Tampilkan postingan dengan label Depresi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Depresi. Tampilkan semua postingan

Selasa, 17 Agustus 2010

10 Kebiasaan Untuk Menghindari Stress Dan Depresi

10 Kebiasaan Untuk Menghindari Stress Dan Depresi
Ada beberapa kebiasaan yang dilakukan sehari-hari yang berguna untuk menghindari stress dan depresi. Tidak semua kebiasaan itu sering kita lakukan, tetapi jika kita bisa melakukannya, kemungkinan besar kita bisa menghindari stress dan depresi. Berikut adalah 10 kebiasaan yang bisa menghindari stress dan depresi sehingga kita bisa menjaga kesehatan mental kita.
  1. Menulis buku harian (diary). Menulis adalah cara yang baik untuk mengungkapkan perasaan. Dengan tanpa perlu kita memfilter setiap pemikiran, anda bebas mengungkapkan perasaan anda dalam bentuk tulisan. Anda tidak perlu takut untuk dinilai, dikritik, bahkan dikecam oleh orang lain. Hal ini memungkinkan anda untuk mengekspresikan emosi dan perasaan anda dengan bebas.
  2. Cukup tidur. Jika anda merasa kurang tidur malam, bisa ditambah dengan tidur siang yang singkat jika diperlukan. Tidur adalah saat yang baik bagi tubuh kita untuk memulihkan kondisi, perbaikan sistem kekebalan tubuh, kesempatan otak untuk istirahat dan regenerasi, dan juga menyimpan energi untuk hari berikutnya.
  3. Olahraga. Olahraga menghasilkan endorfin alami, yang membantu kita menempatkan diri dalam suasana hati yang baik. Ada banyak penelitian yang menunjukkan bahwa olahraga meningkatkan suasana hati. Kemampuan otak untuk berpikir juga meningkat segera setelah olahraga.
  4. Minum banyak air putih. Dehidrasi sering diabaikan, padahal tubuh kita terdiri dari 95% air. Ketika tubuh mengalami dehidrasi, kita akan merasa lesu, pemarah, dan sakit kepala. Tubuh juga cenderung salah menafsirkan haus menjadi perasaan lapar, sehingga sering menjadi penyebab obesitas. Soft drink atau minuman dengan pemanis tidak dihitung sebagai air, sebaiknya minum air putih.
  5. Mendapatkan cukup vitamin D dan asam lemak omega 3 (omega-3 fatty acids). Vitamin D dan asam lemak omega-3 adalah nutrisi khusus yang membantu otak, namun sering kita tidak mendapatkan cukup dari makanan yang kita makan. Sekarang juga banyak produk tabir surya yang menghalangi penyerapan vitamin D pada kulit.
  6. Bersosialisasi. Saat ini sangat mudah untuk menjadi orang yang individualis karena kemajuan teknologi internet membuat segala sesuatu mudah dilakukan sendiri. Tetapi bersosialisasi dan berkomunikasi dengan orang lain sangat berguna bagi kesehatan mental kita. Walaupun hanya 1 jam sehari, bersosialisasi bisa meningkatkan mood kita.
  7. Meditasi atau berdoa. Banyak orang menganggap beribadah dan berdoa hanya sebagai suatu kewajiban. Tetapi beribadah dan berdoa memiliki efek sama baiknya dengan meditasi untuk kesehatan mental kita, yaitu membawa kita pada perasaan tenang dan damai.
  8. Bersyukur dan berterima kasih. Sering-sering mengucapkan kata syukur dan ucapan terima kasih kepada orang lain memberikan banyak dampak positif pada kehidupan kita. Pada dasarnya, pasti selalu ada sesuatu hal untuk disyukuri setiap harinya tidak peduli apapun keadaannya. Jika kita selalu berpikir positif, maka hal itu memberikan dampak yang positif pula pada kehidupan kita.
  9. Makan buah-buahan dan sayuran. Banyak mengkonsumsi buah dan sayur bisa memelihara tubuh kita, termasuk otak kita.
  10. Selalu tersenyum dan ramah terhadap orang lain. Ini mungkin hal yang paling sulit dilakukan. Seperti jika kita terjebak dalam rutinitas sehari-hari kita, bersikap baik dan selalu tersenyum menjadi semakin sulit. Segala permasalahan baik di rumah maupun di kantor memang berpengaruh pada kehidupan sosial kita. Namun jika kita bisa menyenangkan orang lain dengan senyum kita, apapun permasalahan yang sedang kita hadapi, pasti perasaan senang juga akan datang kepada kita dengan sendirinya.
Dengan melakukan 10 kebiasaan di atas, anda akan mampu menghindari stress dan depresi. Melakukan kebiasaan baik sangat penting untuk mengembangkan dan mempertahankan pikiran sehat.

Baca Selengkapnya10 Kebiasaan Untuk Menghindari Stress Dan Depresi
loading...

