Tampilkan postingan dengan label Politik. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Politik. Tampilkan semua postingan

Senin, 13 Juli 2009

Isu Calon "Menkominfo" Kabinet SBY-Boediono

akarta - Dua nama sudah diisukan menjadi calon Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) dalam kabinet pimpinan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) - Boediono. Keduanya adalah Tiffatul Sembiring (Presiden Partai Keadilan Sejahtera) dan Andi Mallarangeng (juru bicara Kepresidenan).

Telusur informasi yang dilakukan detikINET, Senin (13/7/2009), menunjukkan latar belakang keduanya. 'Bakal calon' Menkominfo, Tiffatul Sembiring, ternyata memiliki keterkaitan dengan bidang Teknologi Informasi (TI).

Tiffatul diketahui merupakan Insinyur Komputer lulusan Sekolah Tinggi Ilmu Manajemen Informatika dan Komputer (STI&K) Jakarta. Ia juga pernah bekerja di PT PLN, tepatnya di Pusat Pengaturan Beban Jawa, Bali dan Madura pada tahun 1980-an.

Namun latar belakang TI Tiffatul agak tenggelam karena ia memutuskan untuk berkiprah lebih jauh di bidang dakwah dan politik. Apalagi Tiffatul pernah menimba ilmu di International Politic Centre for Asian Studies Strategic di Pakistan.

Sedangkan Andi Mallarangeng memang punya latar yang sangat kental dalam hal politik. Pria yang khas dengan kumisnya ini merupakan jebolan Universitas Gajah Mada dari Fakultas Sosial dan Politik.

Andi pun merupakan pemegang gelar doktor di bidang ilmu politik. Gelar itu diraihnya dari Northern Illinois University (NIU) Dekalb, Illinois, Amerika Serikat.

Latar belakang dan kiprah Andi jelas kental dengan nuansa politik. Mulai dari ilmu yang diraihnya, hingga kiprahnya di pemerintahan menunjukkan bidang politik tak pernah ditinggalkan Andi.

Tapi ingat, dua sosok itu belum tentu akan dipilih SBY sebagai Menkominfo berikutnya. Isu masih terus bergulir dan nama-nama baru, bukan tidak mungkin, masih akan muncul.(detik.com)
Baca SelengkapnyaIsu Calon "Menkominfo" Kabinet SBY-Boediono
loading...

Sabtu, 11 Juli 2009

Berebut Kursi Menteri SBY

Berdasarkan UU 39/2008 tentang Kementrian Negara, jumlah anggota kabinet ke depan memang sudah dipatok maksimal 34 orang. Itupun pos-posnya sudah ditentukan cukup rinci. Alhasil, dengan sokongan 24 parpol pendukung, SBY pun diprediksi akan cukup kelimpungan menangani kemauan para pihak yang 'berkeringat' dalam kampanye pilpres itu.

PKS misalnya, akan menyodori SBY delapan nama. Mereka adalah Hidayat Nur Wahid, Tifatul Sembiring, Salim Segaff Al Jufri, Anis Matta, Irwan Prayitno, Suharna Surapranata, Sohibul Iman dan Surahman Hidayat. "Delapan nama itu yang dulu pernah kita lansir sebagai calon pemimpin dari PKS," ujar Ketua DPP PKS DPR Mahfudz Siddiq.

Menurutnya, nama-nama ini akan menjadi prioritas PKS untuk duduk di kabinet SBY-Boediono. Terlebih, PKS-SBY memiliki kontrak politik yang sudah diteken bersama. Meski, lanjut Mahfudz, hal itu tidak lantas diartikan SBY mempunyai utang politik.

"Soal kabinet ini porsinya berapa dan siapa yang akan duduk belum ada keputusan, yang jelas diantara delapan nama itu. Kalau nanti SBY mau diambil tiga, empat, lima atau semuanya ya tidak apa-apa, terserah SBY saja," katanya.

