Tampilkan postingan dengan label Bacaan Motivasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Bacaan Motivasi. Tampilkan semua postingan

Jumat, 07 Desember 2012

Kata-Kata Mutiara Motivasi Hidup


Kata kata mutiara di bawah ini merupakan sebuah ungkapan melalui tulisan tentang hidup ini. Mungkin sebagian dari anda yang juga suka dengan menulis, anda akan mengungkapkan isi hati anda melalui tulisan.

Kata kata mutiara merupakan tulisan untuk mengungkapkan isi hati kita. Nah, berikut adalah kata kata mutiara motivasi hari ini :


Tak harap bulan kan datang
Tak harap bintang kan dipelukan
Akan hanya berharap ketulusan dari hati yang paling dalam
Walaupun jalan yang kulalui tak semulus yang diharapkan
Dan tak sesempurna yang aku inginkan
Namun setetes niatlah yang bisa buat ku bahagia
Menjadi pendamping mu, pembimbing mu, dan suami mu

Simpanan yang paling berguna adalah ilmu
Hal yang paling beruntung adalah adab
Kawan yang paling bagus adalah akal
Dan tak ada benda yang lebih dekat daripada maut

Tak pernah ada cinta selain mencintai
Tak ada rasa sayang selain menyanyangi
Tak ada rasa peduli selain saling peduli
Dan tak ada cinta sejati selain perasaan dari hati

Kesuksesan, kebahagiaan tidak berasal dari siapa, bagaimana, darimana keluarga berasal
Namun berasal dari diri sendiri dan bagaimana berjuang untuk meraih kesuksesan

Cobalah untuk memandang segala sesuatu dari kaca mata orang lain
Dan apabila itu menyakiti perasaan hatimu
Mungkin juga hal itu akan menyakiti perasaan oran lain

Harta adalah apa yang dimakan hingga kenyang
Apa yang dipakai sampai lapuk
Dan apa yang disumbangkan kepada orang lain

Ingatan tidak pernah salah dalam hidup kita
Yang salah adalah bagaimana kita menggunakan ingatan itu
Dan jika kamu menghadai dunia ini dengan jiwa yang luas
Niscaya hakekat kegembiraan akan semakin bertambah luas
Dan hakekat kedudukan akan mengecil dan menyempit

Itulah sedikit tulisan tentang kata kata mutiara motivasi hari ini untuk anda semua. Semoga kata kata tersebut dapat bermanfaat untuk anda saat hendak mengungkapkan sebuah isi hati.

Baca SelengkapnyaKata-Kata Mutiara Motivasi Hidup
loading...

Anda Sedang Patah Hati ?, Baca Ini !


Berita aneh kali ini akan menulis beberapa kata kata motivasi untuk patah hati terbaru dan tentu merupakan kata kata asli buatan saya sendiri. Kata kata motivasi bisa berbagai macam-macam, ada kata motivasi cinta, kata motivasi bijak dan kata motivasi untuk putus cinta yang akan saya tulis kali ini. Harapannya semoga kata kata motivasi untuk patah hati di bawah ini dapat memberikan anda motivasi saat mengalami patah hati.

Kata kata motivasi untuk patah hati di bawah ini adalah kata kata yang menginspirasikan kita untuk tidak terlalu menyesali apa yang telah terjadi di dalam hidup kita ini. Langsung saja berikut adalah kata kata motivasi untuk patah hati :


Melakukan kesalahan yang sama berulang kali
Sama saja dengan terjebak ke dalam lubang yang sama berkali kali

Patah hati bukanlah untuk melakukan hal bodoh
Menyesal dengan apa yang telah kita lakukan kepadanya
Namun patah hati adalah sebuah pengalaman berharga
Yang tidak akan pernah kita temui dalam pendidikan

Matahari tidak pernah mengeluh menyinari bumi dan teman-temannya
Bintang pun tidak pernah mengeluh menemani malam indah kita
Lalu kenapa kita harus mengeluh hanya karena kita telah patah hati?

