Tampilkan postingan dengan label Diabetes. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Diabetes. Tampilkan semua postingan

Rabu, 29 Juni 2011

Diabetes Bukan karena Kebanyakan Gula

Dunia sedang menghadapi ledakan penderita diabetes. Data paling baru menyebutkan angkanya mencapai 350 juta orang di seluruh dunia, jauh melebihi prediksi Federasi Diabetes International (IDF) yang memproyeksikan tahun 2010 ada 285 juta penduduk dunia yang akan menjadi korban penyakit yang bisa merenggut penglihatan, bahkan kematian ini.

Walaupun para ahli sepakat diabetes merupakan masalah kesehatan terbesar di abad 21, nyatanya masih banyak orang yang angkat bahu ketika ditanya tentang kemungkinan menderita penyakit ini. Selain karena gejalanya memang tidak terlihat, tak sedikit yang masih mengira penyakit ini disebabkan karena mengasup makanan manis terlalu banyak.


Padahal, menurut dr.Budiman Darmowidjojo, Sp.PD, diabetes melitus tidak berhubungan dengan kebanyakan makan gula. Seseorang didiagnosis diabetes ketika tubuhnya tidak cukup menghasilkan insulin atau tidak menggunakan insulin yang ada dengan benar. "Tidak benar jika penyakit ini timbul karena kebanyakan makan makanan manis," katanya.

Faktor yang menyebabkan tingginya jumlah penderita adalah karena perubahan pola makan menjadi tinggi lemak dan kurangnya aktivitas fisik. Keterkaitan penyakit ini dengan gula mungkin berpangkal dari kenyataan penderita diabetes harus membatasi asupan gula mereka.

"Yang harus dibatasi sebenarnya bukan hanya gula, tetapi total kalori karena sebagian besar yang kita makan untuk dijadikan energi akan diubah menjadi glukosa. Pada penderita diabetes, pola makan yang tidak terkontrol akan meningkatkan kadar glukosa," papar dokter dari Divisi Endokrinologi dan Metabolisme Departemen Ilmu Penyakit Dalam FKUI/RSCM Jakarta.

Pada orang sehat, glukosa secara otomatis diserap oleh sel-sel. Tubuh menggunakan insulin yang dihasilkan oleh sel B pankreas untuk membuka reseptor sel sehingga glukosa bisa masuk. Akan tetapi pada orang yang menderita diabetes, terjadi resistensi insulin sehingga gula darah tidak dapat masuk.

Gula yang berlebih ini terkumpul dalam aliran darah dan dalam jangka panjang bisa menyebabkan komplikasi. "Sebenarnya yang berbahaya bukan gula darah yang tinggi, tetapi komplikasi yang ditimbulkannya," imbuhnya.

Komplikasi

Diabetes merupakan penyakit yang menyerang diam-diam namun pada akhirnya akan menjadi bencana. Penyakit yang makin umum ditemui ini setiap tahunnya membunuh tiga juta orang di seluruh dunia.

Menurut dr.Budiman, penyebab kematian pasien diabetes sebenarnya bukan karena penyakit itu sendiri tetapi komplikasinya. "Hampir 40 persen meninggal karena penyakit jantung, sisanya karena gagal ginjal, stroke, atau kanker," papar ketua Jakarta Diabetes Meeting yang akan diadakan November 2011 mendatang ini.

Komplikasi yang mungkin ditimbulkan oleh diabetes ada yang akut, seperti hipoglikemi (gula darah terlalu rendah) atau hiperglikemia (gula darah terlalu tinggi), atau komplikasi kronik.

"Komplikasi kronik sendiri ada yang memengaruhi pembuluh darah besar seperti penyakit jantung koroner atau stroke, atau yang memengaruhi pembuluh darah kecil sehingga pasien menderita gangguan saraf, ginjal, impotensi, atau kebutaan," paparnya.

Kadar gula darah yang tinggi, terang Budiman, juga akan mengganggu sistem hormonal sehingga kadar hormon tertentu meningkat yang berujung pada naiknya tekanan darah. "Sekitar 60-80 persen pasien diabetes menderita hipertensi," katanya.