Saat sebelum Pilpres berlangsung, tersiar kabar SBY sudah merestui 4 pos menteri yang diajukan PKS. Mereka adalah Tifatul Sembiring untuk Menkominfo, Suharna Surapranata untuk Menristek, Salim Segaff Al Jufri untuk Mensos dan Suswono untuk Menteri Pertanian. Sementara nama-nama yang ditolak SBY disebut-sebut yakni Soeripto (Menperin), Irwan Prayitno (Mendiknas) dan Kemal Stamboel (Menneg BUMN).

Hal serupa juga dikabarkan dilakukan PKB. Setidaknya 3 nama disodorkan nama oleh partai bentukan Abdurrahman 'Gus Dur' Wahid ini. Mereka adalah Lukman Edy yang kini masih menjabat Menneg PDT, Muhaimin Iskandar sebagai Menpora dan Nursyahbani Katjasungkana sebagai Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan.

"Insya Allah, doain saja yah (jadi Meneg Pemberdayaan Perempuan)," ujar Nursyahbani saat dikonfirmasi soal posisi Menneg PPP.

Sama halnya dengan kubu PPP. Parpol berlambang kabah ini juga berharap upaya keras selama pilpres diganjar 4 kursi menteri. "Sekarangkan kita cuma dua yang duduk di kabinet, Pak Suryadharma Ali sebagai Menkop dan Pak Bachtiar Chamsyah sebagai Mensos. Jadi ya insya Allah lah kita dapat lebih, mudah-mudahan dapat empat," ungkap Sekjen PP Irgan Chairul Mahfiz.

Ia beralasan PPP sebagai parpol mitra koalisi yang berjibaku memenangkan SBY-Boediono layak mendapatkan menteri lebih dari periode saat ini. Namun, dirinya berdalih keputusan final tetap di tangan SBY.

"Itu adalah hak preogratif SBY sebagai presiden terpilih. Kita tidak akan memaksa agar PPP harus dapat jatah sekian menteri," ucap Irgan.

Partai Demokrat sendiri mengaku, selain daftar koalisi, kabinet mendatang juga akan tetap dihiasi wajah Golkar. Alasannya, banyak kader beringin yang juga ikut lelah membantu SBY-Boediono. "Golkar akan masuk juga dalam kabinet karena Golkar punya SDM yang baik dan Golkar itu tidak biasa jadi oposisi. Lagi pula selama ini banyak kader Golkar yang lari ke SBY membantu memenangkan SBY-Boediono," jelas Waketum PD Achmad Mubarok.

Meski demikian, Mubarok memastikan kabinet mendatang akan lebih banyak diisi kaum profesional non parpol. Hal ini dilakukan SBY guna memperkuat sistem presidensial. Langkah itu juga untuk menghindari dominasi parpol dan konflik internal koalisi SBY.

"Sekarang ini partai tidak bisa meminta jatah menteri sama sekali. Kenapa SBY akan berani seperti itu, karena Demokrat itu sekarang adalah partai terbesar sebagai pemenang pemilu. Koalisi yang selama ini dibangun itu hanya untuk memperkuat pemerintah di parlemen saja," tegas Mubarok.

Pastinya, suasana politik ke depan tidak akan jauh dari keramaian politik menyoal pembentukan kursi kabinet. Akankah kubu SBY tetap teguh berpegang pada prinsip sebagai pemenang pemilu atau 'melembek' dengan gertak sambal politik? Atau koalisi akan diwarnai dengan kehadiran Golkar yang bisa jadi akan mengalahkan dominasi parpol menengah? Kita tunggu saja.(inilah.com)
Baca SelengkapnyaBerebut Kursi Menteri SBY
loading...

Jumat, 10 Juli 2009

G8 janji investasi pangan

Para pemimpin G8 dalam KTT di Italia telah menyepakati program 20 miliar dollar untuk meningkatkan pertanian di negara berkembang.

Investasi yang berjumlah 5 miliar dollar lebih banyak dari yang diharapkan akan mendanai prakarsa tiga tahun untuk membantu negara-negara miskin mengembang pertanian mereka sendiri.