Terlalu munafik jika aku tidak jujur jika aku kecewa
Namun apalah guna karena aku hanya bisa menyimpannya
Karena kau telah bersamanya dan tidak bersamaku

Hari ini besok dan seterusnya akan berbeda cerita
Jika kemarin aku tidak kehilangan kamu

Bukan aku tidak bisa memafkanmu lagi
Bukan juga karena aku tidak mau bersamamu lagi
Namun hati ini telah penuh sesak untuk mengijinkanmu  kembali di sini

Yakin dan percayalah
Patah hati adalah sebuah tanda kita akan mendapatkan orang yang lebih baik nanti saat kita benar-benar membutuhkannya

BY : DR80

Itulah beberapa kata kata motivasi untuk patah hati yang bisa saya tulis untuk anda hari ini. Semoga kata kata tersebut dapat membuat anda terinspirasi dan tidak terlalu menyesali apa yang sudah anda alami saat ini karena hidup adalah sebuah seni yang memang selalu memiliki makna di dalamnya.

Baca SelengkapnyaAnda Sedang Patah Hati ?, Baca Ini !
loading...

Sabtu, 17 November 2012

Tukang Becak Yang Luar Biasa


Mungkin ini adalah cerita lama. tapi saya tertarik ingin mengulasnya lagi mengingat sudah berkurangnya rasa solidaritas pada bangsa ini.Kalau orang kaya mau menyumbangkan hartanya tentu itu bukan suatu keajaiban. Tapi kalau orang miskin mau menyumbangkan hartanya berbagi dangan yang lain itu sangat mengetuk hati kita. Berikut ini kisang seorang Bai fang Li, seorang tukang becak miskin yang menyumbang seluruh hartanya untuk anak-anak miskin.

BAI FANG LI adalah seorang tukang becak. Seluruh hidupnya dihabiskankan di atas sadel becaknya, mengayuh dan mengayuh untuk memberi jasanya kepada orang yang naik becaknya. Mengantarkan kemana saja pelanggannya menginginkannya, dengan imbalan uang sekedarnya.


Tubuhnya tidaklah perkasa. Perawakannya malah tergolong kecil untuk ukuran becaknya atau orang-orang yang menggunakan jasanya. Tetapi semangatnya luar biasa untuk bekerja. Mulai jam enam pagi setelah melakukan rutinitasnya untuk bersekutu dengan Tuhan. Dia melalang dijalanan, di atas becaknya untuk mengantar para pelanggannya. Dan ia akan mengakhiri kerja kerasnya setelah jam delapan malam.

Para pelanggannya sangat menyukai Bai Fang Li, karena ia pribadi yang ramah dan senyum tak pernah lekang dari wajahnya. Dan ia tak pernah mematok berapa orang harus membayar jasanya. Namun karena kebaikan hatinya itu, banyak orang yang menggunakan jasanya membayar lebih. Mungkin karena tidak tega, melihat bagaimana tubuh yang kecil malah tergolong ringkih itu dengan nafas yang ngos-ngosan (apalagi kalau jalanan mulai menanjak) dan keringat bercucuran berusaha mengayuh becak tuanya.
  
Bai Fang Li tinggal disebuah gubuk reot yang nyaris sudah mau rubuh, di daerah yang tergolong kumuh, bersama dengan banyak tukang becak, para penjual asongan dan pemulung lainnya. Gubuk itupun bukan miliknya, karena ia menyewanya secara harian. Perlengkapan di gubuk itu sangat sederhana. Hanya ada sebuah tikar tua yang telah robek-robek dipojok-pojoknya, tempat dimana ia biasa merebahkan tubuh penatnya setelah sepanjang hari mengayuh becak.


Hatinya sangat tersentuh ketika suatu ketika ia baru beristirahat setelah mengantar seorang pelanggannya. Ia menyaksikan seorang anak lelaki kurus berusia sekitar 6 tahun yang yang tengah menawarkan jasa untuk mengangkat barang seorang ibu yang baru berbelanja. Tubuh kecil itu nampak sempoyongan mengendong beban berat dipundaknya, namun terus dengan semangat melakukan tugasnya. Dan dengan kegembiraan yang sangat jelas terpancar dimukanya, ia menyambut upah beberapa uang recehan yang diberikan oleh ibu itu, dan dengan wajah menengadah ke langit bocah itu berguman, mungkin ia mengucapkan syukur pada Tuhan untuk rezeki yang diperolehnya hari itu.