Karena itulah sangat penting untuk memeriksakan gula darah guna mawaspadai naiknya kadar gula darah, terutama jika dalam riwayat keluarga ada yang menderita penyakit ini, usia Anda melebihi 40 tahun, menderita kegemukan atau menunjukkan gejala-gejala penyakit ini.

Perbaiki pola makan

Salah satu cara untuk menghindari diabetes adalah dengan menjaga berat badan tetap normal, melakukan olahraga secara teratur, dan memperbaiki pola makan. Ini berarti makan dengan pola makan sehat yang terfokus pada buah-buahan dan sayuran.

Penelitian menunjukkan untuk setiap kelebihan 40 gram lemak yang Anda makan dalam sehari, risiko untuk menderita diabetes meningkat tiga kali lipat. Dan bila Anda sudah menderita diabetes, Anda berpeluang besar mengalami komplikasi.

"Hal ini terjadi karena lemak tubuh membuat sel-sel menolak insulin," kata Frank Q.Nittal, M.D, dalam laporan yang dimuat dalam American Journal of Epidemiology.

Sementara itu penderita diabetes disarankan untuk makan setiap empat atau lima jam dalam porsi kecil. "Yang penting adalah mengatur kalori total," kata Budiman. Kendati demikian penderita diabetes tetap disarankan untuk berhati-hati dalam mengonsumsi gula. Kebutuhan akan makanan yang manis ini bisa dipuaskan dengan pemanis buatan rendah kalori.

Saat ini belum ada obat untuk mengobati diabetes. Itu sebabnya sayangi diri Anda dengan menjaga gaya hidup yang sehat, yang meliputi pola makan, olahraga, istirahat, serta menghindari stres. Pada penderita diabetes pun gaya hidup yang sehat dapat menjaga gula darah tetap stabil sehingga penyakit ini bisa dikendalikan.
Baca SelengkapnyaDiabetes Bukan karena Kebanyakan Gula
loading...

Sabtu, 18 Desember 2010

Terapi Penyembuhan dengan Ekstrak Jeli Gamat

Terapi Penyembuhan dengan Ekstrak Jeli GamatObat Asam Urat dan Kulit Kering

Asam urat (bahasa Inggris: uric acid, urate) adalah senyawa organik dari karbon, nitrogen, oksigen, dan hidrogen dengan rumus kimia C5H4N4O3. Senyawa turunan purina ini ditemukan dalam plasma darah manusia dengan konsentrasi antara 3,6 mg/dL (~214µmol/L) and 8,3 mg/dL (~494µmol/L) (1 mg/dL = 59,48 µmol/L)[2]. Kelebihan (hiperurisemia, hyperuricemia) atau kekurangan (hipourisemia, hyporuricemia) kadar asam urat dalam plasma darah ini sering menjadi indikasi adanya penyakit atau gangguan pada tubuh manusia.

Asam urat merupakan penyakit yang menyebabkan rasa nyeri pada persendian. Hal ini disebabkan oleh meningkatnya kadar purin dalam tubuh yang selanjutnya mengalami penumpukan di persendian serta. Zat purin ini berasal dari makanan yang dikonsumsi baik dari pangan hewani maupun nabati serta dihasilkan juga melalui proses perusakan sel-sel tubuh yang terjadi secara alami maupun disebabkan oleh penyakit.

Pengalaman penderita asam urat
Nama : Misdalina
Usia : 40 tahun.
Keluhan : Asam urat selama +/- 4 tahun dan kulit kering +/- 6 bulan
Jenis Produk : Gold-G Sea Cucumber Jelly

-----------------------------------------------------------------------------

Obat Batu Ginjal

Batu Ginjal di dalam saluran kemih (kalkulus uriner) adalah massa keras seperti batu yang terbentuk di sepanjang saluran kemih dan bisa menyebabkan nyeri, perdarahan, penyumbatan aliran kemih atau infeksi. Batu ini bisa terbentuk di dalam ginjal (batu ginjal) maupun di dalam kandung kemih (batu kandung kemih). Proses pembentukan batu ini disebut urolitiasis (litiasis renalis, nefrolitiasis).