Presiden Amerika Serikat Barack Obama mengatakan, masalah ketahanan pangan sangat penting bagi semua bangsa di dunia.

Negara-negara kaya memiliki kewajiban moral untuk membantu negara-negara yang lebih miskin, kata Obama.

Obama menambahkan negara-negara G8 telah setuju untuk mencurahkan 15 miliar dollar untuk prakarsa baru saat datang ke pertemuan hari Jumat, tapi kemudian menjanjian t miliar dollar lagi dalam pembicaraan mereka.

Menteri Perdagangan RI Mari Pangestu, yang hadir daam pertemuan G8 mengatakan kepada BBC, dana itu terutama ditujukan kepada negara-negara Afrika sub-Sahara.

Sementara itu, kepala Organisasi Pangan dan Pertanian PBB, FAO, Jacques Diouf, menyambut pergeseran dalam kebijakan dari bantuan pangan ke investasi dalam sektor pertanian.

Namun, dia mengatakan, jumlah uang tersebut tidak cukup untuk menanggulangi seluruh kelaparan di dunia.

Dan, tidak jelas seberapa banyak dari dana tersebut dana baru. Badan-badan bantuan mengatakan, lebih dari 20 miliar dollar masih belum dipenuhi dari janji-janji serupa yang dikeluarkan dalam pertemuan puncak G-8 empat tahun lalu(bbc.co.uk)
Baca SelengkapnyaG8 janji investasi pangan
loading...

SBY Menang Karena Rakyat Dambakan Pemberantasan Korupsi

Karimun, Kepri (ANTARA News) - Ketua Forum Lintas Komunikasi LSM Kabupaten Karimun, Kepri, Rahmad Kurniawan, berpendapat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY)-Boediono menang dalam Pilpres karena rakyat mendambakan kelanjutan pemberantasan korupsi.

"Tak terkecuali di Kabupaten Karimun, rakyat sangat mendambakan kelanjutan sebab setiap tahun kebocoran anggaran sebesar 30 persen, namun jumlah penggembos keuangan negara itu masih sangat minim yang diseret ke meja hijau," ucapnya di Tanjung Balai Karimun, Jumat.

Rahmad menjelaskan meski penegakkan hukum atau pemberantasan korupsi pemerintahan lalu masih mengkhawatirkan, tetapi harapan rakyat tidak pernah pupus pada SBY, katanya.

Ia pun berharap SBY bisa melaksanakan harapan sebagian besar rakyat Indonesia itu yakni memberantas korupsi sampai keakar-akarnya dan penyelamatan sumber daya alam dari eksploitasi yang sewenang-wenang.

Untuk wilayah perbatasan seperti Kabupaten Karimun, selain memprioritaskan pemberantasan korupsi, presiden diharapkan juga mengutamakan pemberantasan kejahatan transnasional, seperti perdagangan orang, penyeludupan sumber daya alam, dan perdagangan narkoba.

"Geografi Karimun yang strategis, Karimun sudah sejak lama dijadikan sebagai wilayah transit kejahatan transnasional," tuturnya.

Menurut dia penegakan hukum dan pemberantasan kejahatan transnasional akan percuma bila tidak ada langkah khusus dalam memerangi mafia peradilan dan pemberian sanksi tegas.

Jika itu mafia peradilan diberantas, penyidik tidak memiliki senjata pamungkas lagi untuk membebaskan pelaku dengan dalih tidak cukup bukti dari para tersangka.

Selama ini ketidakcukupan bukti memiliki arti ganda, pertama menunjukkan betapa lemahnya dari kinerja aparat penegak hukum dan kedua tidak tertutup adanya konspirasi untuk melemahkan penegakan hukum, tuturnya.

Sebab itu pemberian sanksi tegas hingga pemecatan, ucap dia, sangat diperlukan guna memberikan efek jera para aparat penegak hukum yang kotor dan memberikan kesempatan bagi aparatur yang berprestasi untuk menempati jabatan.

