Tampilkan postingan dengan label stress. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label stress. Tampilkan semua postingan

Minggu, 17 Juni 2012

Mengurangi Stres Selama Kehamilan

Mengurangi Stres Selama Kehamilan - Stres juga dapat dialami oleh ibu hamil dalam masa kehamilannya. Semakin membesarnya tubuh terutama bagian perut, sehingga mengakibatkan ketidaknyamanan di waktu tidur. Konsultasikanlah sesering mungkin dengan dokter kandungan, walalupun Anda merasa dalam kondisi yang sehat.

Mengurangi Stres Selama Kehamilan

Tingkat stres Anda akan semakin tinggi selama masa kehamilan, Anda akan mengalami berbagai macam masalah seperti pindah rumah, permasalahan dalam keluarga, atau mungkin kematian salah satu anggota keluarga Anda. Kehamilan seharusnya waktu di mana merawat diri Anda sebaik mungkin dan membiarkan orang lain memanjakan Anda. Berbagai cara dapat Anda lakukan untuk mengurangi tingkat stres yang dialami ibu hamil, dan berikut di antaranya :

1. Tetap bersosialisasi
Masa kehamilan jangan membuat Anda menjadi seorang penyendiri. Temuilah ibu-ibu hamil lainnya dan saling berbagi pengalaman selama kehamilan. Dengan begitu Anda mungkin akan mendapatkan masukan untuk mengatasi masalah yang Anda alami. Dan jangan lupa untuk tetap berhubungan dengan teman-teman Anda karena mereka dapat membantu dan menyemangati Anda.

2. Berolahraga
Berolahraga selama kehamilan dapat membantu Anda mengurangi stres dan meningkatkan suasana hati dan tubuh, juga memudahkan Anda untuk tidur lebih nyenyak. Namun, Anda harus ingat jangan berolahraga berlebihan. Olahragalah sesuai dengan kondisi sekarang dan ada baiknya menanyakan pada dokter, jenis olahraga apa yang baik untuk Anda.

3. Membaca
Kegiatan membaca bagi beberapa wanita dapat dijadikan hiburan di masa kehamilannya. Bukan itu saja, dengan membaca buku-buku mengenai kehamilan, persalinan dan perawatan bayi dapat menambah informasi sekaligus mencari cara untuk mengatasi stres yang sedang dialami. Jika membaca buku kehamilan dan buku lainnya yang berhubungan dengan kehamilan tidak membantu Anda, cobalah untuk membaca novel atau cerita nonfiksi.

4. Mempersiapkan kedatangan sang bayi
Membeli peralatan yang dibutuhkan calon bayi Anda dan mempersiapkan segala sesuatu untuk sang bayi akan meningkatkan perasaan bahagia Anda. Dengan meningkatnya perasaan bahagia, maka akan mengurangi tingkat stres dan memberi kesibukan bagi Anda, terutama setelah usia kehamilan Anda menginjak trimester ketiga.

5. Mencari bantuan
Jika stres yang Anda alami semakin parah, tidak ada salahnya untuk mencari ahli terapi, atau kelompok pendukung lainnya.
Baca SelengkapnyaMengurangi Stres Selama Kehamilan
loading...

