Sabtu, 27 Februari 2016

BERKAH MAGHA PUJA



BERKAH MAGHA PUJA

Kesabaran , ketabahan adalah cara melatih batin terbaik.
Para Buddha bersabda : “Nibbana adalah yang tertinggi”.

Sang Bhagava, sang pengetahu, penglihat, yang maha suci, yang telah mencapai penerangan sempurna, telah membabarkan Ovadapatimokkha ini dengan tiga syair ini:

Kesabaran, ketabahan adalah cara melatih batin terbaik. Para Buddha bersabda:

“Nibbana adalah yang tertinggi”. Seseorang yang melukai orang lain, menyakiti orang lain, bukanlah seorang pertapa, seorang samana.
Tak Berbuat segala kejahatan
Mengembangkan kebajikan
Menyucikan pikiran sendiri
Ini adalah ajaran para Buddha
Tak mengumpat, tak menyakiti, terkendali dalam tata susila
Tahu ukuran dalam hal makan
Hidup di tempat yang tenang
Berusaha mengembangkan pikiran luhur
Ini adalah ajaran para Buddha

      Sila, Samadhi, dan panna telah diajarkan dengan sempurna oleh Sang Bhagava, pengetahu, penglihat, yang maha suci, yang telah mencapai penerangan sempurna, melalui aneka uraian.

      Bagaimanakah sila telah diajarkan dengan sempurna oleh Sang Bhagava?  Silatelah diajarkan dengan sempurna oleh Sang Bhagava baik dengan uraian tingkat dasariah (hetthima) maupun dengan uraian tingkat yang lebih tinggi (uparima).

      Bagaimanakah Sila telah diajarkan dengan sempurna oleh Sang Bhagava dengan uraian tingkat dasariah? Sang Bhagava bersabda: “Di Ajaran ini, siswa mulia (ariyasavako) adalah ia yang menghindari pengambilan barang yang tidak diberikan; menghindari perbuatan asusila; menghindari ucapan bohong; dan menghindari minuman keras, barang madat yang menyebabkan lemahnya kesadaran. Demikianlah siladiajarkan dengan sempurna oleh Sang Bhagava dengan uraian tingkat dasariah.

      Bagaimanakah sila telah diajarkan dengan sempurna oleh Sang Bhagava dengan uraian tingkat yang lebih tinggi? Sang Bhagava bersabda: “Di Ajaran ini, seorang bhikkhu melaksanakan siladengan baik, mengendalikan diri sesuai dengan Patimokkha, sempurna dalam tindak tanduk dan bepergiannya, melihat bahaya dari kesalahan walaupun kecil, berlatih dengan bertekad menaati peraturan-peraturan.” Demikianlah siladiajarkan dengan smepurna oleh Sang Bhagava dengan uraian tingkat lebih tinggi.

      Bagaimanakah Samadhi telah diajarkan dengan sempurna oleh Sang Bhagava? Samadhi telah diajarkan dengan sempurna oleh Sang Bhagava baik dengan uraian tingkat dasariah (hetthima) maupun dengan uraian tingkat yang lebih tinggi (uparima).

      Bagaimanakah Samadhi telah diajarkan dengan sempurna oleh Sang Bhagava dengan uraian tingkat dasariah? Sang Bhagava bersabda: “Di Ajaran ini, siswa mulia (ariyasavako), dengan menggunakan Nibbana sebagai obyek, mencapai keteguhan pikiran (Samadhi), mencapai penyatuan pikiran (cittassekaggata). Demikianlah Samadhi telah diajarkan dengan sempurna oleh Sang Bhagava dengan uraian tingkat dasariah.

      Bagaimanakah Samadhi telah diajarkan dengan sempurna oleh Sang Bhagava dengan uraian tingkat lebih tinggi? Sang Bhagava bersabda :”Di Ajaran ini, seorang bhikkhu terbebas dari nafsu indria , terbebas dari bentuk pikiran yang tidak baik, memasuki dan berdiam dalam jhanapertama (pathama-jhana), (yakni keadaan batin) yang bergembira dan bahagia yang ditimbulkan dari ketenangan (vivekaja pitisukha), yang disertai dengan pengarahan pikiran pada objek (vitakka), pengukuhan pikiran pada objek (vicara). Kemudian, setelah menenangkan vitakkadan vicara, ia memasuki dan berdia dalam jhana kedua (dutiya-jhana), (yakni keadaan batin) yang bergembira dan bahagia yang ditimbulkan dari keteguhan (samadhija pitisukha), tanpa disertai dengan vittakka dan vicara. Selanjutnya , karena melenyapkan kegembiraan (piti), ia berada dalam keadaan batin seimbang (upekkha), perhatian (sati) dan kesadaran murni (sampajana). Ia mengenyam kebahagiaan jasmaniah yang oleh para Ariya dikatakan sebagai “Ia yang seimbang batinnya, penuh perhatian , dan mencapai kebahagiaan “ Ia memasuki dan berdiam dalam jhana ketiga (tatiya jhana). Kemudian, dengan melenyapkan perasaan bahagia dan tidak bahagia; melenyapkan kegembiraan hati (somanassa) dan kesedihan hati (domanassa) yang telah dirasakan sebelumnya, ia memasuki dan berdiam dalam jhanakeempat (catuttha-jhana), (yakni keadaan batin) yang tiada derita maupun bahagia, yang disertai perhatian murni yang ditimbulkan dari keseimbangan (upekkha-satiparisuddhi). Demikianlah Samadhi telah diajarkan dengan sempurna oleh Sang Bhagava dengan uraian tingkat yang lebih tinggi.

