pada masa 3 bulan pertama setelah melahirkan. Kondisi ini dapat menyebabkan ibu menjadi mudah lelah & kesulitan untuk merawat sang bayi. Terkadang, karena mastitis ini juga dapat membuat si ibu berhenti memberikan ASI pada sang bayi, walaupun tidak menghendakinya. Tetapi sebenarnya ibu yang mengalami nyeri payudara atau mastitis masih dapat tetap memberikan ASI kepada bayinya.

Mastitis biasanya disebabkan karena adanya milk stasis, yaitu dimana ASI masuk kedalam jaringan payudara karena tidak dikeluarkan. Hal ini dapat terjadi ketika bayi tidak mengosongkan ASI ketika meyusui, yang dapat disebabkan karena proses menyusui yang kurang tepat.

Selain hal tersebut, ada juga beberapa hal yang dapat menyebabkan terjadinya mastitis seperti yang medicastore ambil dari babycentre.co.uk, berikut ini:
  • Ukuran payudara yang bertambah besar & tidak kembali ke ukuran normal.
  • Jadwal menyusui yang terlalu ketat.
  • Adanya luka pada payudara.
Kadangkala, mastitis dapat memburuk & menjadi infective mastitis. Hal ini dapat terjadi apabila mempunyai puting payudara yang luka/retak, sehingga infeksi dapat masuk kedalam jaringan lymphatic system didalam payudara.

Berikut adalah gejala mastitis, yang medicastore ambil dari babycentre.co.uk:
  • Payudara berwarna kemerahan.
  • Payudara terasa keras.
  • Nyeri atau sakit pada payudara.
  • Payudara terasa panas.
  • Bengkak pada payudara.
Dapat juga terasa seperti adanya gumpalan pada payudara, yang sering disebut sebagai kelenjar susu yang tersumbat. Tetapi hal tersebut bukan karena adanya sumbatan, tetapi karena ada ASI yang masuk kedalam jaringan payudara, bukannya ke dalam kelenjar susu.

Selain gejala tersebut diatas, biasanya wanita yang mengalami mastitis juga akan merasakan:
  • Kedinginan.
  • Sakit kepala.
  • Suhu tubuh > 38,5°C.
  • Mudah lelah.

Penanganan Nyeri Payudara
Mengalami mastitis dapat menyiksa, tetapi dengan istirahat yang cukup & penanganan yang tepat, hal tersebut dapat segera diatasi. Sayangnya, mastitis dapat dialami oleh ibu menyusui lebih dari sekali, meskipun jarang terjadi untuk dialami oleh kedua payudara secara bersamaan.

Berikut adalalah penanganan mastitis, yang medicastore ambil dari webmd.com:
  • Antibiotik dapat mengatasi mastitis. Jika dokter meresepkan antibiotik, minumlah sesuai anjuran, jangan dihentikan hanya karena merasa sudah lebih baik. Antibiotik yang dipilih tidak akan merugikan sang bayi.
  • Untuk membuat lebih baik, sebaiknya istirahat yang cukup, minum banyak cairan & gunakan kompres hangat atau dingin pada payudara yang sakit.
  • Sebelum menyusui sang bayi, kompreskan handuk hangat pada payudara yang mengalami mastitis selama 15 menit. Lakukan ini setidaknya 3 kali sehari karena hal tersebut dapat melancarkan aliran ASI didalam payudara. Melakukan pemijatan pada payudara yang mengalami mastitis juga dapat melancarkan aliran ASI.
  • Untuk meredakan rasa nyeri dapat mengkonsumsi parasetamol, serta ibuprofen untuk mengurangi peradangan pada payudara.
  • Payudara yang mengalami mastitis, masih aman untuk memberikan ASI kepada sang bayi & hal tersebut juga dapat membantu meredakan mastitis. Jika menyusui dengan payudara yang mengalami mastitis dirasakan terlalu menyakitkan, maka bisa didahulu oleh payudara yang sehat. Kemudian ketika ASI sudah mengalir, maka bisa dilakukan dengan payudara yang mengalami mastitis. Jika puting payudara luka atau lecet, sehingga tidak bisa untuk menyusui, gunakanlah pompa susu untuk memompa ASI dari payudara tersebut.
  • Bila mengalami mastitis, sebaiknya segera ditangani. Menunda penanganan mastitis dapat menyebabkan terjadinya abses pada payudara, yang lebih sulit untuk ditangani.

