Tampilkan postingan dengan label Dunia Bayi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Dunia Bayi. Tampilkan semua postingan

Minggu, 03 Juli 2011

Mengapa Rambut Bayi Rontok?

Masalah rambut rontok sepertinya bukan masalah orang dewasa saja. Bayi baru lahir ternyata juga bisa mengalami hal serupa. Namun Anda harus tahu, bahwa rambut rontok pada bayi umumnya normal.

Bayi cenderung kehilangan rambut mereka di awal kehidupannya. Seperti halnya pada orang dewasa, rambut bayi juga mengalami masa pertumbuhan dan istirahat. Dalam kasus bayi baru lahir semua folikel rambut memasuki masa istirahat pada waktu yang sama itu. Namun ada kondisi tertentu yang dapat menyebabkan kerontokan rambut pada bayi baru lahir. Berikut ini penyebab rambut rontok pada bayi:

* Tinea capitis, umumnya dikenal sebagai kurap pada kulit kepala dan merupakan infeksi jamur yang sering terlihat pada anak-anak. Hal ini terlihat seperti bercak bersisik dan mungkin terlihat seperti titik-titik hitam di kulit kepala.

* Alopecia Areata, ini adalah suatu kondisi yang menyebabkan rambut rontok diduga disebabkan serangan sistem kekebalan pada folikel rambut.

* Trikotilomania adalah hilangnya rambut sebagai akibat dari dorongan yang kuat untuk menarik-narik rambut. Trikotilomania merupakan suatu perilaku kompulsif, yang mungkin berasal dari adanya stres emosional maupun stres fisik.

* Posisi tidur. Tidur dalam posisi yang sama selama beberapa jam pada suatu waktu juga dapat menjadi salah satu penyebab hilangnya rambut bayi.

* Stres, demam dan perubahan hormonal. Sekitar 5 sampai 15 persen dari rambut di kulit kepala biasanya akan mengalami fase istirahat pada satu waktu. Namun stres, demam atau perubahan hormon dapat menyebabkan sejumlah besar rambut berhenti tumbuh sekaligus. Penanggalan rambut pada bayi umumnya dimulai ketika memasuki tahap pertumbuhan yakni sekitar usia tiga bulan.

* Kekurangan gizi: Vitamin H atau biotin adalah salah satu vitamin B kompleks yang membantu tubuh untuk mengubah karbohidrat menjadi glukosa untuk bahan bakar tubuh. Zinc, mineral penting, yang terlibat dalam berbagai aspek metabolisme seluler. Ini juga mendukung pertumbuhan dan perkembangan rambut bayi selama kehamilan, masa kanak-kanak dan remaja.

Masalah Endokrin: Pada beberapa anak, penyebab kerontokan rambut disebabkan oleh hipotiroidisme. Suatu kondisi dimana kelenjar tiroid kurang aktif dan rendahnya jumlah hormon tiroid untuk memenuhi kebutuhan metabolisme.

Untuk mengatasi masalah rambut rontok pada bayi, Anda bisa menyiasatinya dengan berbagai cara berikut ini:

* Gunakan bantal pada bayi Anda dengan bentuk tapal kuda.

* Pijat dengan minyak. Memijat kepala bayi Anda dengan minyak tidak mencegah rambut rontok, tetapi dapat membantu dalam sirkulasi darah di kulit kepalanya.

* Cukur. Mencukur rambut bayi tidak berarti ada jaminan rambut tumbuh lebih tebal atau berkurang kerontokannya. Tetapi dengan mencukur rambut setidaknya ada kemungkinan tidak memiliki rambut rontok sama sekali.

* Jika mungkin Anda bisa mencoba untuk mengubah posisi tidur bayi setelah beberapa waktu.

* Jika kerontokan rambut bayi Anda masih berlanjut, lebih baik konsultasikan ke dokter anak dan biarkan dokter yang menanganinya.

Sumber: Lifemojo
Baca SelengkapnyaMengapa Rambut Bayi Rontok?
loading...

Minggu, 26 Juni 2011

Tanda-tanda Bayi Mau Tumbuh Gigi

Tumbuh gigi pertama pada bayi biasanya berlangsung pada usia 5-11 bulan. Beberapa bayi terkadang merasa tidak nyaman dengan proses tumbuh gigi ini, karena itu orangtua bisa melakukan sesuatu untuk mengurangi rasa tidak nyamannya. Apa saja tanda-tanda bayi mau tumbuh gigi?