Berbagai program yang telah dilaksanakan SBY pada pemerintahan lalu, mulai dari BOS, BLT, PNPM hingga Jamkesmas, untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat kecil, tidaklah begitu berarti. Jika agenda pemberantasan korupsi berhasil dilakukan secara kongkret.

"Sebab jumlah masyarakat yang disejahterakan dengan keberhasilan program pemberantasan korupsi tentunya akan jauh lebih besar lagi," ujarnya.(antaranews.com)
Baca SelengkapnyaSBY Menang Karena Rakyat Dambakan Pemberantasan Korupsi
loading...

Roy Suryo Siap Menjadi Menkominfo

Isu mengenai Roy Suryo bakal diangkat menjadi Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo), jika Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) terpilih kembali menjadi Presiden kini mulai menghangat.

Roy Suryo selaku pakar telematika juga diketahui aktif berperan di dunia politik bersama Partai Demokrat, bahkan saat ini dia terpilih menjadi salah satu anggota DPR priode 2009-2014.

"Itukan hanya kabar. Saya tidak ingin menjadi seperti pungguk merindukan bulan. Yang ada sekarang, saya hanya ingin konsentrasi menjadi anggota DPR saja,' kata Roy Suryo, seperti yang diberitakan oleh situs okezone, Minggu (5/7/2009) siang.

Menurut pria yang masih keturunan ningrat itu, ada perbedaan tugas antara menjadi menteri dan anggota dewan. Menteri mempunyai tugas sesuai dengan garis besar yang telah ditentukan, sedangkan DPR menjalankan tugas untuk membuat peraturan yang berguna untuk masyarakat.

Tapi, Roy dengan diplomatis mengatakan siap bila dirinya diberi amanah dimanapun, termasuk menjadi Menkominfo. "Saya siap jika diberi tugas untuk menjadi Menkominfo. Tapi saat ini, saya belum mempunyai pilihan itu," tegas roy.(okezone.com)
Baca SelengkapnyaRoy Suryo Siap Menjadi Menkominfo
loading...

Hasil pilihan presiden yang fantastis

Melihat Hasil pilihan presiden indonesia memang sangat fantastis dan menakjubkan.
walaupun hasil pilihan presiden tersebut masih sementara (belum siap sepenuhnya) namun hampir dapat di pastikan bahwa kekuatan politik serta kepercayaan rakyat masih dipegang kuat oleh bapak susilo bambang yudoyono /sby dan memungkinkan memberi kemenangan pilihan presiden indonesia kali ini cukup dengan satu pusingan
Walaupun banyak pihak yang meramalkan bahwa pasangan susilo bambang yudoyono dan budiono akan kalah dalam pilihan raya presiden kali ini.Namun rupanya suara rakyat memberikan jawapan yang lain.
Apakah pak susilo bambang yudhoyono / sby cukup sukses memimpin indonesia pada tahun lalu?
berbagai pandangan berbeda mungkin yang timbul,namun banyak yang berpendapat bahwa pada periode lalu,ekonomi indonesia nampaknya bisa di bilang lebih baik dibawah pimpinan sby.Dan mempunyai ketegasan dalam pemberantasan korupsi di indonesia.
mungkin itu salah satu senjata ampuh dalam kampanye pilihan presiden indonesia dan mampu memikat hati rakyat sehingga pasangan susilo dan budiono dapat dengan mudah memenangi pilihan presiden kali ini
Sebagai rakyat kecil,kami cuma bisa berharap Semoga pasangan susilo bambang yudhoyono dan budiono ini mampu mengemudikan indonesia menjadi negara yang lebih makmur.
memang untuk memajukan indonesia bukanlah kerja mudah.Ibarat jatuh,luka indonesia itu sudah parah.Dan membutuhkan waktu panjang untuk pulih
kami yang berkecimpung di dunia blogger cuma bisa ngomel dan berharap,semoga kepercayaan rakyat dalam pilihan presiden kali ini tidak di salah gunakan dan dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab (www.gandensang.com)
Baca SelengkapnyaHasil pilihan presiden yang fantastis
loading...

Posting Terbaru