Mencegah Nyeri Payudara
Berikut adalah beberapa hal yang dapat dilakukan untuk mencegah terjadinya mastitis, yang medicastore ambil dari mayoclinic.com:
  • Minimalkan kemungkinan untuk mengalami mastitis dengan mengosongkan ASI pada payudara saat menyusui. Biarkan sang bayi menghabiskan ASI pada satu payudara sebelum berpindah ke payudara yang lainnya saat menyusui. Jika bayi hanya menyusui beberapa menit (atau tidak sama sekali) pada payudara yang kedua, maka mulailah pada payudara tersebut pada saat waktu menyusui berikutnya.
  • Berikan payudara secara bergantian pada saat menyusui pertama & gantilah posisi menyusui setiap kali hendak memberikan ASI. Pastikan bayi menghisap dengan benar selama proses menyusui. Kemudian jangan jadikan payudara sebagai pacifier untuk bayi, hal ini karena bayi senang menghisap & sering merasa nyaman untuk menghisap payudara meskipun tidak merasa lapar.
  • Untuk mendapatkan hubungan menyusui yang tepat dengan bayi & untuk menghindari terjadinya mastitis, dapat juga berkonsultasi dengan konsultan menyusui. Biasanya mereka adalah perawat yang mempunyai spesialisasi membantu wanita mengenai masalah menyusui. Dengan merubah posisi pada saat menyusui & memastikan bayi menyusui dengan benar dapat membuat menyusui menjadi efektif & juga mencegah terjadinya mastitis.
Ayo, Kita Sukseskan Pemberian ASI Eksklusif untuk 6 Bulan Pertama Usia Bayi !

Sumber :
  1. www.mayoclinic.com
  2. www.babycentre.co.uk
  3. www.webmd.com
Baca SelengkapnyaNyeri Payudara saat Menyusui (Mastitis)
loading...

Sabtu, 27 November 2010

Urin Berdarah (Hematuria)

Urin Berdarah (Hematuria)DEFINISI
Urin berdarah atau hematuria adalah penyakit yang timbul karena adanya kebocoron ginjal sehingga sel-sel darah bercampur dengan urin.


PENYEBAB
Kebocoran pada ginjal dapat disebabkan oleh beberapa masalah diantaranya infeksi saluran kemih karena terlalu kuat pada saat buang air kecil, infeksi ginjal, menderita batu ginjal, pembesaran prostad, sakit ginjal atau bekerja yang terlalu keras.

Ada beberapa faktor lain yang menyebakan seseorang berpotensi memilki sel darah merah dalam urin. Tingkat usia mempengaruhi melebarnya prostad sehingga Orang dewasa diatas 50 tahun beresiko lebih besar. Faktor keturunan sejauh ini juga ditenggarai sebagai salah satu faktor penyebanya. Secara tidak sadar hubungan seks berpeluang menimbulkan infeksi saluran kemih, tidak terkecuali wanita ataupun laki-laki. Bekerja terlalu keras juga rentan terhadap penyakit urin berdarah.


GEJALA
Bercampurnya darah dalam urin ada yang bisa dilihat secara kasat mata, adapula yang membutuhkan mikroskopis hematuria (di bawah mikroskop). Tanda yang terlihat yaitu urin berwarna merah muda, merah ataupun berwarna cola. Ada sel-sel darah yang ikut keluar melalui urin dan berpotensi menimbulkan sakit.


PENGOBATAN
Pengobatan secara medis akan lebih efektif bila masalahnya cukup parah. Biasanya diberikan obat-obatan seperti aspirin dan non-steroid anti inflamasi yang dapat menghilangkan rasa sakit. Hindari obat antibiotik seperti penisilin yang berisiko meningkatkan pendarahan pada saluran kencing.

Pencegahan sesuai dengan masalah yang di derita dapat mmbantu proses penyembuhan. Namun ada baiknya dilakukan pemeriksaan lebih lanjut untuk mengetahui lebih jelas apakah menderita kencing berdarah atau tidak dan apa saja penyebabnya.
Baca SelengkapnyaUrin Berdarah (Hematuria)
loading...

Posting Terbaru