Gigi bayi yang pertama tumbuh, seperti dilansir dari WebMD, Minggu (26/6/2011), adalah gigi depan bawah. Kemudian gigi depan atas akan tumbuh 1-2 bulan setelah gigi depan bawah. Hingga pada usia 3 tahun normalnya anak-anak memiliki 20 gigi pertama (gigi primer).


Sebagian besar para ahli anak mengatakan tumbuh gigi tidak menyebabkan demam ataupun demam tinggi pada bayi. Kalau pun bayi mengalami demam, maka temperatur yang terjadi masih dalam tingkat rendah dan biasanya terjadi pada saat gigi tersebut muncul. Tapi jika bayi mengalami demam saat tumbuh gigi, kemungkinan hal tersebut hanya kebetulan saja atau ada kondisi lain yang menyebabkan anak demam.

Proses tumbuh gigi ini relatif tidak menimbulkan rasa sakit pada bayi, tapi jika disertai dengan timbulnya gejala rasa nyeri atau pembengkakan pada gusi biasanya akan terjadi 3-5 hari sebelum gigi pertama muncul.

Berikut beberapa tanda-tanda bayi yang mau tumbuh gigi:
1. Bayi sering mengeluarkan air liur (ileran) yang biasanya air liurnya yang menetes banyak menyebabkan ruam merah di dagu, wajah atau dada
2. Bayi sering menggigit-gigit jari atau mainannya karena membantu mengurangi tekanan pada gusi si bayi
3. Jadi malas makan dan minum karena mulut sakit
4. Terbangun di malam hari
5. Sedikit menjadi lebih rewel jika merasa gusinya mengalami pembengkakan.

Beberapa cara bisa dilakukan orangtua untuk mengurangi ketidaknyamanan si kecil seperti:
1. Gunakan jari yang bersih Anda untuk menggosok-gosok lembut gusi bayi selama 2 menit pada sewaktu-waktu. Meskipun awalnya bayi protes setelah itu mereka akan menemukan ketenangan.

2. Sediakan benda atau mainan yang aman dikunyah bayi

3. Jika kondisi ini tidak membantu meringankan kondisi bayi yang tidak nyaman, maka tak ada salahnya untuk berkonsultasi dengan dokter untuk mengetahui adakah gejala lain yang menyertainya atau tidak.
Baca SelengkapnyaTanda-tanda Bayi Mau Tumbuh Gigi
loading...

Senin, 23 Mei 2011

Mengatasi Kepala Peyang Pada Bayi

baby sleepTidur terlentang pada bayi memang sangat berguna untuk mencega SIDS, namun jika bayi anda terlalu lama berada pada posisi tidur terlentang akan berakibat terjadinya ketidak normalan pada bentuk kepalanya yang disebut Flat head syndrome, atau lebih dikenal dengan kepala peyang.

Kepala peyang tak hanya bisa terjadi pada kepala bagian belakang saja, namun juga sisi samping kepala bayi. Hal ini biasanya disebabkan bayi terlalu lama berada pada posisi kepala miring ke kiri atau ke kanan saja saat tidur.

Selain posisi tidur, kepala peyang pada bayi juga disebabkan oleh beberapa penyebab, yaitu:

Craniosynostosis, yang merupakan sebuah keadaan medis dimana pembentukan antara tulang tenggkorak kepala pada bayi terbentuk secara prematur. Hal tersebut menyebabkan terjadinya ketidaknormalan pada bentuk tulang tengkorak kepala. Yang paling parah peyang yang disebabkan oleh Craniosynostosis dapat menyebabkan terjadinya penekanan pada otak bayi anda sehingga harus segera ditangani.

Tidur terlentang, meski baik untuk mencegah SIDS, tidur terlentang yang dilakukan secara terus-menerus dapat menyebabkan perubahan bentuk pada kepala bayi. Untuk itu sering-seringlah melakukan tummy time saat bayi anda bangun, untuk mengurangi frekuensi tidur terlentang pada bayi anda.