      Bagaimanakah panna telah diajarkan dengan sempurna oleh Sang Bhagava? Panna telah diajarkan dengan sempurna oleh Sang Bhagava baik dengan uraian tingkat dasariah (hetthima) maupun dengan uraian tingkat yang lebih tinggi (uparima).

      Bagaimanakah panna telah diajarkan dengan sempurna oleh Sang Bhagava dengan uraian tingkat dasariah? Sang Bhagava bersabda :” Di Ajaran ini, siswa mulia (ariyasavako) memiliki kebijaksanaan yang mampu melihat muncul dan tenggelamnya pancakkhandha; yang mampu mengantar ke lenyapnya dukkha secara benar dengan penembusan total. Demikianlah panna telah diajarkan dengan sempurna oleh Sang Bhagava dengan uraian tingkat dasariah.

      Bagaimanakah panna telah diajarkan dengan sempurna oleh Sang Bhagavadengan uraian tingkat lebih tinggi? Sang Bhagava bersabda: “Di Ajaran ini, seorang bhikkhu mengetahui dengan benar sebagaimana adanya, bahwa ini adalah penderitaan; mengetahui dengan benar sebagaimana adanya, bahwa ini adalah asal mula penderitaan; mengetahui dengan benar sebagaimana adanya, bahwa ini adalah akhir dari penderitaan; mengetahui dengan benar sebagaimana adanya, bahwa ini adalah jalan menuju akhir penderitaan.” Demikianlah panna telah diajarkan dengan sempurna dengan uraian tingkat lebih tinggi.

      Samadhi yang dilandasi dengan pengembangan sila, akan memberi hasil besar (mahapphala), memberi keuntungan besar (mahanisamsa). Panna , yang dilandasi dengan pengembangan Samadhi, akan memberi hasil besar , memberi keuntungan besar. Pikiran (Citta), yang dilandasi dengan pengembangan panna, akan sempurna, terbebas dari segala noda batin, yakni :

·         Kamasava : Noda batin berupa nafsu indria
·         Bahasava: Noda batin berupa kesenangan kemenjadian
·         Avijjasava: Noda batin berupa ketidaktahuan

      Pada saat menjelang padam sempurna (Parinibbana), Sang Bhagava  menyampaikan pesan terakhir:”Kini O, para bhikkhu, Ku beritahukan kepadamu bahwa, Segala sesuatu yang muncul dari perpaduan faktor pembentuk sewajarnya mengalami kehancuran (vayadhamma sankhara). Sempurnakanlah tugas kalian dengan tanpa lengah (appamadena sampadetha).”

      Selanjutnya Sang bhagava bersabda:”O, para bhikkhu, seperti halnya suatu ungkapan bahwa, “Dari berbagai tapak kaki semua mahluk, semua tapak kaki itu dapat masuk ke dalam tapak kaki gajah. Tapak kaki gajah dikatakan tertinggi karena ukuran besarnya. Demikian pula, O, para bhikkhu, dari berbagai kebajikan (kusaladhamma), semua kebajikan itu bermula dari kewaspadaan, masuk ke dalam kewaspadaan. Perhatian dikatakan yang tertinggi di antara semua kebajikan yang lain.”

      Karena itulah kita semua patut berlatih;berlatih dengan tekad, seperti demikian ini: “Kita akan menjadi orang yang berusaha keras dalam tekad menjalankan sila yang luhur (adhisila), melatih pikiran yang luhur (adhicitta), dan mengembangkan kebijaksanaan yang luhur (adhipanna). Kita akan berlatih dengan tanpa kelengahan.”

Selamat memperingati Magha Puja 2559 BE
Ceramah Dhamma Oleh : Bhikkhu Dhammakaro Minggu, 28 Februari 2016
Sumber : Berita Dhammacakka No. 1129 Minggu 28 Februari 2016
loading...

Artikel Terkait

Posting Terbaru