Gejala

Batu, terutama yang kecil, bisa tidak menimbulkan gejala. Batu di dalam kandung kemih bisa menyebabkan nyeri di perut bagian bawah. Batu yang menyumbat ureter, pelvis renalis maupun tubulus renalis bisa menyebabkan nyeri punggung atau kolik renalis (nyeri kolik yang hebat). Kolik renalis ditandai dengan nyeri hebat yang hilang-timbul, biasanya di daerah antara tulang rusuk dan tulang pinggang, yang menjalar ke perut, daerah kemaluan dan paha sebelah dalam. Gejala lainnya adalah mual dan muntah, perut menggelembung, demam, menggigil dan darah di dalam air kemih. Penderita mungkin menjadi sering berkemih, terutama ketika batu melewati ureter. Batu bisa menyebabkan infeksi saluran kemih. Jika batu menyumbat aliran kemih, bakteri akan terperangkap di dalam air kemih yang terkumpul diatas penyumbatan, sehingga terjadilah infeksi. Jika penyumbatan ini berlangsung lama, air kemih akan mengalir balik ke saluran di dalam ginjal, menyebabkan penekanan yang akan menggelembungkan ginjal (hidronefrosis) dan pada akhirnya bisa terjadi kerusakan ginjal.

Pengalaman Penderita Batu Ginjal
Nama : Achyarudin
Usia : 41 tahun.
Keluhan : Batu Ginjal
Jenis Produk : Gold-G Sea Cucumber

-----------------------------------------------------------------------------

Obat Sinusitis dan Tekanan Darah rendah

Sinusitis berasal dari akar bahasa Latinnya, akhiran umum dalam kedokteran itis berarti peradangan karena itu sinusitis adalah suatu peradangan sinus paranasal. Di sekitar rongga hidung terdapat empat sinus yaitu sinus maksilaris (terletak di pipi) , sinus etmoidalis ( kedua mata), sinus frontalis (terletak di dahi) dan sinus sfenoidalis ( terletak di belakang dahi).

Secara klinis sinusitis dibagi atas :
  1. Sinusitis akut
  2. Sinusitis subakut
  3. Sinusitis Kronis
Sedangkan berdasarkan penyebabnya sinusitis :
  • Rhinogenik (penyebab kelainan atau masalah di hidung), Segala sesuatu yang menyebabkan sumbatan pada hidung dapat menyebabkan sinusitis
  • Dentogenik/Odontogenik (penyebabnya kelainan gigi), yang sering menyebabkan sinusitis infeksi pada gigi geraham atas (pre molar dan molar)
Pengalaman Penderita Sinusitis
Nama : Nurbaity
Usia : 45 tahun
Keluhan : Hidung sering tersumbat (sinusitis kronis), alergi debu dan darah rendah +/- 4 tahun
Jenis Produk : Gold-G Sea Cucumber Jelly dan Gold Milk IgG DHA

-----------------------------------------------------------------------------

Lihat pula:
Gamat sebagai Obat Hepatitis
Gamat sebagai Obat Jantung Koroner
Gamat sebagai Obat Jerawat dan Kulit Kusam
Gamat sebagai Obat Kanker
Gamat sebagai Obat Kencing Manis
Gamat sebagai Obat Lupus
Gamat sebagai Obat Maag
Gamat sebagai Obat Psoriasis
Gamat sebagai Obat Radang Paru-paru
Gamat sebagai Obat Radang Sendi
Gamat sebagai Obat Stroke
Gamat sebagai Obat Thalasemia
Gamat sebagai Obat Tumor Lambung
Tentang Pusat Gamat

Kunjungi website: http://pusatgamat.com/

(Artikel Sponsor)
Baca SelengkapnyaTerapi Penyembuhan dengan Ekstrak Jeli Gamat
loading...

Selasa, 15 Desember 2009

Fruktosa, Gula Yang Menyebabkan Diabetes Dan Penyakit Jantung

Fruktosa
Para ilmuwan telah membuktikan untuk pertama kalinya bahwa gula yang murah yang sering digunakan dalam ribuan produk makanan dan minuman ringan dapat merusak metabolisme tubuh manusia dan memicu terjadinya obesitas.

Fruktosa, pemanis yang berasal dari jagung, dapat menyebabkan pertumbuhan berbahaya dari sel-sel lemak di sekitar organ vital dan dapat memicu tahap awal diabetes dan penyakit jantung. Jenis gula ini semakin banyak digunakan sebagai pengganti gula yang lebih mahal seperti dalam yoghurt, kue, salad dan sereal. Bahkan beberapa minuman rasa buah yang katanya menyehatkan ternyata mengandung fruktosa.