Beberapa kali ia perhatikan anak lelaki kecil itu menolong ibu-ibu yang berbelanja, dan menerima upah uang recehan. Kemudian ia lihat anak itu beranjak ketempat sampah, mengais-ngais sampah, dan waktu menemukan sepotong roti kecil yang kotor, ia bersihkan kotoran itu, dan memasukkan roti itu kemulutnya, menikmatinya dengan nikmat seolah itu makanan dari surga.

Hati Bai Fang Li tercekat melihat itu, ia hampiri anak lelaki itu, dan berbagi makanannya dengan anak lelaki itu. Ia heran, mengapa anak itu tak membeli makanan untuk dirinya, padahal uang yang diperolehnya cukup banyak, dan tak akan habis bila hanya untuk sekedar membeli makanan sederhana.

“Uang yang saya dapat untuk makan adik-adik saya….” jawab anak itu.

“Orang tuamu dimana…?” tanya Bai Fang Li.

“Saya tidak tahu…., ayah ibu saya pemulung…. Tapi sejak sebulan lalu setelah mereka pergi memulung, mereka tidak pernah pulang lagi. Saya harus bekerja untuk mencari makan untuk saya dan dua adik saya yang masih kecil…” sahut anak itu.

Bai Fang Li minta anak itu mengantarnya melihat ke dua adik anak lelaki bernama Wang Ming itu. Hati Bai Fang Li semakin merintih melihat kedua adik Wang Fing, dua anak perempuan kurus berumur 5 tahun dan 4 tahun. Kedua anak perempuan itu nampak menyedihkan sekali, kurus, kotor dengan pakaian yang compang camping.

Bai Fang Li tidak menyalahkan kalau tetangga ketiga anak itu tidak terlalu perduli dengan situasi dan keadaan ketiga anak kecil yang tidak berdaya itu, karena memang mereka juga terbelit dalam kemiskinan yang sangat parah, jangankan untuk mengurus orang lain, mengurus diri mereka sendiri dan keluarga mereka saja mereka kesulitan.

Bai Fang Li kemudian membawa ke tiga anak itu ke Yayasan yang biasa menampung anak yatim piatu miskin di Tianjin. Pada pengurus yayasan itu Bai Fang Li mengatakan bahwa ia setiap hari akan mengantarkan semua penghasilannya untuk membantu anak-anak miskin itu agar mereka mendapatkan makanan dan minuman yang layak dan mendapatkan perawatan dan pendidikan yang layak.

Sejak saat itulah Bai Fang Li menghabiskan waktunya dengan mengayuh becaknya mulai jam 6 pagi sampai jam delapan malam dengan penuh semangat untuk mendapatkan uang. Dan seluruh uang penghasilannya setelah dipotong sewa gubuknya dan pembeli dua potong kue kismis untuk makan siangnya dan sepotong kecil daging dan sebutir telur untuk makan malamnya, seluruhnya ia sumbangkan ke Yayasan yatim piatu itu. Untuk sahabat-sahabat kecilnya yang kekurangan.

Ia merasa sangat bahagia sekali melakukan semua itu, ditengah kesederhanaan dan keterbatasan dirinya. Merupakan kemewahan luar biasa bila ia beruntung mendapatkan pakaian rombeng yang masih cukup layak untuk dikenakan di tempat pembuangan sampah. Hanya perlu menjahit sedikit yang tergoyak dengan kain yang berbeda warna. Mhmmm… tapi masih cukup bagus… gumannya senang.

Bai Fang Li mengayuh becak tuanya selama 365 hari setahun, tanpa perduli dengan cuaca yang silih berganti, ditengah badai salju turun yang membekukan tubuhnya atau dalam panas matahari yang sangat menyengat membakar tubuh kurusnya.

“Tidak apa-apa saya menderita, yang penting biarlah anak-anak yang miskin itu dapat makanan yang layak dan dapat bersekolah. Dan saya bahagia melakukan semua ini…,” katanya bila orang-orang menanyakan mengapa ia mau berkorban demikian besar untuk orang lain tanpa perduli dengan dirinya sendiri.

