Tampilkan postingan dengan label kesehatan wanita. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kesehatan wanita. Tampilkan semua postingan

Senin, 20 Februari 2012

Wanita yang Sering Rematik Akan Lebih Susah Punya Anak

Penyakit rematik, khususnya rheumatoid arthritis (RA) tidak cuma berdampak pada nyeri tulang dan sendi. Pada perempuan, penyakit ini juga mempengaruhi sistem reproduksi sehingga peluang untuk punya keturuDibanding jenis rematik lainnya, RA paling banyak ditemukan pada kaum perempuan. Penyakit ini dipicu oleh gangguan autoimun, sehingga sistem kekebalan tubuh yang seharusnya memerangi kuman justru menyerang jaringan tubuh sendiri khususnya persendian.ebih kecil. Gangguan autoimun lain yang lebih banyak menyerang perempuan daripada laki-laki adalah systemic lupus erythematosus (SLE) atau sering disingkat lupus.


Sama seperti RA, lupus juga terjadi akibat sistem kekebalan tubuhnya terlalu aktif lalu menyerang tubuh sendiri. Kedua penyakit autoimun ini juga bisa mempengaruhi sistem reproduksi. Tidak diketahui pasti alasannya namun diduga keduanya meningkatkan risiko keguguran maupun ketidaksuburan sehingga pengidapnya lebih susah punya anak. Dugaan tersebut dibuktikan lewat sebuah penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Arthritis Care & Research baru-baru ini. Penelitian ini melibatkan 1.017 perempuan, termasuk di antaranya adalah 578 orang pengidap RA dan 114 orang pengidap lupus.

Baca SelengkapnyaWanita yang Sering Rematik Akan Lebih Susah Punya Anak
loading...

Kamis, 09 Februari 2012

Awas! Minuman Beralkohol Picu Kanker Payudara

Anda sering mengonsumsi minuman beralkohol? Jika iya, sebaiknya mulai sekarang Anda menghentikan kebiasaan tersebut. Karena selain tidak baik bagi kesehatan, ternyata meminum tiga gelas minuman beralkohol selama seminggu dapat meningkatkan risiko seorang wanita terkena kanker payudara. Demikian menurut sebuah penelitian.
 
Perempuan dalam penelitian yang minum 3-6 gelas anggur per minggu, 15 persen lebih mungkin untuk mengembangkan kanker payudara. Klaim ilmuwan ini berdasarkan data yang diambil selama periode 28 tahun.
Penelitian ini menambah bukti-bukti tentang hubungan antara konsumsi alkohol dan peningkatan risiko kanker payudara. Konsumsi dalam jumlah sedang sampai tinggi sebelumnya telah dikaitkan dengan risiko kanker payudara, dan kini efek dari konsumsi dalam jumlah rendah pun sama menakutkan.
Melibatkan 105.986 wanita, penelitian ini dilaksanakan dari tahun 1980-2008 sebagai bagian dari Nurses Health Study. Semua peserta pun diminta menjawab kuesioner secara berkala tentang konsumsi alkohol mereka dan apakah mereka telah didiagnosa dengan kanker payudara.
Selama masa penelitian, ditemukan 7.690 kasus kanker payudara invasif yang didiagnosis.
Namun kasus meningkat dari 333 kasus kanker payudara menjadi 100.000 kasus pada wanita yang minum 3-6 gelas anggur per minggu.
“Risiko yang ditemukan dalam penelitian ini adalah nyata. Jadi meskipun baik bagi jantung, wanita tetap perlu memikirkan efeknya bagi risiko kanker,” jelas peneliti Dr Wendy Chen, dari Rumah Sakit Wanita Brigham di Boston, AS.
sumber : yahoo.com


Baca SelengkapnyaAwas! Minuman Beralkohol Picu Kanker Payudara
loading...

Berbagai Penyakit yang lebih banyak diderita kaum Ibu

Berbagai Penyakit yang lebih banyak diderita   kaum Ibu
Ari Fahrial Syam

Kita semua bisa lahir kedunia karena keluar dari Rahim kaum ibu. Sudah selayaknya kita semua selalu peduli dan memperhatikan para ibu kita. Dalam perjalanan hidup kaum ibu ternyata ada penyakit-penyakit yang banyak dijumpai pada kaum ibu. Saya coba mengurai sedikit beberapa penyakit yang banyak dijumpai kaum ibu antara lain kanker payudara, Systemic Lupus Eritematosus (SLE) dan Irritable Bowel Syndrome (IBS).

Pria  dan  wanita  mempunyai payudara, tetapi kanker payudara lebih banyak diderita oleh wanita dibandingkan pria. Kanker payudara merupakan salah satu  penyebab kematian terbesar bagi wanita. Data Sistem Informasi Rumah Sakit (SIRS) tahun 2007, kanker payudara menempati urutan pertama pada pasien rawat inap di seluruh RS di Indonesia (16,85%), disusul kanker leher rahim (11,78%).  Angka kejadian kanker payudara saat ini diperkirakan 39  per 100.000 penduduk pada tahun 2008. Seperti juga kanker lainnya prinsip penanganan kanker semakin dini ditemukan semakin mudah untuk diobati. Karena organ payudara berada diluar dari bagian tubuh kita, tentunya deteksi dini akan lebih mudah untuk dilakukan antara lain dengan SADARI (periksa payudara sendiri). Para wanita harus selalu ingat bahwa mereka berisiko untuk mengalami benjolan di payudaranya, wanita mempunyai resiko 100 kali mempunyai kanker payudara dibandingkan pria.  Resiko lain yang juga harus diperhatikan untuk setiap wanita untuk terjadinya kanker payudara adalah riwayat Keluarga yang memiliki riwayat tumor atau kanker payudara, usia diatas 45 tahun, tidak memiliki anak, kehamilan pertama diatas 30 tahun dan riwayat mentruasi pada umur kurang dari 12 tahun atau menopause nya panjang sampai diatas 55 tahun.