Para ahli percaya bahwa fruktosa (yang secara alami ditemukan dalam beberapa buah) bisa menjadi faktor timbulnya diabetes pada anak-anak. Dan diperkirakan bahwa sekitar satu dari 10 anak di negara-negara maju akan mengalami obesitas pada tahun 2015.

Penelitian sebelumnya tentang dampak negatif fruktosa dilakukan pada tikus, namun percobaan pertama yang dilakukan pada manusia telah mengungkapkan masalah kesehatan yang serius.

Lebih dari 10 minggu, 16 relawan pada diet yang dikontrol secara ketat, termasuk fruktosa tingkat tinggi, menunjukkan adanya produksi sel-sel lemak baru di sekitar jantung, hati dan organ-organ pencernaan lainnya. Mereka juga menunjukkan tanda-tanda kelainan pengolahan makanan yang dikaitkan dengan diabetes dan penyakit jantung. Sukarelawan kelompok lain dengan diet yang sama, tetapi fruktosa digantikan dengan glukosa, tidak menunjukkan adanya masalah yang berarti bagi kesehatan.

Sukarelawan pada kedua kelompok ini diambil dari orang-orang yang memiliki berat badan yang sama. Namun, para peneliti di University of California yang melakukan penelitian tersebut mengatakan tingkat penambahan berat badan pada konsumen fruktosa akan lebih besar dalam jangka panjang.

Fruktosa bisa melewati proses pencernaan yang memecah gula, sehingga ketika sampai dalam hati komposisi fruktosa tetap utuh. Hal ini akan menyebabkan berbagai reaksi abnormal, termasuk gangguan terhadap mekanisme tubuh yang menginstruksikan organ tubuh apakah membakar atau menyimpan lemak.

Menurut Kimber Stanhope, seorang ahli biologi molekular yang memimpin penelitian, ini adalah bukti pertama bahwa fruktosa menyebabkan diabetes dan penyakit jantung dimana tidak terlihat perubahan tersebut pada sukarelawan yang mengkonsumsi glukosa.

Fruktosa alami terdapat sekitar 5% -10% dari berat semua jenis buah. Penggunaannya dalam makanan olahan berasal dari sebuah penemuan pada 1971 yang disintesis dari 55% fruktosa dan 45% glukosa dari jagung, membuat bahan lebih murah dan enam kali lebih manis daripada gula tebu.

Sirup tinggi fruktosa dari jagung, atau sirup glukosa-fruktosa, terdaftar sebagai bahan dalam banyak produk makanan dan minuman, meskipun hampir tidak mungkin bagi konsumen untuk mengetahui jumlah dan rasio fruktosa yang digunakan. Namun juru bicara Food and Drink Federation, sebuah grup perdagangan industri Inggris, menyangkal dan berkata: "Tidak masuk akal untuk menyorot satu bahan sebagai penyebab obesitas."

Baca SelengkapnyaFruktosa, Gula Yang Menyebabkan Diabetes Dan Penyakit Jantung
loading...

Sabtu, 16 Mei 2009

Diabetes Pada Anak-Anak

Juvenile Diabetes
Diabetes yang terjadi pada anak-anak dikenal sebagai juvenile diabetes, tetapi juga sering disebut sebagai diabetes type 1. Karena jenis diabetes yang sering terjadi pada anak-anak dibawah umur 16 tahun adalah diabetes type 1, dengan jumlah kasus sekitar 90% - 95%. Juvenile diabetes disebabkan oleh ketidak-mampuan pankreas untuk menghasilkan hormon insulin. Merupakan penyakit autoimmune, yang berarti sistem pertahanan tubuh menyerang organ/ bagian tubuh yang lain.

Dalam kurun waktu 30 tahun terakhir, kasus juvenile diabetes meningkat 3 kali lipat. Dan di Eropa dan Amerika Serikat, kini muncul kasus diabetes type 2 pada anak-anak untuk pertama kalinya. Penyebabnya diperkirakan karena faktor genetika dan faktor lingkungan. Tetapi mayoritas penderita tidak mempunyai sejarah keluarga dengan diabetes.