Hari demi hari, bulan demi bulan dan tahun demi tahun, sehingga hampir 20 tahun Bai Fang Li menggenjot becaknya demi memperoleh uang untuk menambah donasinya pada yayasan yatim piatu di Tianjin itu. Saat berusia 90 tahun, dia mengantarkan tabungan terakhirnya sebesar RMB 500 (sekitar 650 ribu rupiah) yang disimpannya dengan rapih dalam suatu kotak dan menyerahkannnya ke sekolah Yao Hua.

Bai Fang Li berkata, “Saya sudah tidak dapat mengayuh becak lagi. Saya tidak dapat menyumbang lagi. Ini mungkin uang terakhir yang dapat saya sumbangkan……” katanya dengan sendu. Semua guru di sekolah itu menangis……..


Bai Fang Li wafat pada usia 93 tahun, ia meninggal dalam kemiskinan. Sekalipun begitu, dia telah menyumbangkan disepanjang hidupnya uang sebesar RMB 350.000 ( setara 470 juta rupiah) yang dia berikan kepada Yayasan yatim piatu dan sekolah-sekolah di Tianjin untuk menolong kurang lebih 300 anak-anak miskin.

Foto terakhir yang orang punya mengenai dirinya adalah sebuah foto dirinya yang bertuliskan ” Sebuah Cinta yang istimewa untuk seseorang yang luar biasa”.

Sumber
Baca SelengkapnyaTukang Becak Yang Luar Biasa
loading...

Ibuku Seorang Pembohong



Berita heboh terkini. Sebelum berkomentar baca dulu dengan benar yah..
Tidak sengaja saya lihat- lihat trit di forum sebelah, ada satu artikel yang membuat saya langsung menangis.
Kisahnya hampir sama dengan apa yang saya alami. berikut tulisannya...

PEMBOHONGAN IBU YANG PERTAMA.

Cerita ini bermula ketika saya masih kecil. Saya lahir sebagai seorang anak lelaki dalam sebuah keluarga sederhana. Makan minum serba kekurangan. Kami sering kelaparan.

Adakalanya, selama beberapa hari kami terpaksa makan ikan asin satu keluarga. Sebagai anak yang masih kecil, saya sering merengut. Saya menangis, ingin nasi dan lauk yang banyak. Tapi ibu pintar berbohong. Ketika makan, ibu sering membagikan nasinya untuk saya. Sambil memindahkan nasi ke mangkuk saya, ibu berkata :”Makanlah nak ibu tak lapar.”

PEMBOHONGAN IBU YANG KEDUA

Ketika saya mulai besar, ibu yang gigih sering meluangkan watu senggangnya untuk pergi memancing di sungai sebelah rumah. Ibu berharap dari ikan hasil pancingan itu dapat memberikan sedikit makanan untuk membesarkan kami. Pulang dari memancing, ibu memasak ikan segar yang mengundang selera. Sewaktu saya memakan ikan itu, ibu duduk disamping kami dan memakan sisa daging ikan yang masih menempel di tulang bekas sisa ikan yang saya makan tadi. Saya sedih melihat ibu seperti itu. Hati saya tersentuh lalu memberikan ikan yg belum saya makan kepada ibu. Tetapi ibu dengan cepat menolaknya. Ibu berkata : “Makanlah nak, ibu tak suka makan ikan.”

PEMBOHONGAN IBU YANG KETIGA.

Di awal remaja, saya masuk sekolah menengah. Ibu biasa membuat kue untuk dijual sebagai tambahan uang saku saya dan abang. Suatu saat, pada dinihari lebih kurang pukul 1.30 pagi saya terjaga dari tidur. Saya melihat ibu membuat kue dengan ditemani lilin di hadapannya. Beberapa kali saya melihat kepala ibu terangguk karena ngantuk. Saya berkata : “Ibu, tidurlah, esok pagi ibu kan pergi ke kebun pula.” Ibu tersenyum dan berkata : “Cepatlah tidur nak, ibu belum ngantuk.”

PEMBOHONGAN IBU YANG KEEMPAT.

