Senin, 11 Juli 2011

Inilah Bedanya Inggris Utara dan Inggris Selatan!

Sama-sama tinggal di Inggris, sama-sama berpenghasilan  £50.000 (sekitar Rp681 juta) per tahun, dan tempat tinggal hanya terpaut jarak 300 mil (sekitar 482 kilometer),  namun satu keluarga hidup sangat berkecukupan, sementara keluarga satunya harus rela hidup sederhana.

Perbedaan gaya hidup radikal inilah yang dialami keluarga Sewell yang tinggal di Surrey, Inggris Selatan dan keluarga Salloway di Northumberland, Inggris Utara. Sebuah bukti bahwa perbedaan geografis bisa mempengaruhi gaya hidup.

Sebagaimana dilansir dari laman Dailymail pada 11 Juli 2011, keluarga Sewell kini harus membiasakan diri hidup hemat. Tak ada lagi menghabiskan liburan keluar negeri dan tak ada lagi keanggotaan klub gym yang mahal.

Sang kepala keluarga, Andrew Sewell, adalah seorang manajer penjualan daerah di sebuah industri konstruksi sekaligus ayah dari dua remaja. Sang istri, Melanie, adalah seorang terapis. Keluarga ini memiliki dua mobil dan tinggal di sebuah rumah bernilai £600,000 (sekitar Rp8 miliar) dengan empat kamar tidur, namun itu tak berarti mereka hidup mewah.
"Masalah keuangan kini menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari kami. Padahal beberapa tahun lalu, gaji yang kami dapat masih terhitung cukup," aku Melanie.

Bentuk penghematan yang dilakukan keluarga ini antara lain, pemanas ruangan hanya dinyalakan bila udara benar-benar sangat dingin, pengurangan intensitas penggunaan mobil, dan tidak lagi melakukan hobi mereka. Walaupun Andrew sampai sering lembur untuk mendapatkan uang lebih, namun ternyata itu masih tak cukup juga. Kekhawatiran lain keluarga ini adalah biaya kuliah kedua anak mereka kelak.

Walaupun harus 'jumpalitan' mengatur keuangan dari hari ke hari, Melanie menyatakan tetap tak akan pindah dari Surrey. "Saya sangat suka kultur Selatan, terutama London. Walaupun segalanya serba mahal di sini, namun kami tetap bahagia."

Nun jauh di Utara, ada Nick Salloway, seorang direktur agen iklan digital yang juga memiliki dua anak remaja. Sang istri, Claire, adalah seorang perawat. Keluarga ini tinggal di sebuah rumah senilai £200,000 (sekitar Rp2,7 miliar) dengan tiga kamar tidur, yang bila di Selatan nilainya bisa berlipatganda sampai tiga kali. Jumlah mobil yang dimiliki pun hanya satu buah.

Keluarga yang hobi bersepeda ini tercatat sebagai anggota klub berlayar lokal dan klub kesehatan lokal. Kadangkala mereka pergi berski di Prancis, bahkan akan segera membeli kuda untuk putri bungsu mereka.
"Saya dan suami sudah bekerja keras untuk ini semua, dan kami merasa telah memanfaatkan pendapatan kami dengan baik. Saya ataupun suami tak perlu lembur untuk mendapatkan uang tambahan," kata Claire.
Baginya, bekerja memang penting, namun waktu berkumpul bersama keluarga tetap menjadi prioritas utama.

Putri tertua keluarga ini sekarang sedang kuliah di University of Newcastle. Sang ibu mengaku yakin akan bisa membiayai biaya kuliah putri bungsunya kelak. Biaya kuliah yang semakin meningkat dari tahun ke tahun memang membuatnya sedikit resah, namun ia tetap yakin dapat memberikan yang terbaik untuk anak-anaknya.

Keluarga Salloway mengaku bersyukur hidup di Inggris Utara, dimana mereka mendapatkan kestabilan dalam hidup mereka. Mereka juga berpendapat bahwa Inggris Utara adalah tempat yang penuh kesempatan, dan bahwa Inggris Selatan adalah daerah dengan pekerjaan-pekerjaan terbaik adalah mitos belaka.
loading...

Artikel Terkait

Posting Terbaru