Selasa, 17 Agustus 2010

10 Kebiasaan Untuk Menghindari Stress Dan Depresi

10 Kebiasaan Untuk Menghindari Stress Dan Depresi
Ada beberapa kebiasaan yang dilakukan sehari-hari yang berguna untuk menghindari stress dan depresi. Tidak semua kebiasaan itu sering kita lakukan, tetapi jika kita bisa melakukannya, kemungkinan besar kita bisa menghindari stress dan depresi. Berikut adalah 10 kebiasaan yang bisa menghindari stress dan depresi sehingga kita bisa menjaga kesehatan mental kita.
  1. Menulis buku harian (diary). Menulis adalah cara yang baik untuk mengungkapkan perasaan. Dengan tanpa perlu kita memfilter setiap pemikiran, anda bebas mengungkapkan perasaan anda dalam bentuk tulisan. Anda tidak perlu takut untuk dinilai, dikritik, bahkan dikecam oleh orang lain. Hal ini memungkinkan anda untuk mengekspresikan emosi dan perasaan anda dengan bebas.
  2. Cukup tidur. Jika anda merasa kurang tidur malam, bisa ditambah dengan tidur siang yang singkat jika diperlukan. Tidur adalah saat yang baik bagi tubuh kita untuk memulihkan kondisi, perbaikan sistem kekebalan tubuh, kesempatan otak untuk istirahat dan regenerasi, dan juga menyimpan energi untuk hari berikutnya.
  3. Olahraga. Olahraga menghasilkan endorfin alami, yang membantu kita menempatkan diri dalam suasana hati yang baik. Ada banyak penelitian yang menunjukkan bahwa olahraga meningkatkan suasana hati. Kemampuan otak untuk berpikir juga meningkat segera setelah olahraga.
  4. Minum banyak air putih. Dehidrasi sering diabaikan, padahal tubuh kita terdiri dari 95% air. Ketika tubuh mengalami dehidrasi, kita akan merasa lesu, pemarah, dan sakit kepala. Tubuh juga cenderung salah menafsirkan haus menjadi perasaan lapar, sehingga sering menjadi penyebab obesitas. Soft drink atau minuman dengan pemanis tidak dihitung sebagai air, sebaiknya minum air putih.
  5. Mendapatkan cukup vitamin D dan asam lemak omega 3 (omega-3 fatty acids). Vitamin D dan asam lemak omega-3 adalah nutrisi khusus yang membantu otak, namun sering kita tidak mendapatkan cukup dari makanan yang kita makan. Sekarang juga banyak produk tabir surya yang menghalangi penyerapan vitamin D pada kulit.
  6. Bersosialisasi. Saat ini sangat mudah untuk menjadi orang yang individualis karena kemajuan teknologi internet membuat segala sesuatu mudah dilakukan sendiri. Tetapi bersosialisasi dan berkomunikasi dengan orang lain sangat berguna bagi kesehatan mental kita. Walaupun hanya 1 jam sehari, bersosialisasi bisa meningkatkan mood kita.
  7. Meditasi atau berdoa. Banyak orang menganggap beribadah dan berdoa hanya sebagai suatu kewajiban. Tetapi beribadah dan berdoa memiliki efek sama baiknya dengan meditasi untuk kesehatan mental kita, yaitu membawa kita pada perasaan tenang dan damai.
  8. Bersyukur dan berterima kasih. Sering-sering mengucapkan kata syukur dan ucapan terima kasih kepada orang lain memberikan banyak dampak positif pada kehidupan kita. Pada dasarnya, pasti selalu ada sesuatu hal untuk disyukuri setiap harinya tidak peduli apapun keadaannya. Jika kita selalu berpikir positif, maka hal itu memberikan dampak yang positif pula pada kehidupan kita.
  9. Makan buah-buahan dan sayuran. Banyak mengkonsumsi buah dan sayur bisa memelihara tubuh kita, termasuk otak kita.
  10. Selalu tersenyum dan ramah terhadap orang lain. Ini mungkin hal yang paling sulit dilakukan. Seperti jika kita terjebak dalam rutinitas sehari-hari kita, bersikap baik dan selalu tersenyum menjadi semakin sulit. Segala permasalahan baik di rumah maupun di kantor memang berpengaruh pada kehidupan sosial kita. Namun jika kita bisa menyenangkan orang lain dengan senyum kita, apapun permasalahan yang sedang kita hadapi, pasti perasaan senang juga akan datang kepada kita dengan sendirinya.
Dengan melakukan 10 kebiasaan di atas, anda akan mampu menghindari stress dan depresi. Melakukan kebiasaan baik sangat penting untuk mengembangkan dan mempertahankan pikiran sehat.

Baca Selengkapnya10 Kebiasaan Untuk Menghindari Stress Dan Depresi
loading...

Jumat, 15 Januari 2010

Stress Emosional Dapat Menyebabkan Kanker

Stress Emosional
Para ilmuwan telah menemukan bahwa stress emosional sehari-hari memicu pertumbuhan tumor / kanker. Mereka menemukan bahwa apa pun bentuk trauma, baik emosional ataupun fisik, dapat berfungsi sebagai sebuah "jalur" antara mutasi dan kanker yang berpotensi mematikan. Penemuan yang dipublikasikan di Nature, menunjukkan untuk pertama kalinya bahwa kondisi perkembangan penyakit dapat dipengaruhi oleh lingkungan emosional setiap hari termasuk pekerjaan dan keluarga.