Oleh karena itu bagi seluruh ibu apalagi dengan resiko tinggi harus selalu ingat agar secara rutin  memeriksa sendiri  apakah ada benjolan di payudaranya. Jika merasakan ada benjolan sebaiknya segera memeriksakan diri ke dokter untuk memastikan benjolan yang terjadi tersebut.

Penyakit kedua yang saya akan saya angkat disini dan juga lebih banyak dijumpai pada wanita adalah penyakit SLE. Penyakit ini akan dialami 9 kali lebih banyak pada wanita dibandingkan pria. Penyakit SLE terjadi pada 30-50 kasus pada 100.000 penduduk.  Penyakit SLE merupakan penyakit auto imun. Penyakit ini terjadi pada wanita muda usia produktif. Ditandai dengan rambut rontok, gangguan pada kulit terutama wajah berupa merah-merah  kulit seperti kupu-kupu  dan akan bertambah merah jika terpapar sinar matahari, nyeri-nyeri pada sendi dan otot, demam yang tidak terlalu tinggi serta sariawan berulang. SLE bisa menyebabkan berbagai gangguan organ tubuh antara lain  kelainan darah, gangguan ginjal, gangguan jantung dan pembuluh darah, gangguan paru, gangguan pada organ-oragan pencernaan seperti usus, lambung dan liver, gangguan pada sistim syaraf pusat serta  gangguan pada mata. Pasien yang mengalami SLE karena gangguan pada pembekuan darahnya juga bisa mengalami keguguran berulang. Mengingat komplikasi yang multiorgan deteksi dini penyakit ini juga menjadi penting agar komplikasi yang bisa melibatkan banyak organ bisa dicegah. Bagi pasien yang sudah diketahui menderita SLE maka dianjurkan untuk minum obat teratur dan agar selalu kontrol teratur agar komplikasi akibat penyakit SLE tidak terjadi.

Penyakit ketiga yang juga lebih banyak diderita oleh kaum ibu adalah Irritable Bowel Syndrome (IBS). Laporan kejadian IBS pada wanita rata-rata 2-3 kali lebih banyak dibandingkan pria. Pasien dengan IBS biasanya datang dengan keluhan nyeri perut yang hilang timbul, disertai dengan kembung bisa disertai dengan diare atau malah susah buang air besar. Nyeri perut ini biasanya berkurang setelah buang air besar. Penyakit ini diangkat karena penyakit ini mengenai 10-15 % penduduk dunia.Tidak ada perbedaan ras terhadap angka kejadian penyakit ini.Pasien dengan IBS bisa datang dengan Mencret atau susah BAB. Melalui pemeriksaan lebih lanjut tidak ditemukan kelainan pada pasien ini atau tidak ditemukan kelainan organik.IBS merupakan penyakit fungsional. Banyak pasien yang datang ke dokter dengan perut kembung kadang disertai nyeri perut dan diare.Terutama setelah makan makanan tertentu misal terlalu berlemak atau terlalu pedas. Pasien bisa saja tidak merasakan keluhan ini sebelumnya. Apakah penyakit IBS ini berbahaya sampai mengancam jiwa. Jawabannya tidak tapi penyakit IBS ini akan mengganggu aktifitas pasien yang mengalami masalah IBS. Keluhan kembung dan nyeri perut ini tentu akan mengurangi kualitas hidup seseorang.Karena keluhan bisa timbul setiap saat atau setiap waktu yang biasanya dicetuskan oleh makanan tertentu atau faktor stress. Faktor stress timbul bisa karena berbagai hal seperti kurang tidur,terlalu lelah,masalah keluarga,sekolah maupun masalah pekerjaan. Pada sebagian wanita keluhan IBS tercetus saat menstruasi dan saat kehamilan. Penanganan pasien ini biasanya dengan menghindari makanan tertentu seperti makanan yang berlemak,makanan terlalu merangsang seperti makanan yang pedas,kopi,minuman yang bersoda.Obat2 yang diberikan obat anti cemas sesuai kebutuhan,obat anti keram (antispasmodik),anti diare atau pencahar tergantung keadaan BABnya.Probiotik juga bisa diberikan terutama untuk IBS dengan keluhan susah BAB.Dengan berobat yang teratur dan menghindari faktor pencetus kita dapat mengendalikan penyakit ini.

Demikian uraian saya mengenai 3 penyakit yang lebih didominasi pada wanita dibandingkan pria. Agar para ibu lebih peduli terhadap kesehatannya ditengah kesibukanya bekerja sekaligus menjadi ibu rumah tangga.

Salam sehat,
Ari Fahrial Syam
@DokterAri
www.dokterari.com

Baca SelengkapnyaBerbagai Penyakit yang lebih banyak diderita kaum Ibu
loading...

Posting Terbaru