Tampilkan postingan dengan label Alzheimer. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Alzheimer. Tampilkan semua postingan

Jumat, 01 Januari 2010

Alzheimer Mencegah Kanker dan Kanker Mencegah Alzheimer

Alzheimer
Para peneliti telah menemukan bahwa penderita penyakit Alzheimer memiliki sedikit kemungkinan menderita kanker dan penderita kanker memiliki sedikit kemungkinan menderita penyakit Alzheimer. Meskipun alasan tidak diketahui, namun temuan yang digabungkan dengan penelitian sebelumnya yang berfokus pada kanker dan penyakit Parkinson, menunjukkan tren yang jelas yaitu kanker berhubungan dengan penyakit neurodegeneratif.

Peneliti merekrut 3.020 orang relawan yang berusia 65 tahun lebih, dimana 164 orang (5,4%) sudah menderita penyakit Alzheimer dan 522 orang (17,3%) sudah didiagnosis menderita penyakit kanker. Semua ditindaklanjuti selama rata-rata 5 tahun untuk melihat apakah mereka mengidap demensia setelahnya dan rata-rata 8 tahun untuk melihat apakah mereka mengidap kanker setelahnya. Selama penelitian, 478 orang menderita demensia dan 376 orang menderita kanker invasif.

Anehnya, untuk orang yang menderita penyakit Alzheimer sebelumnya, resiko terserang penyakit kanker berkurang 69% dibandingkan dengan mereka yang tidak memiliki penyakit Alzheimer. Dan orang-orang yang menderita penyakit kanker sebelumnya, resiko penyakit Alzheimer berkurang 43% dibandingkan dengan orang-orang yang tidak menderita kanker pada awalnya.

Penelitian ini juga berusaha untuk menemukan hubungan serupa antara kanker dan demensia vaskular. Namun, tidak ada hubungan yang ditemukan. Demensia vaskular adalah penyakit yang disebabkan oleh kerusakan otak akibat patologi vaskular, sementara penyakit Alzheimer adalah penyakit neurodegeneratif. Penelitian sebelumnya telah menegaskan bahwa orang-orang dengan penyakit Parkinson (yang juga termasuk penyakit neurodegeneratif) terlindungi dari kanker jenis tertentu dan sebaliknya.

Penyakit neurodegeneratif menyebabkan kematian sel-sel tanpa alasan, sementara kanker mengakibatkan proliferasi sel. Secara sederhana, apa pun faktor biologis yang menyebabkan proliferasi sel (kanker), faktor yang sama juga mencegah kematian sel, demikian juga sebaliknya. Teori yang logis.

Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk melihat apakah hubungan ini berlaku untuk semua jenis kanker (kanker pada lokasi yang berbeda, jinak atau ganas). Pemahaman lebih rinci dalam hubungan ini menjanjikan solusi untuk berbagai kondisi, termasuk salah satunya adalah kanker.

Baca SelengkapnyaAlzheimer Mencegah Kanker dan Kanker Mencegah Alzheimer
loading...

Kamis, 31 Desember 2009

Gejala Penyakit Alzheimer

Penyakit Alzheimer
Penyakit Alzheimer adalah suatu kondisi di mana sel-sel saraf di otak mati, sehingga sinyal-sinyal otak sulit ditransmisikan dengan baik. Gejala penyakit Alzheimer sulit dikenali sejak dini. Seseorang dengan penyakit Alzheimer punya masalah dengan ingatan, penilaian, dan berpikir, yang membuat sulit bagi penderita penyakit Alzheimer untuk bekerja atau mengambil bagian dalam kehidupan sehari-hari. Kematian sel-sel saraf terjadi secara bertahap selama bertahun-tahun. Gejala mungkin tidak diperhatikan sejak dini. Sering anggota keluarga penderita menyadari adanya gejala ketika sudah terlambat.

Gejala umum penyakit Alzheimer meliputi:
  • Gangguan memori dan berpikir, yaitu penderita penyakit Alzheimer kesulitan mengingat informasi baru. Pada tahap akhir penyakit, memori jangka panjang menghilang, dan penderita penyakit Alzheimer tidak dapat mengingat informasi pribadi, seperti tempat tanggal lahir, pekerjaan, atau nama-nama anggota keluarga dekat.
  • Kebingungan. Penderita penyakit Alzheimer dapat tersesat ketika keluar rumah sendirian dan kadang tidak dapat mengingat dimana dia atau bagaimana dia bisa sampai disana.
  • Lupa tempat menyimpan sesuatu, seperti kacamata, kunci, dompet, dll.
  • Berpikir Abstrak. Penderita penyakit Alzheimer merasa tugas kantor atau studi-nya lebih sulit dikerjakan daripada biasanya.
  • Kesulitan mengerjakan kebiasaan sehari-hari, seperti makan, mandi, berpakaian, dll.
  • Perubahan kepribadian dan perilaku penderita penyakit Alzheimer. Menjadi mudah marah, tersinggung, gelisah, atau jadi pendiam. Kadang-kadang, menjadi bingung, paranoid, atau ketakutan.
  • Penilaian yang buruk, seperti meninggalkan rumah pada malam hari yang dingin tanpa jaket atau sepatu, atau bisa pergi ke toko memakai baju tidur.
  • Ketidakmampuan penderita penyakit Alzheimer untuk mengikuti petunjuk.
  • Adanya masalah dengan bahasa dan komunikasi, seperti tidak dapat mengingat kata-kata, nama benda-benda, atau memahami arti kata-kata umum.
  • Memburuknya kemampuan visual dan spasial, seperti menilai bentuk dan ukuran suatu benda.
  • Kehilangan motivasi atau inisiatif.
  • Kehilangan pola tidur normal.
Ada kondisi lain seperti depresi, cedera kepala, ketidakseimbangan bahan kimia tertentu atau vitamin, atau efek dari beberapa obat dapat menghasilkan gejala yang mirip dengan penyakit Alzheimer. Konsultasikan pada dokter anda jika muncul gejala-gejala tersebut. Sebagian besar kondisi-kondisi tersebut dapat disembuhkan.

Kasus penyakit Alzheimer sangat bervariasi dari para penderita. Lamanya penyakit Alzheimer bisa pendek (2-3 tahun) atau panjang (hingga 20 tahun). Biasanya bagian-bagian otak yang mengontrol memori dan berpikir yang terganggu terlebih dahulu, tapi seiring waktu, sel-sel akan mati di bagian lain dari otak. Yang pada akhirnya akan menyebabkan kehilangan fungsi otak dan juga kematian.

Karena penyebab pasti penyakit Alzheimer belum diketahui, maka tidak ada yang dapat dilakukan untuk pencegahan. Namun ada beberapa hal yang diyakini bisa mengurangi resiko terserang penyakit Alzheimer seperti pola makan sehat, berolahraga, berhenti merokok, dan tidak minum alkohol.

Baca SelengkapnyaGejala Penyakit Alzheimer
loading...

Posting Terbaru