Profesor Tian Xu, seorang ahli genetika di Yale University yang memimpin penelitian, mengatakan bahwa banyak kondisi yang berbeda yang dapat memicu timbulnya stress, baik stress fisik atau stress emosional. Menurutnya, mengurangi stress atau menghindari kondisi stress merupakan hal yang baik. Sampai sekarang, para ilmuwan percaya, lebih dari satu penyebab kanker yang diperlukan dalam satu sel agar sel tumor /kanker mampu tumbuh.

Prof Xu dan rekan-rekannya di Yale University, yang melakukan penelitian pada lalat buah, menunjukkan bahwa mutasi dapat menyebabkan kanker bahkan ketika mereka berada di sel yang berbeda. Hal ini karena stress membuka "jalur" di antara mereka. Dia berkata, "Berita buruknya adalah bahwa lebih mudah bagi jaringan untuk mengakumulasi mutasi pada sel yang berbeda daripada sel yang sama."

Baca SelengkapnyaStress Emosional Dapat Menyebabkan Kanker
loading...

Rabu, 09 September 2009

Kebiasaan Buruk Yang Baik Untuk Kesehatan

Kebiasaan Buruk
"Jangan mudah marah, karena bisa meningkatkan tekanan darah tinggi."

"Jangan sering minum minuman bersoda, karena bisa merusak gigi dan menyebabkan kegemukan."

Kita pasti pernah atau bahkan sering mendengar nasihat-nasihat seperti di atas, untuk menghentikan kebiasaan buruk kita. Memang yang namanya kebiasaan buruk pastilah merugikan bagi kita, namun berdasarkan penelitian, tidak semua kebiasaan buruk itu merugikan. Ada beberapa kebiasaan buruk yang justru baik untuk kesehatan. Berikut adalah beberapa kebiasaan buruk yang baik untuk kesehatan.

Marah : baik untuk menjaga tekanan darah.

Kita sudah terbiasa diperingatkan untuk menahan amarah karena bisa menyebabkan Tekanan Darah Tinggi (hipertensi), tetapi sekarang hal itu tidak berlaku karena melepaskan amarah memberikan keuntungan bagi kesehatan.

Peneliti dari Carnegie Mellon University di Pittsburgh menemukan bahwa orang yang segera merespon sesuatu hal yang menjengkelkan (yang bisa menyebabkan stress) dengan kemarahan, mampu menjaga tekanan darah tetap normal dan mensekresi sedikit kortisol (hormon penyebab stress) daripada orang-orang yang merespon dengan rasa takut dan memendam perasaan mereka.

Permasalahannya hanya pada bagaimana seharusnya bereaksi terhadap situasi. Menunjukkan tingkat kemarahan yang proporsional, membantu anda mengembangkan perasaan untuk meningkatkan kontrol dan optimisme. Hal ini tidak terjadi pada perasaan takut atau frustasi, yang justru meningkatkan pengeluaran kortisol. Dimana seringnya stress pada tingkat tertentu bisa menyebabkan penyakit jantung.

Pada penelitian tersebut, psikolog Jennifer Lerner meneliti pada 92 siswa dengan memaksa mereka untuk mengerjakan tugas-tugas yang sangat sulit dan dibawah tekanan. Kemudian peneliti merubah peraturan beberapa kali selama test. Jika jawaban salah, maka tugas harus dikerjakan kembali dari awal, sehingga menyebabkan frustasi.

Kemudian data dicatat, dengan menggunakan kamera video untuk merekam ekspresi wajah siswa, dan peneliti mengidentifikasi tasa takut, kemarahan, dan rasa tidak nyaman. Peneliti juga mencatat tekanan darah, denyut nadi, dan sekresi kortisol.

Hasilnya, siswa-siswa yang wajahnya menunjukkan rasa takut selama test, peningkatan tekanan darah dan sekresi kortisol lebih tinggi dibandingkan dengan siswa-siswa yang marah.

Video Games : meningkatkan metabolisme.