Sumber: http://bayikita.wordpress.com/2009/09/02/mengatasi-kepala-peyang-pada-bayi/


Artikel Terkait:
+ Cara Menyusui Bayi
+ Grafik Berat Badan Bayi
+ Kegemaran Bayi
+ Makanan Bayi
+ Tempat Tidur Bayi
+ Dunia Bayi
Baca SelengkapnyaMengatasi Kepala Peyang Pada Bayi
loading...

Senin, 28 Maret 2011

Merawat Gigi Bayi Usia 0 - 24 bulan

Umumnya penyakit dan kelainan gigi pada anak merupakan salah satu gangguan dalam proses pertumbuhan dan perkembangan anak. Sejak gigi susu mulai tumbuh, orangtua harus bertanggungjawab membersihkan gigi bayi mereka. Walaupun gigi anak hanya merupakan gigi susu yang keberadaannya hanya sementara, namun kesehatan gigi susu berpengaruh terhadap kesehatan gigi anak di kemudian hari. Karena itu, sebagai orangtua perlu mengetahui bagaimana merawat gigi anak sejak bayi dengan cara yang benar, agar kesehatan gigi dan mulut anak teratasi.

Cara merawat mulut bayi pada saat usia 0 – 6 bulan:
  1. Bersihkan gusi bayi anda dengan kain lembab, setidaknya dua kali sehari
  2. Jangan biarkan bayi anda tidur sambil minum susu dengan menggunakan botol susunya.
  3. Selesai menyusui, ingatlah untuk membersihkan mulut bayi dengan kain lembab
  4. Jangan menambah rasa manis pada botol susu dengan madu atau sesuatu yang manis.
Cara merawat mulut dan gigi bayi pada usia 7-12 bulan:
  1. Tanyakan dokter anak atau dokter gigi anda apakah bayi anda mendapat cukup fluor
  2. Ingatlah untuk membersihkan mulut bayi anda dengan kain lembab ( tidak basah sekali), sehabis menyusui.
  3. Jangan biarkan bayi tidur dengan botol susunya (sambil minum susu dari botol) kecuali air putih.
  4. Berikan air putih bila bayi anda ingin minum diluar jadwal minum susu
  5. Saat gigi mulai tumbuh, mulailah membersihkannya dengan menggunakan kain lembab. Bersihkan setiap permukaan gigi dan batas antara gigi dengan gusi secara seksama, karena makanan seringkali tertinggal di permukaan itu.
  6. Saat gigi geraham bayi mulai tumbuh, mulai gunakan sikat gigi yang kecil dengan permukaan lembut dan dari bahan nilon.
  7. Jangan gunakan pasta gigi dan ingat untuk selalu membasahi sikat gigi dengan air.
  8. Periksakan gigi anak anda ke dokter gigi, setelah 6 bulan sejak gigi pertama tumbuh, atau saat usia anak setahun.
Cara merawat mulut dan gigi bayi pada usia 13-24 bulan:
  1. Mulailah perkenalkan pasta gigi berfluoride
  2. Jangan biarkan anak tidur dengan botol susu (sambil minum susu dari botol), kecuali air putih.
  3. Pergunakan pasta gigi seukuran sebutir kacang hijau.
  4. Sikat gigi anak setidaknya dua kali sehari (sehabis sarapan dan sebelum tidur di malam hari)
  5. Gunakan sikat gigi yang lembut dari bahan nilon.
  6. Ganti sikat gigi tiap tiga bulan atau bila bulu-bulu sikat sudah rusak.
  7. Jadilah teladan dengan mempraktekkan kebiasaan menjaga kesehatan mulut dan lakukan pemeriksaan rutin ke dokter gigi setiap 6 bulan sekali.
  8. Biasakan anak untuk memakan makanan ringan yang sehat, seperti buah segar dan sayuran segar.
  9. Hindari makanan ringan yang mengandung gula.
dikutip dari pemaparan Drg.Yerika & Drg. Marshinta


Sumber:


Baca SelengkapnyaMerawat Gigi Bayi Usia 0 - 24 bulan
loading...

