Tampilkan postingan dengan label Gangguan jiwa. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Gangguan jiwa. Tampilkan semua postingan

Senin, 28 Maret 2016

Aksi Gila Revi Mariska Semakin Menjadi

ArtisHotTerhenoh - Pemain snetron pada tahun 2001 ini di hebohkan dengan ulah yang tak biasanya, gadis cantik bernama lengkap Revi Mariska ini di duga terkenan gangguan jiwa di akaibatkan karna putus cinta dengan sang kekasihnya Temmy Rahadi  dari kejadian tersebut membuatnya dirinya bertingkah aneh di media sosial dan di heboh kan dengan kegilaannya.


Nah, kali ini Revi terlihat berfoto di atas wastafel sambil berjongkok dan berpenampilan seperti orang tak waras, dengan berpose dengan duduk di lantai dekat tempat pembersih lantai.


Baca juga berita lainnya >> Gila !!! Karena Di Tinggal Kawin Sang Kekasih Artis Cantik Revi Mariska

Para pemain dunia maya dan artis - artis lainnya turut perihatin dnegan musibah yang menimpa  Revi. karna di tinggal sang mantan kekasih.

Dan beberpa sahabat Revi juga menyampaikan rasa prihatin terhadap musibah yang menimpa Revi, dan para sahabatnya revi berharap Revi bisa kembali normal dan bangkit kembali agar bisa kembali berkarya di pentas seni yang selama ini ia jalanin.


Dirinya sering mengupload foto yang berbau seksual dan memamerkan tubuhnya untuk di perlihatkan di media sosial,  dan parea netizen juga menganggap Revi Mariska seorang pemain senetron seri gila karna penyebab di tinggal kawn sang kekasih Temmy Rahadi yang dulu di kabarkan cinlok (Cinta Lokasi), Dan Revi juga pernah mengabarkan bahwasanya dirinya dengan Temmy sudah akan segera menaiki ke jenjang selanjutnya, tiba-tiba tanpa di duga dirnya putus di tengah janaln begitu saja, Gadis yang lahir pada tahun 1986 ini, saat ini sangat prihatin akan kondisinya sekarang yang terkena gangguan jiwa.

Baca SelengkapnyaAksi Gila Revi Mariska Semakin Menjadi
loading...

Selasa, 05 Juli 2011

Cedera Kepala Bisa Bikin Gangguan Jiwa

Dari tahun ke tahun, jumlah pengendara sepeda motor semakin bertambah. Data tahun 2009 saja mengatakan bahwa jumlah pengendara sepeda motor berjumlah lebih dari 52 juta (BPS). Hal ini tentunya selain akan membuat masalah kemacetan, juga akan meningkatkan risiko kecelakaan yang terjadi di jalan raya.

Harian Republika pada tanggal 14 Juni 2011 mengatakan bahwa dari total kejadian kecelakaan sepanjang 2010 yang berjumlah 5.798 kecelakaan, kebanyakan terjadi pada pengendara bermotor.

Melihat kondisi ini, pada 2 Juli 2011 lalu saya menyampaikan presentasi dalam Pertemuan Ilmiah Dua Tahunan Perhimpunan Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa Indonesia di Bandung dengan judul "Gangguan Psikiatrik pada Trauma Kepala: Peluang dan Tantangan".

Dalam berbagai literatur disebutkan bahwa dari sekitar 1,4 juta kasus per tahun di Amerika Serikat, hanya sekitar 235.000 orang yang dirawat intensif di rumah sakit dan 80.000 di antaranya mengalami kecacatan. Saat ini saja terdapat sekitar 5,3 juta orang Amerika yang mengalami cacat berkepanjangan akibat trauma kepala.

Trauma kepala dapat disebabkan oleh kecelakaan bermotor, kecelakaan olahraga, tindak kekerasan, ataupun ledakan bahan peledak. Kondisi ini menimbulkan luka baik terbuka maupun tertutup pada bagian kepala manusia. Beberapa korban mungkin hanya mengalami cedera kepala ringan yang sering disebut gegar otak. Namun, selebihnya ada yang mengalami gejala-gejala terkait dengan perilaku dan perasaan pascacedera kepala tersebut.

Beberapa kondisi gangguan psikiatrik yang dihubungkan dengan kejadian cedera kepala adalah depresi, gangguan pascatrauma, kecemasan, kemarahan, agitasi, agresi, gangguan perilaku, tidak adanya kesadaran diri, gangguan fungsi seksual, gangguan penyalahgunaan alkohol dan napza, serta gangguan psikotik.