Meskipun dipersalahkan sebagai salah satu penyebab obesitas, bermain video games bisa benar-benar membantu kebugaran dan menurunkan berat badan. Para ilmuwan di University of Miami melakukan penelitian pada 21 anak yang diberikan permainan Tekken 3 (salah satu games pada Sony Playstation).

Pada penelitian tersebut tampak bahwa selama permainan, jantung berdenyut lebih cepat, mereka menggunakan lebih banyak energi dan mulai bernapas lebih cepat. Salah satu peneliti, Dr. Arlette Perry, menyimpulkan bahwa bermain video games bisa memiliki efek positif pada kesehatan. Menurutnya, video games lebih baik daripada hanya duduk menonton televisi.

Mengumpat : mengurangi rasa sakit.

Pada jaman dahulu, operasi yang dilakukan tanpa adanya anestesi, pasien menggigit sebatang kayu untuk mengurangi rasa sakit. Cara ini memang sedikit mengurangi rasa sakit, yang dibuktikan pada penelitian. Namun menurut para peneliti di Keele University, pasien lebih bisa menahan rasa sakit ketika mereka mengumpat atau memaki-maki dari pada menggunakan kata-kata non-ofensif.

Dr. Richard Stephens, seorang dosen psikologi yang menjadi salah satu peneliti, mengatakan bahwa mengumpat berhubungan dengan respon adrenalin. Ditemukan juga pada orang yang sedang mengumpat memiliki detak jantung yang tinggi, sehingga meningkatkan agresifitas mereka. Peningkatan agresifitas telah terbukti mengurangi kepekaan seseorang terhadap rasa sakit.

Dalam penelitian pada 64 mahasiswa yang tangannya direndam dalam bak berisi air es, mereka diperbolehkan untuk mengumpat dengan kata-kata yang ofensif, kemudian tugas diulangi lagi dengan menggunakan kata-kata yang non-ofensif. Ditemukan hasil, bahwa mereka yang mengumpat dengan kata-kata yang ofensif mampu mempertahankan tangan mereka rata-rata 40 detik lebih lama. Ketika ditanya tentang rasa sakit yang dirasakan, mereka juga menilai rasa sakitnya lebih ringan.

Bermalas - malasan : menambah beberapa tahun kehidupan anda.

Ahli Kesehatan Masyarakat, Profesor Peter AXT, mengatakan bahwa seseorang yang bangun pagi-pagi dan menyibukkan diri sepanjang hari adalah awal menuju kematian. Menurutnya, bermalas-malasan adalah kunci untuk hidup lebih lama dan penangkal stress. Dia menyarankan untuk menghabiskan setengah waktu luang kita untuk bermalas-malasan. Penelitian menunjukkan seseorang yang terlalu sibuk, menghabiskan energi yang dibutuhkan untuk keperluan lain seperti regenerasi sel dan menangkal penyakit.

Pada tesisnya, dia membandingkan antara hewan yang hidup di alam liar dengan hewan yang ada di kebun binatang. Misalnya, Singa di Serengeti hanya mampu hidup selama 8 tahun, tetapi mampu hidup selama 20 tahun di kebun binatang. Beruang Kutub Utara hidup selama 20 tahun di alam liar, tapi mampu hidup 40 tahun di penangkaran. Sedangkan contoh pada manusia yaitu pada para pemimpin agama (Kiai, Pendeta, dll) yang cenderung menjalani kehidupan yang tidak terlalu sibuk dengan urusan duniawi, memiliki rata-rata usia hidup lebih lama.

Manfaat lain adalah bahwa otak kita jauh lebih aktif ketika kita melamun. Melamun biasanya dikaitkan dengan hal-hal negatif seperti ketidak-aktifan otak. Namun menurut Profesor Psikologi Kalina Christoff di University of British Columbia, otak kita sangat aktif ketika melamun, jauh lebih aktif daripada kita fokus pada tugas-tugas rutin.

Temuan pada penelitian menunjukkan bahwa melamun, yang bisa menghabiskan sepertiga waktu jaga kita, adalah bagian penting dalam kemampuan kognitif disaat kita memilah-milah informasi penting.

Stress : meningkatkan memory.