Di akhir masa ujian sekolah saya, ibu tidak pergi berjualan kue seperti biasa supaya dapat menemani saya pergi ke sekolah untuk turut menyemangati. Ketika hari sudah siang, terik panas matahari mulai menyinari, ibu

terus sabar menunggu saya di luar. Ibu seringkali saja tersenyum dan mulutnya komat-kamit berdoa kepada Illahi agar saya lulus ujian dengan cemerlang. Ketika lonceng berbunyi menandakan ujian sudah selesai, ibu dengan segera menyambut saya dan menuangkan kopi yang sudah disiapkan dalam botol yang dibawanya. Kopi yang kental itu tidak dapat dibandingkan dengan kasih sayang ibu yang jauh lebih kental. Melihat tubuh ibu yang dibasahi peluh, saya segera memberikan cawan saya itu kepada ibu dan menyuruhnya minum. Tapi ibu cepat-cepat menolaknya dan berkata : “Minumlah nak, ibu tak haus!!”

PEMBOHONGAN IBU YANG KELIMA.

Setelah ayah meninggal karena sakit, selepas saya baru beberapa bulan dilahirkan, ibulah yang mengambil tugas sebagai ayah kepada kami sekeluarga. Ibu bekerja memetik cengkeh di kebun, membuat sapu lidi dan menjual kue-kue agar kami tidak kelaparan. Tapi apalah daya seorang ibu. Kehidupan keluarga kami semakin susah dan susah. Melihat keadaan keluarga yang semakin parah, seorang tetangga yang baik hati dan tinggal bersebelahan dengan kami, datang untuk membantu ibu. Anehnya, ibu menolak bantuan itu. Para tetangga sering kali menasihati ibu supaya menikah lagi agar ada seorang lelaki yang menjaga dan mencarikan nafkah untuk kami sekeluarga. Tetapi ibu yang keras hatinya tidak mengindahkan nasihat mereka. Ibu berkata : “Saya tidak perlu cinta dan saya tidak perlu laki-laki.”

PEMBOHONGAN IBU YANG KEENAM.

Setelah kakak-kakak saya tamat sekolah dan mulai bekerja, ibu pun sudah tua. Kakak-kakak saya menyuruh ibu supaya istirahat saja di rumah. Tidak lagi bersusah payah untuk mencari uang. Tetapi ibu tidak mau. Ibu rela pergi ke pasar setiap pagi menjual sedikit sayur untuk memenuhi keperluan hidupnya. Kakak dan abang yang bekerja jauh di kota besar sering mengirimkan uang untuk membantu memenuhi keperluan ibu, pun begitu ibu tetap berkeras tidak mau menerima uang tersebut. Malah ibu mengirim balik uang itu, dan ibu berkata : “Jangan susah-susah, ibu ada uang.”

PEMBOHONGAN IBU YANG KETUJUH.

Setelah lulus kuliah, saya melanjutkan lagi untuk mengejar gelar sarjana di luar Negeri. Kebutuhan saya di sana dibiayai sepenuhnya oleh sebuah perusahaan besar. Gelar sarjana itu saya sudahi dengan cemerlang, kemudian saya pun bekerja dengan perusahaan yang telah membiayai sekolah saya di luar negeri. Dengan gaji yang agak lumayan, saya berniat membawa ibu untuk menikmati penghujung hidupnya bersama saya di luar negara. Menurut hemat saya, ibu sudah puas bersusah payah untuk kami. Hampir seluruh hidupnya habis dengan penderitaan, pantaslah kalau hari-hari tuanya ibu habiskan dengan keceriaan dan keindahan pula. Tetapi ibu yang baik hati, menolak ajakan saya. Ibu tidak mau menyusahkan anaknya ini dengan berkata ; “Tak usahlah nak, ibu tak bisa tinggal di negara orang.”

PEMBOHONGAN IBU YANG KEDELAPAN .

Beberapa tahun berlalu, ibu semakin tua. Suatu malam saya menerima berita ibu diserang penyakit kanker di leher, yang akarnya telah menjalar kemana-mana. Ibu mesti dioperasi secepat mungkin. Saya yang ketika itu berada jauh diseberang samudera segera pulang untuk menjenguk ibunda tercinta. Saya melihat ibu terbaring lemah di rumah sakit, setelah menjalani pembedahan. Ibu yang kelihatan sangat tua, menatap wajah saya dengan penuh kerinduan. Ibu menghadiahkan saya sebuah senyuman biarpun agak kaku karena terpaksa menahan sakit yang menjalari setiap inci tubuhnya. Saya dapat melihat dengan jelas betapa kejamnya penyakit itu telah menggerogoti tubuh ibu, sehingga ibu menjadi terlalu lemah dan kurus. Saya menatap wajah ibu sambil berlinangan air mata. Saya cium tangan ibu kemudian saya kecup pula pipi dan dahinya. Di saat itu hati saya terlalu pedih, sakit sekali melihat ibu dalam keadaan seperti ini. Tetapi ibu tetap tersenyum dan berkata : “Jangan menangis nak, ibu tak sakit.”