Gejala juvenile diabetes sama seperti diabetes pada orang dewasa, yaitu mudah merasa lapar dan haus, penurunan berat badan secara drastis, mudah lelah, peningkatan jumlah urin, dan gejala diabetes pada anak-anak dapat juga ditandai dengan sering sakit perut, sakit kepala dan permasalahan perilaku. Para tenaga medis perlu mempertimbangkan kemungkinan juvenile diabetes pada anak yang merasa perut sakit tanpa penyebab yang jelas dalam beberapa minggu dan disertai dengan gejala yang khas.

Jika anda menemui gejala-gejala mirip juvenile diabetes pada anak anda, segeralah periksakan kesehatan anak anda pada dokter dan ceritakan gejala-gejala yang muncul pada anak anda.

Baca SelengkapnyaDiabetes Pada Anak-Anak
loading...

Sabtu, 02 Mei 2009

Diet Untuk Penderita Diabetes

Diet Untuk Penderita Diabetes
Banyak yang beranggapan bahwa penderita diabetes harus makan makanan khusus dan selalu mengikuti pola makan atau diet yang terprogram secara kompleks. Anggapan tersebut tidak selalu benar, karena tujuan utama dari diet diabetes adalah menjaga kadar glukosa darah pada batas normal. Untuk itu, maka sangat penting bagi kita terutama penderita diabetes untuk mengetahui efek makanan pada glukosa darah. Untuk itu diet diabetes seharusnya meliputi makanan reguler, dan suatu diet seimbang dari makanan yang bergizi tanpa meninggalkan rasa lezat.

Bagi kebanyakan orang, menderita diabetes berarti merubah pola makan dari berbagai jenis makanan yang seimbang dan mengatur jadwal makan reguler. Jika selama ini anda telah memiliki jadwal dan pola makan yang sehat, anda tidak perlu merubahnya untuk tetap memiliki kadar gula darah normal.

Untuk diet diabetes, makanan yang dianjurkan adalah makanan yang kaya serat seperti sayur-mayur dan buah-buahan segar. Sebagai variasi, anda masih bisa makan makanan favorit anda dan anda juga bisa coba beberapa makanan yang belum pernah anda makan sebelumnya. Yang terpenting adalah jangan terlalu mengurangi jumlah makan anda karena akan mengakibatkan kadar gula darah yang sangat rendah (hypoglycemia), dan juga jangan terlalu banyak makan makanan yang memperparah penyakit diabetes anda.

Banyak penderita diabetes berjuang untuk hidup dengan cara tetap menjaga berat badan ideal, tetapi pada penelitian para ahli menunjukkan bahwa hal itu tidak banyak membantu dalam mengendalikan kadar gula darah.

Para ahli gizi dan tenaga medis mengatakan bahwa tidak ada suatu diet khusus bagi penderita diabetes, tetapi penderita perlu mengikuti petunjuk ilmu gizi dalam pola makannya, dengan memberikan perhatian khusus pada asupan karbohidrat. Dalam artian bahwa penderita harus mengkonsultasikan dengan para ahli gizi dan tenaga medis untuk merencanakan diet yang sehat. Hal ini dikarenakan karena diet diabetes harus disesuaikan dengan kondisi tubuh dari penderita, dimana kondisi tubuh dari tiap-tiap individu penderita berbeda-beda.

Baca SelengkapnyaDiet Untuk Penderita Diabetes
loading...

Jumat, 01 Mei 2009

Diabetes Type 1

Diabetes Type 1
Dalam dunia kesehatan, diabetes (kencing manis) menjadi suatu masalah serius karena jumlah penderita terus meningkat di seluruh dunia. Dengan populasi dunia yang terus meningkat dan rendahnya pelayanan kesehatan pada beberapa negara, menyebabkan masalah diabetes terus meningkat.

Diabetes merupakan suatu penyakit metabolisme tubuh, dimana terdapat gangguan pada tubuh dalam proses mencerna makanan untuk energi dan pertumbuhan.Dalam proses metabolisme, sebagian besar makanan yang kita konsumsi diproses oleh sistem pencernaan tubuh kita dan dirubah dalam bentuk gula yang disebut glukosa. Glukosa dalam tubuh kita bisa dikatakan sebagai bahan bakar untuk beraktifitas. Ketika kita makan, dan makanan tersebut diproses oleh sistem pencernaan, secara normal pankreas melepaskan hormon insulin ke dalam darah dengan jumlah yang tepat sehingga menghasilkan glukosa darah dalam jumlah yang tepat pula. Karena disini yang bertugas dalam mengatur keseimbangan glukosa darah adalah hormon insulin dengan cara merubah glukosa menjadi energi.