Sayangnya, sering kali gejala ini dianggap normal dan bagian yang alami dari proses cedera kepala tersebut. Apalagi, bagi para dokter sering "kelupaan" melihat hal ini dikarenakan timbulnya gangguan ini yang sering kali tidak selalu langsung terjadi setelah peristiwa trauma kepala.

Maka dari itu, penanganan yang baik dan terarah adalah bagian yang sangat penting dalam penanganan kasus-kasus cedera kepala ini. Selain penanganan untuk pasiennya, dokter yang menangani pasien dengan gangguan cedera kepala ini juga harus memberikan informasi yang sebaik-baiknya kepada keluarga, terutama terkait dengan pengharapan dan tujuan pengobatan. Sering kali ini menjadi masalah karena pengharapan pasien dan dokter sering tidak dikomunikasikan dengan baik.

Satu hal yang paling penting adalah upaya pengobatan digunakan untuk mengembalikan fungsi pasien seoptimal mungkin dan mengurangi penderitaannya.

Salam sehat jiwa!

* Psikiater Bidang Psikosomatik Medis
Baca SelengkapnyaCedera Kepala Bisa Bikin Gangguan Jiwa
loading...

Selasa, 18 November 2008

Kesehatan dan Gangguan Jiwa

Gangguan Jiwa
Kesehatan Jiwa : Suatu keadaan yang memungkinkan untuk terjadinya perkembangan fisik, intelektual, dan emosional individu secara optimal, sejauh perkembangan tersebut sesuai dengan perkembangan optimal individu-individu lain.

UU Pokok Kesehatan RI (1960) : Kesehatan adalah keadaan yang meliputi kesehatan badan, mental, dan sosial dan bukan hanya keadaan bebas dari penyakit, cacat, dan kelemahan.

UU No. 23 Thn. 1992 : Kesehatan adalah keadaan sejahtera dari badan, jiwa, dan sosial yang memungkinkan setiap orang hidup produktif secara sosial dan ekonomi.

Seseorang yang sehat mental (WHO) :
  1. Menyesuaikan diri secara konstruktif dengan kenyataan.
  2. Memperoleh kepuasan dalam usaha atau perjuangan hidup.
  3. Lebih puas memberi daripada menerima.
  4. Bebas dari kecemasan atau ketegangan.
  5. Berhubungan dengan orang lain dengan saling tolong menolong.
  6. Menerima kekecewaan dan kegagalan sebagai pelajaran.
  7. Mengarahkan rasa bermusuhan menjadi penyelesaian yang kreatif dan konstruktif.
  8. Mempunyai rasa kasih sayang yang besar.
Gangguan Jiwa : Suatu keadaan dengan adanya gejala klinis yang bermakna, berupa sindrom pola perilaku dan pola psikologik, yang berkaitan dengan adanya distress (tidak nyaman, tidak tentram, rasa nyeri), disabilitas (tidak mampu mengerjakan pekerjaan sehari-hari), atau meningkatnya resiko kematian, kesakitan, dan disabilitas.

Gangguan Jiwa dapat dibedakan :
  • Psikotik – Organik (misal Delirium, Dementia, dll.)
  • Psikotik – Non Organik (misal Skizofrenia, Gg. Waham, Gg. Mood, dll.)
  • Non Psikotik (misal Gg. Cemas, Gg. Somatoform, Gg. Psikoseksual, Gg. Kepribadian, dll.)
Gangguan Jiwa Psikotik : Semua kondisi yang memberi indikasi terdapatnya hendaya berat dalam kemampuan daya nilai realitas, sehingga terjadi salah menilai persepsi dan pikirannya, dan salah dalam menyimpulkan dunia luar, kemudian diikuti dengan adanya waham, halusinasi, atau perilaku yang kacau.

Gangguan Jiwa Neurotik : Gangguan jiwa non psikotik yang kronis dan rekuren, yang ditandai terutama oleh kecemasan, yang dialami atau dipersepsikan secara langsung, atau diubah melalui mekanisme pertahanan/pembelaan menjadi sebuah gejala, seperti : obsesi, kompulsi, fobia, disfungsi seksual, dll.

Baca SelengkapnyaKesehatan dan Gangguan Jiwa
loading...

Posting Terbaru