Selasa, 11 Januari 2011

Beberapa Posisi Menyusui yang Benar

Setelah ibu muda mengetahui hal-hal penting yang berkaitan dengan perisapan menyusui, ada baiknya kita tahu, bagaimana posisi menyusui yang benar. Tentunya, posisi menyusui sangat menentukan bagi kenyamanan bayi dan ibu sendiri. Apakah harus selalu menyusui dalam posisi berbaring? Tidak. Kita harus membiasakan bayi bisa menyusu dalam keadaan apapun. Baik kita tidur di rumah, berdiri, duduk, atau bahkan saat kita sedang berada di atas kendaraan.

  1. The cradle. Posisi ini sangat baik untuk bayi yang baru lahir. Bagaimana caranya? Pastikan punggung Anda benar-benar mendukung untuk posisi ini. Jaga bayi di perut Anda, sampai kulitnya dan kulit Anda saling bersentuhan. Biarkan tubuhnya menghadap ke arah Anda, dan letakkan kepalanya pada siku Anda.
  2. The cross cradle hold. Satu lengan mendukung tubuh bayi dan yang lain mendukung kepala, mirip dengan posisi dudukan tetapi Anda akan memiliki kontrol lebih besar atas kepala bayi. Posisi menyusui ini bagus untuk bayi prematur atau ibu dengan puting payudara kecil.
  3. The football hold. Caranya, pegang bayi di samping Anda dengan kaki di belakang Anda dan bayi terselip di bawah lengan Anda, seolah-olah Anda sedang memegang bola kaki. Ini adalah posisi terbaik untuk ibu yang melahirkan dengan operasi caesar atau untuk ibu-ibu dengan payudara besar. Tapi, Anda butuh bantal untuk menopang bayi.
  4. Saddle hold. Ini merupakan cara yang menyenangkan untuk menyusui dalam posisi duduk. Ini juga bekerja dengan baik jika bayi Anda memiliki pilek atau sakit telinga. Caranya, bayi Anda duduk tegak dengan kaki mengangkangi Anda sendiri.
  5. The lying position. Menyusui dengan berbaring akan memberi Anda lebih banyak kesempatan untuk bersantai dan juga untuk tidur lebih banyak pada malam hari. Anda bisa tidur saat bayi menyusu. Dukung punggung dan kepala bayi dengan bantal. Pastikan bahwa perut bayi menyentuh Anda.

Sumber:
http://bayidananak.com/2010/03/29/beberapa-posisi-menyusui-yang-benar/
Baca SelengkapnyaBeberapa Posisi Menyusui yang Benar
loading...

Kamis, 26 Agustus 2010

Displasia Bronkopulmoner

DEFINISI
Adalah cedera pada paru-paru akibat terapi oksigen dengan konsentrasi tinggi dan pemakaian ventilator. Penyakit ini lebih sering ditemukan pada bayi prematur.


PENYEBAB
Displasia bronkopulmoner terjadi pada bayi yang mendapat ventilator dan terapi oksigen konsentrasi tinggi dalam jangka panjang. Pemberian terapi oksigen konsentrasi tinggi ini sebenarnya bertujuan untuk mengobati sindrom gawat pernafasan pada bayi baru lahir. Cedera paru-paru ini bisa disebabkan oleh meningkatnya tekanan dalam paru-paru karena ventilator mekanik atau karena keracunan oksigen yang terjadi akibat paparan oksigen dalam konsentrasi tinggi dan jangka panjang.


GEJALA
- Nafas cepat
- Warna kulit kebiruan
- Sesak nafas


PENANGANAN
Ventilator biasanya diperlukan untuk memberikan tekanan pada paru-paru agar jaringan paru mengembang dan memberi oksigen tambahan. Jika bayi sudah dapat menyesuaikan diri, maka tekanan dan konsentrasi oksigen akan dikurangi secara bertahap. Bayi bisa saja meninggal.

Pada bayi yang selamat, gangguan pernafasan akan hilang perlahan. Meski demikian, pada tahun-tahun pertama, bayi tersebut memiliki risiko tinggi terkena pneumonia. Pencegahan Untuk mencegah terjadinya displasia bronkopulmoner, sebaiknya alat bantu pernafasan dilepaskan secepat mungkin atau pemakaiannya dipersingkat.
Baca SelengkapnyaDisplasia Bronkopulmoner
loading...