Stress dalam jangka waktu yang lama seperti perceraian dapat melemahkan sistem kekebalan tubuh sehingga tubuh menjadi rentan terhadap infeksi. Namun stress akut (stress dalam jangka waktu pendek) justru mampu meningkatkan memori otak, menurut para peneliti di University of Buffalo U.S. Hal ini disebabkan oleh kortisol, mempengaruhi bagian otak yang mengendalikan proses pembelajaran dan memori otak. Stress akut meningkatkan transmisi glutamat, substansi yang menyampaikan pesan pada otak dan meningkatkan kerja memori otak.

Zhen Yan, Profesor Fisiologi dan Biofisika, menjelaskan bahwa kortisol memiliki efek protektif dan efek destruktif pada tubuh. Itulah mengapa kita butuh stress untuk meningkatkan performa otak, namun jangan berlarut-larut karena akan memberikan efek yang destruktif pada tubuh.

Pada penelitian, dilakukan pada tikus-tikus yang telah dilatih untuk menyelesaikan sebuah labirin. Sebagian dari tikus-tikus tersebut dipaksa untuk berenang selama 20 menit, untuk memberikan stress akut. Kemudian tikus-tikus tersebut diletakkan kedalam sebuah labirin. Para peneliti menemukan bahwa tikus-tikus yang sudah diberi stress akut, lebih sedikit membuat kesalahan ketika berjalan melewati labirin dibandingkan dengan tikus-tikus non-stress.

Menghindari Pekerjaan Rumah Tangga : mencegah asma anak.

Meningkatnya jumlah alergi dan kondisi autoimun (seperti psoriasis) selalu dihubungkan dengan masalah higien dan kebersihan. Tetapi sebenarnya itu bukan masalah utama. Survey yang dilakukan tahun lalu di Bristol University dan Brunel University menunjukkan bahwa wanita yang menggunakan produk-produk pembersih rumah tangga selama kehamilan atau segera setelah melahirkan, akan meningkatkan resiko anak terserang penyakit asma.

Penelitian yang dilakukan pada 13.000 anak sebelum lahir, ditemukan bahwa pemaparan bahan-bahan kimia yang terdapat pada produk-produk pembersih terhadap kehidupan awal seorang anak, meningkatkan 41% kemungkinan anak terserang asma pada usia 7 tahun. Karena bahan kimia dalam produk-produk tersebut menyebabkan iritasi pada saluran pernafasan anak.

Musik Keras : merangsang otak.

Menonton konser musik rock, atau menyalakan musik di rumah dengan volume suara yang keras, mungkin baik untuk kekuatan otak anda. Menurut penelitian di Manchester University, ketika mendengarkan musik, bagian dalam dari telinga (sacculus) dirangsang untuk merespon ketukan dalam musik. Hal ini membuat sensasi kesenangan pada otak dan membuat kita merasa nyaman. Sacculus, yang dianggap tidak memiliki fungsi dalam pendengaran manusia, tampaknya hanya sensitif terhadap suara dengan volume yang sangat keras, di atas 90 desibel.

Neil Todd, seorang ahli dalam studi ilmiah tentang musik, menjelaskan bahwa sacculus berhubungan dengan bagian otak yang berfungsi untuk mengatur rasa lapar, seks, dan hedonistik. Ketika sacculus dirangsang dengan suara musik yang keras, otak merespon dengan melepaskan hormon yang membuat kita merasa tenang, bahagia, dan responsif. Jadi untuk memberikan rasa bahagia pada hari Senin pagi, dengarkan musik keras dengan suara yang keras pula.

Minuman Berkarbonat : mencegah demensia.

Meskipun dianggap sebagai penyebab kerusakan gigi dan obesitas, minuman berkarbonat dua kaleng sehari dapat mencegah Alzheimer dan meningkatkan kemampuan memori sebesar 20%. Ahli syarat dari Glasgow Caledonian University, memfokuskan pada otak bagian hippocampus yang bertugas menciptakan memori baru, dimana terjadinya dementia menghambat kerja hippocampus.

Dr. Leigh Riby melakukan test memori terhadap relawan, setelah mengkonsumsi minuman berkarbonat yang mengandung gula 25 g, mampu mengingat 17% lebih banyak memori daripada yang tanpa mengkonsumsi minuman berkarbonat.

Gelisah : melawan obesitas.