Pada penderita diabetes, hormon insulin tidak dapat diproduksi atau sel tubuh tidak merespon dengan benar hormon insulin yang diproduksi. Sehingga glukosa yang terdapat dalam darah tidak dapat dirubah menjadi energi dan jumlahnya terus meningkat. Dalam konsentrasi tertentu glukosa masuk dalam urin untuk membantu proses pembuangan glukosa darah yang berlebih. Akibat lebih lanjut adalah tubuh kekurangan sumber energi utama walaupun dalam darah terdapat banyak glukosa.

Ada tiga jenis diabetes, yaitu type 1, type 2 dan diabetes gestational. Diabetes yang disebabkan karena kekurangan insulin, disebut sebagai diabetes type 1 yang dikenal sebagai insulin-dependent. Diabetes type 1 merupakan penyakit auto-immune dimana sistem pertahanan tubuh alami menghancurkan bagian tubuh yang lain. Dalam kasus diabetes type 1 ini, sistem tubuh menyerang dan merusak sel-sel yang memproduksi hormon insulin, sehingga pankreas tidak dapat memproduksi hormon insulin. Dan untuk mempertahankan hidupnya, penderita diabetes type 1 ini membutuhkan suntikan hormon insulin setiap harinya. Dari seluruh kasus diabetes, 5% sampai 10% adalah diabetes type 1.

Baca SelengkapnyaDiabetes Type 1
loading...

Sabtu, 07 Maret 2009

Kenali Gejala Diabetes

Diabetes Symbol
Diabetes (Kencing manis) adalah suatu penyakit dengan peningkatan glukosa darah di atas normal. Dimana kadar glukosa darah diatur tingkatannya oleh hormon insulin yang diproduksi oleh pankreas. Peningkatan jumlah penderita diabetes akhir-akhir ini sangat cepat, dan banyak diantaranya tidak menyadarinya betapa seriusnya penyakit tersebut. Hal ini disebabkan karena beberapa penderita tidak merasakan timbulnya gejala-gejala diabetes.

Ada beberapa gejala umum penyakit diabetes dimana seseorang seharusnya memeriksakan pada dokter. Terutama bagi orang yang berumur lebih dari 45 tahun, sangat penting untuk selalu memeriksakan kadar glukosa darahnya setiap tahun. Alasan mengapa banyak orang tidak mengetahui bahwa mereka menderita diabetes karena mereka menganggap enteng gejala-gejala diabetes atau tidak merasakan gejalanya.

Beberapa gejala diabetes yang perlu anda ketahui adalah air kencing yang terlalu banyak, rasa lapar dan haus yang berlebihan, penurunan berat badan yang mendadak atau abnormal, penglihatan agak kabur, borok atau luka yang susah sembuh, terjadinya infeksi atau peradangan yang berulang-ulang, sakit kepala, kelelahan, gatal dan kulit kering. Namun, merasakan beberapa gejala-gejala tersebut bukan berarti anda pasti menderita diabetes, karena beberapa gejala tersebut juga terjadi pada penyakit lain. Untuk memastikannya anda harus segera memeriksakannya pada dokter.

Penting bagi kita untuk mengetahui gejala-gejala diabetes dan penanganan awal dari gejala-gejala tersebut sehingga serangan diabetes yang lebih serius bisa kita hindari. Penanganan awal yang bisa kita pertimbangkan adalah pola dan menu makan, sebelum menggunakan obat dan hormon insulin tambahan. Gaya hidup yang sehat memiliki peran penting dalam mencegah atau mengurangi resiko terjadinya komplikasi dengan penyakit lain, dimana diet sehat dan olahraga adalah faktor penting di dalamnya. Dan juga harus diingat untuk selalu memeriksakan kesehatan kita ke dokter secara rutin.

Baca SelengkapnyaKenali Gejala Diabetes
loading...

Posting Terbaru