Setelah mengucapkan pembohongan yang kedelapan itu, ibunda tercinta menutup matanya untuk terakhir kali.
Anda beruntung karena masih mempunyai ibu dan ayah. Anda boleh memeluk dan menciumnya. Kalau ibu anda jauh dari mata, anda boleh menelponnya sekarang, dan berkata, ‘Ibu,saya sayang ibu.’ Tapi tidak saya, hingga
kini saya diburu rasa bersalah yang amat sangat karena biarpun saya mengasihi ibu lebih dari segala-galanya, tapi tidak pernah sekalipun saya membisikkan kata-kata itu ke telinga ibu, sampailah saat ibu menghembuskan nafasnya yang terakhir.
Ibu, maafkan saya. Saya sayang ibu…..

di kutip dari :  http://www.kaskus.us/showthread.php?t=7079786 

Dulu sewaktu ibu saya masih hidup, ibu terkadang mengeluh kalau dia selalu kapanasan kalau tidur.
Mungkin cuma itu kejujuran ibu yang pernah aku dengar . Biasanya beliau tidak pernah berkeluh kesah.
Selalu saja tutupi semuanya di depanku.

Begitu saya ada rejeki, saya buat kamar mirip rumah kecil di belakang rumah. saya pasang AC di sana. saya belikan tempat tidur yang empuk. saya ingin ibu bisa tidur senyaman mungkin.
Lalu apa yang terjadi ...ibu menangis memeluk aku.
dia bilang "heksa, ibu bangga punya anak seperti kamu"

Besoknya dia pamerkan kamar barunya kepada tetangga sambil berkata " kamar ini anaku yang buat ..loh"

tidak hanya itu saja dia juga bawa teman-teman pengajiannya ke rumah, dia pamerkan kamar barunya itu sambil selalu berkata dangan bangga " ini heksawati yang buat loh..."

Bayangkan hanya dengan membuat sebuah kamar.
Berapa biaya membuat kamar ? tidak sampai puluhan juta. tidak sampai membuat kita bangkrut. tapi hanya dengan kamar itu ibu bisa bangga punya anak seperti aku. 

Bagi anda yang sudah mempunyai keluarga. mungkin anda bisa hidup senang dengan anak istri /suami.
Anda lakukan yang terbaik buat mereka. Anda bisa buat mereka senang. Anda bisa ajak mereka naik mobil anda. Anda ajak buat mereka bertamasya , makan enak setiap hari. Anda bahkan buat rumah bagus untuk mereka.
Tapi pernahkah anda terpikir untuk membuat senang orang yang berada di belakang kesuksesan kita. Membuat senang ibu kita ?

Setiap ada rejeki, Yang pertama kita kasih kabar adalah anak istri / suami kita. Yang  pertama kita buat senang-senang adalah  keluarga kita.
tanpa pernah ingat untuk ikut menyenangkan ibu kita.

Kita  kalau kita ada masalah, orang yang pertama kita temui adalah ibu kita. Kita hanya ingat beliau ketika kita susah.

Masih pantaskah kita di panggil seorang anak ? masih pantaskah kita di panggil sebagai orang terhormat ?

Bagi teman-teman yang masih mempunyai ibu,..Jangan pernah sia-siakan seorang ibu.
Buatlah beliau bangga telah mempunyai anak seperti kita.
Buatlah beliau bangga hingga mau berdiri sambil menunjuk ke arah kita " Lihatlah Dia itu anakku  !!!!" 
Jangan pernah tunggu sampai terlambat.

Untuk ibu,..Semoga engkau tenang di alam sana..
Aku sayang kamu,... Ibu.

Sumber
Baca SelengkapnyaIbuku Seorang Pembohong
loading...

Posting Terbaru