Peneliti dari Mayo Clinic U.S mengatakan bahwa orang yang sering gelisah selalu cenderung tampak lebih langsing daripada orang yang selalu tenang dalam menghadapi permasalahan. Gerakan-gerakan ringan yang dilakukan secara tidak sadar saat gelisah seperti gerakan kaki, tangan, jantung berdebar, peregangan otot atau menguap, mengeluarkan 350 ekstra kalori per hari.

Ahli Endokrinologi, James Levine, mengatakan ada perbedaan besar jumlah kegelisahan antara orang-orang yang ramping dan orang-orang yang obesitas. Dimana sering temukan kegelisahan pada orang-orang yang ramping.

Baca SelengkapnyaKebiasaan Buruk Yang Baik Untuk Kesehatan
loading...

Selasa, 03 Februari 2009

Mengurangi Stress Pada Pekerjaan

Mengurangi Stress Pada Pekerjaan
Apakah anda pernah merasa malas untuk berangkat kerja? Karena pekerjaan yang menumpuk dan membosankan, kadang kita merasa stress dan malas untuk berangkat kerja. Mungkin itu merupakan masalah bagi anda yang saat ini sedang bekerja. Memang, bekerja bukan hal yang menyenangkan. Seringkali kita merasa pekerjaan kita tidak ada habisnya. Pekerjaan satu belum selesai, datang lagi pekerjaan lain. Rasanya tidak ada waktu untuk beristirahat, kepala terasa penuh dan membayangkannya saja sudah membuat stress.

Hal itu memang wajar dan susah untuk dihindari. Tetapi ingatlah bahwa kesehatan tubuh adalah yang hal yang terpenting, karena pikiran stress dapat merusak kesehatan tubuh. Untuk menghindari anda merasa tertekan dan terus merasa stress dengan pekerjaan, anda bisa melakukan tips berikut untuk mengurangi stress pada pekerjaan.

Berhenti mengeluh.

Bila kita terus menerus hanya mengeluhkan pekerjaan kita, pikiran kita akan semakin stress dan pekerjaan tetap tidak akan terselesaikan juga. Cobalah cari sedikit nilai positif yang bisa diambil, anggap saja ini sebagai sarana pembelajaran bagi kita. Atau pikirkan hal menarik lain yang akan anda lakukan saat menerima gaji.

Tentukan prioritas.

Memang kita tidak bisa mengerjakan semua pekerjaan sekaligus, maka tentukan mana yang lebih penting yang harus didahulukan dan diselesaikan. Jangan pikirkan pekerjaan lain, karena akan membuat konsentrasi anda semakin terganggu dan pekerjaan akan semakin tertunda dan menumpuk.

Tetap rileks dan istirahat.

Sesibuk apapun kita, saat jam istirahat gunakan waktu sebaik-baiknya untuk bersantai. Bila mungkin, gunakan waktu istirahat untuk tidur minimal 15 menit. Hal ini dapat membuat tubuh dan pikiran lebih segar.

Makan makanan yang bergizi.

Tetap perhatikan makanan anda agar nutrisi tetap terpenuhi. Gizi yang cukup dapat membuat tubuh lebih sehat dan bersemangat. Usahakan agar mengkonsumsi cukup buah dan sayuran.

Pulang tepat waktu.

Bila pekerjaan bisa dikerjakan besok dan anda tidak diminta lembur, pulanglah tepat waktu. Ini akan membantu anda memperoleh waktu lebih banyak untuk beristirahat dan bersantai bersama keluarga.

Minta cuti dan refreshing.

Bila pikiran sudah sangat penat, cobalah minta cuti. Gunakan waktu cuti untuk mengunjungi tempat-tempat wisata, misalnya jalan-jalan ke gunung atau pantai. Bila mungkin, ajaklah anak-anak atau keluarga untuk berlibur bersama.

Cari pekerjaan lain.

Hal ini merupakan salah satu pilihan jika merasa sudah tidak sanggup lagi melaksanakan pekerjaan anda sekarang. Cobalah cari pekerjaan lain yang berbeda dan anda sukai. Namun pikirkan dahulu hal ini dengan matang sebelumnya.

Baca SelengkapnyaMengurangi Stress Pada Pekerjaan
loading...

Posting Terbaru