Tampilkan postingan dengan label Vaksin. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Vaksin. Tampilkan semua postingan

Selasa, 12 Januari 2010

Pengembangan Vaksin Leukemia (Kanker Sel Darah)

Vaksin Leukemia
Vaksin leukemia sedang diuji pada pasien untuk pertama kalinya, sebuah terobosan yang dapat menawarkan harapan bagi ribuan penderita leukemia. Peneliti Inggris telah mengembangkan vaksin yang dapat digunakan untuk mencegah kekambuhan penyakit leukemia setelah dilakukan kemoterapi (pengobatan) atau transplantasi sumsum tulang. Diharapkan vaksin ini bisa mengaktifkan sistem kekebalan tubuh untuk melawan leukemia, dan dapat digunakan untuk mengobati jenis kanker lainnya.

Leukemia adalah kanker dari sel-sel darah putih dan sumsum tulang, dan menyerang sekitar 7.200 pasien baru per tahun. Sekitar 4.300 meninggal setiap tahun karena penyakit ini. Tingkat ketahanan hidup terbaru menunjukkan bahwa lebih dari setengah dari penderita leukemia meninggal dalam waktu lima tahun setelah diagnosis.

Penanganan leukemia dibagi dalam dua tahap, kemoterapi untuk membersihkan tubuh dari penyakit, kemudian untuk mencegah kekambuhan digunakan kemoterapi atau transplantasi sumsum tulang. Gagasan penelitian tentang vaksin leukemia bukan untuk mencegah penyakit, namun diharapkan vaksin mampu memprogram sistem kekebalan tubuh untuk memburu sel-sel kanker dan menghancurkannya. Vaksin kemudian mendorong sistem kekebalan tubuh untuk mengenali sel-sel leukemia sehingga jika sel-sel tersebut muncul kembali (kambuh), sistem kekebalan tubuh segera bereaksi.

Vaksin ini dibuat dengan mengambil sel-sel dari darah pasien dan memanipulasi mereka di laboratorium. Pasien dalam penelitian ini, memiliki bentuk leukemia yang dikenal sebagai Acute myeloid leukaemia (AML), bentuk yang paling umum pada orang dewasa. Sel diberi dua gen yang bertindak sebagai flag untuk membantu mengidentifikasi leukemia. Dengan harapan, secara efektif bisa meningkatkan kemampuan sistem kekebalan untuk mencari dan menghancurkan sel-sel kanker.

Penelitian yang dipimpin oleh Prof. Ghulam Mufti, Prof. Farzin Farzaneh dan Dr. Nicola Hardwick di University College London, telah melakukan tugas rumit untuk mengembangkan virus buatan manusia, mirip dengan HIV, yang membawa dua gen ke dalam sistem kekebalan tubuh. Prof. Farzaneh, Professor of Molecular Medicine di King's College London, mengatakan jika uji coba berhasil maka bisa digunakan untuk mengobati leukaemia dan sel kanker lainnya. Konsep pembuatan vaksin leukemia sama seperti vaksin biasanya. Sistem imun dibuat untuk melihat sesuatu yang asing dan kemudian dapat menghancurkannya sendiri. Hal ini memiliki kemungkinan untuk menjadi pengobatan kuratif.

Pengembangan yang telah dilakukan selama 20 tahun ini, didanai oleh Departemen Kesehatan dan berbagai kegiatan amal termasuk Leukemia Research Fund (LRF) dan Elimination of Leukaemia Fund (ELF). Dr. David Grant, direktur ilmiah LRF, mengatakan bahwa vaksin kanker merupakan daerah yang sangat menarik dari penelitian dan dapat menawarkan alternatif yang sangat bermanfaat menggantikan pengobatan kemoterapi. Namun sangat dini dan kita perlu melihat hasil uji coba ini sebelum kita tahu apakah potensi ini juga akan direalisasikan. Hasil penelitian ini dijadwalkan akan diterbitkan dalam Journal of Cancer Immunology segera.

Baca SelengkapnyaPengembangan Vaksin Leukemia (Kanker Sel Darah)
loading...

Jumat, 08 Januari 2010

Penyebaran Vaksin Malaria Melalui Nyamuk

Nyamuk Malaria
Ilmuwan Eropa akhir-akhir ini melakukan penelitian yang sangat berani dengan menyebar parasit malaria melalui perantara nyamuk. Hasil yang didapat dari penelitian tersebut adalah bahwa setiap orang yang telah menerima vaksin malaria sebelum mendapatkan gigitan nyamuk, kebal terhadap parasit malaria. Sedangkan yang belum mendapatkan vaksin malaria, tidak kebal dan berkembang menjadi penyakit malaria.

Memang penelitian yang dilakukan tersebut merupakan penelitian kecil yang tidak dapat digolongkan dalam penelitian yang teruji. Namun hasil penelitian tersebut menunjukkan titik cerah dalam pengembangan vaksin malaria yang efektif melawan salah satu penyakit yang mematikan.

Menurut Dr. Carlos Campbell dari Program for Appropriate Technology in Health (PATH), yang dipublikasikan di New England Journal of Medicine, "Seluruh parasit malaria merupakan agen imunisasi yang paling ampuh, meskipun lebih sulit untuk mengembangkannya".

Malaria membunuh hampir satu juta orang setiap tahun, kebanyakan anak-anak di bawah 5 dan terutama di Afrika. Nyamuk menyebarkan parasit malaria immature melalui gigitan, dan parasit menuju ke hati dimana parasit menjadi mature dan berkembang biak. Kemudian, parasit memasuki aliran darah dan menyerang sel darah merah, fase yang membuat orang menjadi sakit malaria.

Seseorang dapat memiliki kekebalan tubuh terhadap malaria jika terserang berkali-kali. Dan obat chloroquine dapat membunuh parasit dalam aliran darah fase akhir, fase yang paling berbahaya. Disini peneliti mencoba mengambil keuntungan dari kedua faktor tersebut, dengan menggunakan chloroquine untuk melindungi tubuh sementara, dan secara bertahap tubuh di-ekspos dengan parasit malaria dan membiarkan kekebalan tubuh berkembang.

Penelitian melibatkan 10 relawan yang diberi nama kelompok vaksin dan 5 relawan lain sebagai kelompok pembanding. Semua diberi chloroquine selama 3 bulan, dan sebulan sekali mereka diberi gigitan nyamuk; kelompok vaksin diberi gigitan nyamuk pembawa parasit malaria, sedangkan kelompok pembanding diberi gigitan nyamuk yang tidak terinfeksi parasit malaria.

Setelah 3 bulan, semua 15 relawan berhenti diberi chloroquine. 2 bulan kemudian, semua diberi gigitan nyamuk yang terinfeksi malaria. Hasilnya, tak satu pun dari 10 relawan kelompok vaksin menjadi sakit malaria, sedangkan semua 5 relawan kelompok pembanding menjadi sakit malaria.

Penelitian ini dilakukan di laboratorium Universitas Radboud di Nijmegen - Belanda, dan didanai oleh dua yayasan, juga pemerintah Perancis. Menurut Dr. Robert Sauerwein, salah seorang peneliti, "Ini bukan vaksin seperti pada produk-produk komersial, tetapi cara untuk menunjukkan bagaimana seluruh parasit dapat digunakan sebagai vaksin untuk melindungi tubuh terhadap penyakit.

Baca SelengkapnyaPenyebaran Vaksin Malaria Melalui Nyamuk
loading...

Posting Terbaru