Jumat, 09 Mei 2014

5 Festival Paling Jorok Di Dunia

5 Festival Paling Jorok Di Dunia - Festival identik dengan kemeriahan, dandanan yang meriah dan suasana sukacita. Tak heran, festival menjadi salah satu daya tarik wisatawan dari berbagai penjuru dunia. Sebut saja, festival Rio De Janeiro dengan Samba Festival atau dari dalam negeri yaitu Jember Fashion Carnival yang sudah mendunia.

Tetapi tahukah Anda, tidak semua festival identik dengan pakaian yang spektakuler? Beberapa festival di dunia justru terkenal karena tradisi uniknya yang justru mengesankan sekaligus, ehm, lengket dan jorok.

Apakah Anda tertarik bergabung dalam festival lempar tomat di Spanyol atau festival lumpur di Korea Selatan? Dilansir dari whenonearth.net, berikut 5 Festival Paling Jorok Di Dunia :


Festival Lumpur


Festival Paling Jorok



Jika Anda menyukai perawatan spa berupa mandi lumpur, Anda bisa datang ke festival ini. Boryeong Mud Festival adalah sebuah festival di Korea Selatan yang dimeriahkan oleh lumpur dari seluruh penjuru Korea. Festival yang cukup lengket ini diadakan setiap bulan Juli setiap tahunnya.

Jalanan di seluruh kota dipenuhi jutaan wisatawan, baik lokal maupun mancanegara. Mereka berguling, saling melempar bola lumpur bahkan berenang di lautan lumpur berwarna abu-abu. Festival ini menjanjikan kulit yang halus dan mulus, lho. Hihihi. Bagi Anda yang merencanakan liburan ke Korea pada bulan Juli, Anda dapat menghadiri festival ini.


Festival Krim Kue


Festival Paling Jorok


Biasanya krim kue dapat kita temui di dapur. Tetapi festival di Spanyol ini akan memanjakan lidah Anda dengan limpahan krim tart yang lezat. Bahkan, tak hanya lidah Anda, seluruh tubuh Anda akan dihujani krim kue karena festival Vilanova i la Geltru's Carnival ini memang dikenal sebagai festival perang krim kue dan meringue.

Tradisi ini awalnya terinspirasi dari permainan anak-anak. Namun, rupanya orang dewasa tak dapat menahan diri mereka melihat betapa serunya saling melempar krim kue ke orang lain. Hal yang paling menyenangkan adalah: festival ini diadakan sepanjang hari hingga malam! Anda tak perlu membeli hidangan pencuci mulut, deh.


Festival Lempar Tomat


Festival Paling Jorok


Siapa yang tak menyukai jus tomat dingin segar di siang yang panas? Tomat memang buah yang kaya manfaat. Buah ini pun mudah ditemui. Saking melimpahnya di seluruh penjuru dunia, sebuah kota kecil bernama Bunol di Spanyol menjadikannya sebuah festival bernama La Tomatina.

Festival ini dihadiri sekitar 20.000 orang tiap tahun dengan perang saling melempar buah dan sayuran secara meriah. Acaranya ini menjadi perang makanan terbesar di seluruh dunia, lho. Sekitar 150.000 truk tomat didatangkan sebagai amunisi festival ini. Jika Anda ingin melihat seluruh kota bermandikan warna merah tomat, datanglah ke Spanyol tiap hari Rabu minggu terakhir di bulan Agustus tiap tahunnya.


Festival Mandi Minyak Dan Cat


Festival Paling Jorok


Apa reaksi Anda jika seseorang mengguyurkan cat hitam dan minyak ke tubuh Anda? Marah? Tetapi di festival ini, Anda tak boleh marah, lho. Aturan main dalam festival bernama Feria de Cascamorras ini memang unik. Ratusan orang saling mengguyurkan minyak dan cat hitam ke tubuh temannya. Wah, pasti lengket sekali!

Festival unik ini diadakan di kota Baza di Andalucia, Spanyol. Festival ini memiliki kepercayaan bahwa mereka harus menyerang Cascamorras, makhluk yang bermaksud untuk mencuri patung Bunda Maria yang ada di sana. Seluruh kota bergulat dengan 'pelaku', menuangkan cat ke tubuhnya dan melemparkannya ke udara. Festival yang licin dan lengket ini diadakan setiap 6 September tiap tahunnya dan telah dilakukan selama 500 tahun terakhir.


Festival Lempar Tikus


Festival Paling Jorok


Jika Anda melihat pada halaman sebelumnya, festival-festival yang lengket dan cukup jorok, tetapi festival ini lebih jorok lagi. Sebuah kota kecil di Spanyol bernama El Pluig mengadakan festival dimana para peserta harus melemparkan tikus mati kepada yang lain.

Awalnya, festival ini adalah perang makanan biasa. Tetapi karena seringkali makanan yang disiapkan menarik tikus-tikus untuk datang, akhirnya tikus yang menjadi sasaran perang mereka. Pihak berwenang sebetulnya telah melarang festival ini karena alasan kesehatan dan kebersihan, tetapi masyarakat tetap mempertahankannya. Ya ampun, geli juga ya.


loading...

Artikel Terkait

Posting Terbaru