Tampilkan postingan dengan label obesitas. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label obesitas. Tampilkan semua postingan

Rabu, 02 Mei 2012

Mengatasi Dampak Buruk dari Obesitas

Obesitas merupakan salah satu hal yang harus anda waspadai. Dewasa ini, banyak orang yang menderita obesitas dikarenakan gaya hidup yang tidak seimbang. Ada banyak factor yang dapat menyebabkan obesitas. Dipandang dari sudut pandang medis, kondisi ini termasuk parah karena obesitas dapat menyebabkan berbagai jenis komplikasi kesehatan. Penyakit lain yang sering menyertai obesitas ialah gangguan jantung, empedu, sukar bernafas, serta penyakit kulit seperti jerawat. Jerawat merupakan salah satu penyakit yang dapat ditemui pada orang dengan berat badan berlebih. Hal ini sering ditemui karena obesitas menyebabkan pengaturan hormonal yang tidak terkontrol. Ada banyak jenis pengobatan yang dapat anda lakukan untuk mengobati obesitas pada diri anda.

Obesitas dapat diobati dengan mengguakan obat pelangsing yang dapat dengan mudah ditemui di apotek ataupun toko online. Saat anda ingin mengobati obesitas anda, sebaiknya anda meminta bantuan dari dokter ahli agar rencana pengobatan anda lebih tepat dan akurat. Sebenarnya selain mengkonsumsi obat anda juga dapat melakukan operasi sedot lemak. Namun demikian operasi ini menjadi langkah terakhir yang bisa anda tempuh karena agak berbahaya. Anda harus melakukan beberapa kali pengulangan agar operasi anda menjadi lebih optimal. Untuk mendapatkan tubuh langsing dengan sedikit pengorbanan, anda dapat mencoba mengkonsumsi obat pelangsing. Kebanyakan obat pelangsing yang ditemui dipasaran menggunakan zat aktif yang sering disebut juga sebagai Orlistat. Zat aktif ini terbukti efektif untuk mengobati obesitas anda. Zat ini akan berguna untuk mengambat dua jenis enzim dalam saluran pencernaan anda yang juga dapat membantu untuk mencerna lemak. Dengan bantuan dari enzim ini, 30% jumlah total lemak dalam tubuh anda akan diserap oleh tubuh. Oleh karena itu, dengan bantuan obat pelangsing ini maka anda dapat menurunkan berat badan anda dalam jangka waktu tiga bulan. Selain itu, obat pelangsing lain yang biasa ditemui ialah obat Phentermine. Obat ini dijual dalam bentuk tablet yang bekerja untuk memblok neurotransmitter yang bertanggung jawab mengirim pesan ke otak bahwa anda tidaklah lapar. Dengan demikian, anda dapat mengurangi konsumsi makanan anda dan berat badanpun turun.

Efek sekunder yang biasa ditemui oleh orang dengan berat badan berlebih ialah jerawat. Agar anda dapat mengatasi masalah jerawat, sebaiknya anda memilih untuk mengkonsumsi obat jerawat. Untuk mengkonsumsi obat tersebut, tidak lupa untuk berkonsultasi dengan dokter agar hasil dari pengobatan anda lebih optimal. Berbagai jenis merk obat jerawat dapat anda temui dipasaran. Untuk melakukan pencegahan di bagian tubuh yang lain, anda dapat mencoba menggunakan pembersih wajah. Ada beberapa jenis pembersih wajah yang dapat membantu mengkontrol kadar minyak di wajah anda. Oleh karena itu, andapun dapat meminimalisir jerawat yang muncul di wajah anda.
Baca SelengkapnyaMengatasi Dampak Buruk dari Obesitas
loading...

Jumat, 02 Januari 2009

Bir Tidak Menyebabkan Perut Buncit

Bir
Banyak minum bir ternyata tidak menyebabkan perut pria menjadi buncit ("beer belly"), menurut para ilmuwan. Peneliti di Inggris dan Republik Czechnya telah mensurvei hampir 2.000 orang Czechs, yang secara umum dikenal sebagai peminum bir terbesar di dunia.

Mereka menemukan bahwa tidak ada keterkaitan antara jumlah bir yang mereka minum dan ukuran perut mereka.

Menulis di European Journal of Clinical Nutrition, para peneliti mengklaim bahwa anggapan orang, perut mereka buncit karena terlalu banyak minum bir adalah salah.

Peminum Bir

Dr Martin Bobak dari University College London dan para kolega di Institute of Clinical and Experimental Medicine di Praha menanyai 891 pria Czechnya dan 1.098 wanita berumur antara 25-64 sebagai penelitian mereka.

Tradisi orang Czechnya, secara perorangan lebih banyak mengkonsumsi bir dibandingkan masyarakat di negara lain.

Semua pertanyaan adalah bagian penelitian yang diseleksi secara acak dan minum tanpa alcohol sama sekali atau hanya bir.

Survei menunjukkan bahwa para pria mengkonsumsi rata-rata 3,1 liter bir tiap minggu dan para wanitanya minum rata-rata 0,3 liter tiap minggu.

Hanya sedikit yang menjadi peminum berat. Hanya 3% pria yang minum lebih dari 14 liter bir dalam seminggu dan hanya 5 wanita yang secara umum menkonsumsi lebih dari 7 liter bir dalam seminggu.

Semua pertanyaan juga berdasarkan catatan kesehatan pendek.

Para dokter mengukur berat badan mereka dan pinggang mereka untuk mendapatkan rasio pinggang dan indeks massa tubuh, keduanya digunakan untuk mengukur obesitas.

Para ilmuwan tidak menemukan keterkaitan antara konsumsi bir dan obesitas.

Mereka menyatakan bahwa penemuan mereka menyakinkan bahwa minum banyak bir akan menyebabkan obesitas adalah tidak benar.

"Tak ada bukti peminum bir rata-rata lebih mengalami obesitas daripada yang tak minum atau peminum anggur atau spirit,” kata peneliti.

Sebuah studi yang dipublikasikan awal tahun ini mencurigai beberapa orang secara genetic rawan mengalami obesitas bila mereka mengkonsumsi bir.

Peneliti Italia menyatakan pria dengan variasi gen yang pasti mempunyai tendensi mendapat perut buncit.

Nigel Denby, dari British Dietetic Association, mengingatkan ‘pecinta’ bir agar tidak menggunakan penemuan itu untuk terus melakukan kebiasaan minum di pub.

"Masyarakat semestinya tidak mengasumsikan bahwa mereka sekarang dapat minum dengan bebas,” katanya kepada BBC News Online. "Makanan bisa berdampak memicu obesitas. Minum berbagai jenis alcohol juga dapat memicu obesitas.”

Baca SelengkapnyaBir Tidak Menyebabkan Perut Buncit
loading...

Posting Terbaru