Selasa, 02 Maret 2010

Prematuritas (Kelahiran Prematur)

DEFINISI
Prematuritas adalah suatu keadaan yang belum matang, yang ditemukan pada bayi yang lahir pada saat usia kehamilan belum mencapai 37 minggu. Prematuritas (terutama prematuritas yang ekstrim) merupakan penyebab utama dari kelainan dan kematian pada bayi baru lahir. Beberapa organ dalam bayi mungkin belum berkembang sepenuhnya sehingga bayi memiliki resiko tinggi menderita penyakit tertentu.


PENYEBAB
Penyebab terjadinya kelahiran prematur biasanya tidak diketahui. Lima belas persen dari kelahiran prematur ditemukan pada kehamilan ganda (di dalam rahim terdapat lebih dari 1 janin).

Faktor resiko yang mungkin berperan dalam terjadinya persalinan prematur adalah:
- Kehamilan usia muda (usia ibu kurang dari 18 tahun)
- Pemeriksaan kehamilan yang tidak teratur
- Golongan sosial-ekonomi rendah
- Keadaan gizi yang kurang
- Penyalahgunaan obat.

Masalah pada ibu biasanya berupa:
- Riwayat persalinan prematur pada kehamilan sebelumnya
- Kadar alfa-fetoprotein tinggi pada trimester kedua yang penyebabnya tidak diketahui
- Penyakit atau infeksi yang tidak diobati (misalnya infeksi saluran kemih atau infeksi selaput ketuban)
- Kelainan pada rahim atau leher rahim
- Ketuban pecah sebelum waktunya
- Plasenta previa.
- Pre-eklamsi (suatu keadaan yang bisa terjadi pada trimester kedua kehamilan, yang ditandai dengan tekanan darah tinggi, adanya protein dalam air kemih dan pembengkakan tungkai)
- Diabetes mellitus
- Penyakit jantung.


GEJALA
Gambaran fisik bayi prematur:
  • Ukuran kecil
  • Berat badan lahir rendah (kurang dari 2,5 kg)
  • Kulitnya tipis, terang, dan berwarna pink (tembus cahaya)
  • Vena di bawah kulit terlihat (kulitnya transparan)
  • Lemak bawah kulitnya sedikit sehingga kulitnya tampak keriput
  • Rambut yang jarang
  • Telinga tipis dan lunak (lembek)
  • Tangisannya lemah
  • Kepala relatif besar
  • Jaringan payudara belum berkembang
  • Otot lemah dan aktivitas fisiknya sedikit (seorang bayi prematur cenderung belum memiliki garis tangan atau kaki seperti pada bayi cukup bulan)
  • Reflek menghisap dan reflek menelan yang buruk
  • Pernapasan yang tidak teratur
  • Kantung zakar kecil dan lipatannya sedikit (anak laki-laki)
  • Labia mayora belum menutupi labia minora (pada anak perempuan).


KOMPLIKASI
  1. Sindroma gawat pernapasan (penyakit membran hialin).
    Paru-paru yang matang sangat penting bagi bayi baru lahir. Agar bisa bernapas dengan bebas, ketika lahir kantung udara (alveoli) harus dapat terisi oleh udara dan tetap terbuka. Alveoli bisa membuka lebar karena adanya suatu bahan yang disebut surfaktan, yang dihasilkan oleh paru-paru dan berfungsi menurunkan tegangan permukaan.

    Bayi prematur seringkali tidak menghasilkan surfaktan dalam jumlah yang memadai, sehingga alveolinya tidak tetap terbuka. Diantara saat-saat bernapas, paru-paru benar-benar mengempis akibatnya terjadi Sindroma Distres Pernapasan. Sindroma ini bisa menyebabkan kelainan lainnya dan pada beberapa kasus bisa berakibat fatal. Kepada bayi diberikan oksigen; jika penyakitnya berat, mungkin mereka perlu ditempatkan dalam sebuah ventilator dan diberikan obat surfaktan (bisa diteteskan secara langsung melalui sebuah selang yang dihubungkan dengan trakea bayi).

  2. Ketidakmatangan pada sistem saraf pusat bisa menyebabkan gangguan refleks menghisap atau menelan, rentan terhadap terjadinya perdarahan otak atau serangan apneu.
    Selain paru-paru yang belum berkembang, seorang bayi prematur juga memiliki otak yang belum berkembang. Hal ini bisa menyebabkan apneu (henti nafas), karena pusat pernapasan di otak mungkin belum matang. Untuk mengurangi frekuensi serangan apneu bisa digunakan obat-obatan. Jika oksigen maupun aliran darahnya terganggu, otak yang sangat tidak matang sangat rentan terhadap perdarahan (perdarahan intraventrikuler) atau cedera.

  3. Ketidakmatangan sistem pencernaan menyebabkan intoleransi pemberian makanan.
    Pada awalnya, lambung yang berukuran kecil mungkin akan membatasi jumlah makanan/cairan yang diberikan, sehingga pemberian susu yang terlalu banyak dapat menyebabkan bayi muntah.

    Pada awalnya, lambung yang berukuran kecil mungkin akan membatasi jumlah makanan/cairan yang diberikan, sehingga pemberian susu yang terlalu banyak dapat menyebabkan bayi muntah.

  4. Retinopati dan gangguan penglihatan atau kebutaan (fibroplasia retrolental)

  5. Displasia bronkopulmoner.

  6. Penyakit jantung.

  7. Jaundice.
    Setelah lahir, bayi memerlukan fungsi hati dan fungsi usus yang normal untuk membuang bilirubin (suatu pigmen kuning hasil pemecahan sel darah merah) dalam tinjanya. Kebanyakan bayi baru lahir, terutama yang lahir prematur, memiliki kadar bilirubin darah yang meningkat (yang bersifat sementara), yang dapat menyebabkan sakit kuning (jaundice).

    Peningkatan ini terjadi karena fungsi hatinya masih belum matang dan karena kemampuan makan dan kemampuan mencernanya masih belum sempurna. Jaundice kebanyakan bersifat ringan dan akan menghilang sejalan dengan perbaikan fungsi pencernaan bayi.

  8. Infeksi atau septikemia.
    Sistem kekebalan pada bayi prematur belum berkembang sempurna. Mereka belum menerima komplemen lengkap antibodi dari ibunya melewati plasenta (ari-ari).
    Resiko terjadinya infeksi yang serius (sepsis) pada bayi prematur lebih tinggi. Bayi prematur juga lebih rentan terhadap enterokolitis nekrotisasi (peradangan pada usus).

  9. Anemia.

  10. Bayi prematur cenderung memiliki kadar gula darah yang berubah-ubah, bisa tinggi (hiperglikemia maupun rendah (hipoglikemia).

  11. Perkembangan dan pertumbuhan yang lambat.

  12. Keterbelakangan mental dan motorik.

DIAGNOSA
Diagnosis ditegakkan berdasarkan gambaran fisik dan usia kehamilan.

Pemeriksaan yang biasa dilakukan pada bayi prematur:
- rontgen dada untuk melihat kematangan paru-paru,
- analisa gas darah,
- kadar gula darah,
- kadar kalsium darah,
- kadar bilirubin.


PENGOBATAN
Jika kemungkinan akan terjadi kelahiran prematur, biasanya diberikan obat tokolitik untuk menghentikan kontraksi dan kortikosteroid untuk mempercepat pematangan paru-paru bayi.

Makanan diberikan melalui sebuah selang yang dimasukkan ke dalam lambung bayi karena fungsi menghisap dan menelan pada bayi prematur masih belum matang. Pada prematur yang ekstrim, makanan diberikan melalui infus. Pada usia sekitar 34 minggu, bayi mulai disusui ASI atau susu botol.

Bayi prematur sangat cepat kehilangan panas dan mengalami kesulitan dalam mempertahankan suhu tubuh, sehingga mereka biasanya ditempatkan di dalam suatu inkubator. Mungkin bayi memerlukan bantuan respirator dan tambahan oksigen.


PENCEGAHAN
Salah satu langkah terpenting dalam mencegah prematuritas adalah mulai melakukan pemeriksaan kehamilan sedini mungkin dan terus melakukan pemeriksaan selama kehamilan. Statistik menunjukkan bahwa perawatan kehamilan yang dini dan baik bisa mengurangi angka kejadian prematuritas, kecil untuk kehamilan dan angka kesakitan akibat persalinan dan pada masa baru lahir.
Baca SelengkapnyaPrematuritas (Kelahiran Prematur)
loading...

Posting Terbaru