Kamis, 15 April 2010

Gangguan Panik Dan Depresi Dapat Diobati Melalui Internet

Gangguan Panik Dan Depresi
Menurut sebuah tesis Jan Bergström di Karolinska Institutet, Swedia, Terapi Perilaku Kognitif (Cognitive Behaviour Therapy / CBT) melalui internet sama efektif dalam mengobati gangguan panik seperti kelompok CBT berbasis tradisional. Hal ini juga berkhasiat dalam pengobatan depresi ringan dan sedang.

CBT berbasis internet juga lebih hemat biaya daripada terapi kelompok. Oleh karena itu, hasil tesis tersebut mendukung pengenalan pengobatan internet sebagai pengobatan psikiatri reguler, yang juga Dewan Nasional Kesehatan dan Kesejahteraan merekomendasikan pedoman baru untuk pengobatan depresi dan kecemasan.

Diperkirakan bahwa depresi mempengaruhi sekitar 15 persen dan gangguan panik 4 persen dari semua orang selama hidup mereka. Depresi dapat mencakup sejumlah gejala, seperti suasana hati yang rendah, kurangnya perasaan sukacita, rasa bersalah, kelesuan, kesulitan konsentrasi, insomnia dan semangat untuk hidup yang rendah. Gangguan panik menghalangi seseorang untuk memasuki tempat atau situasi sebelumnya yang terkait dengan panik. Gejala umum termasuk jantung berdebar, gemetar, mual dan perasaan bahwa sesuatu yang berbahaya akan terjadi.

Hal ini diketahui dari penelitian sebelumnya bahwa CBT adalah pengobatan yang efektif untuk gangguan panik dan depresi. Namun, menggunakan metode CBT masih memiliki banyak kekurangan, dan akses juga sangat bervariasi di Swedia dan juga di banyak negara lain. Oleh karena itu CBT berbasis internet telah dikembangkan, di mana pasien menjalani program mandiri berbasis internet dan memiliki kontak dengan terapis melalui email.

Tesis doktor ini termasuk suatu uji klinis acak dari 104 pasien dengan gangguan panik dan membandingkan efektivitas CBT berbasis internet dengan kelompok CBT dalam layanan kesehatan reguler. Hasil studi menunjukkan bahwa kedua perawatan bekerja sangat baik dan tidak ada perbedaan yang signifikan antara keduanya, baik setelah perawatan atau enam bulan tindak lanjut. Analisis hasil untuk pengobatan depresi menunjukkan bahwa CBT berbasis internet paling efektif jika diberikan sedini mungkin. Pasien dengan tingkat keparahan depresi yang lebih tinggi lebih sering episode depresi kurang diuntungkan dari perawatan Internet.

Baca SelengkapnyaGangguan Panik Dan Depresi Dapat Diobati Melalui Internet
loading...

Minggu, 04 Januari 2009

Mengatasi Depresi Pada Anak

Depresi Pada Anak
Anak Anda yang berusia 3 tahun ternyata tidak seriang biasanya, ia tidak ‘ceriwis’ saat pagi tiba, bukan tidak mungkin ia juga menolak untuk makan.

Daripada bercanda bersama saudara-saudaranya, atau menggambar di bukunya, ia cenderung berada di tepi jendela sambil menatap kosong ke luar, mungkinkah seorang balita mengalami depresi?

Seperti kebanyakan orang lainnya, Anda mungkin berasumsi kalau anak pra sekolah terlalu kecil untuk merasa sedih. Tapi ada penelitian terbaru yang menyatakan bahwa depresi klinis itu ternyata tidak mengenal usia. Depresi – bahkan keinginan untuk bunuh diri – sama berpengaruhnya pada balita dan remaja seperti pada orang dewasa.

Para peneliti di Washington University School of Medicine, mengemukakan bahwa anak-anak mengalami symptom depresi yang sama seperti yang sering ditemukan pada orang dewasa, bahkan sama tingkat keparahannya. Menurut the National Mental Health Association, satu dari tiga anak di Amerika menderita depresi. Namun, walaupun sudah berbicara mengenai statistik, depresi tetap merupakan penyakit yang tak terdeteksi dan tak terawat antara anak-anak dan remaja.

Tidak seperti bintik-bintik merah pada penyakit campak, atau hidung yang memerah pada penyakit flu, simptom depresi tidaklah terlalu kongkrit, dan sebagai konsekuensinya, seringkali hal ini tidak terdeteksi oleh orang tua.

Apa sih tanda-tanda depresi kanak-kanak? Apa saja perilaku yang perlu diawasi oleh orang tua? Biasanya anak-anak yang menderita depresi secara persisten selalu terganggu, menarik diri, dan lethargic, kata Dr Elizabeth Rody, direktur medis serta psikiater anak dan remaja untuk Magellan Behavioral Health di New Jersey.

Anak yang depresi juga kehilangan minat untuk melakukan kegiatan yang sebelumnya sangat mereka sukai, sementara simptom lainnya meliputi :
  • Tangis terus menerus dan kesedihan persisten
  • Kurangnya antusiasme atau motivasi
  • Meningkatnya kemarahan
  • Kelelahan kronis atau kekurangan energi
  • Menarik diri dari keluarga, teman dan aktivitas yang tadinya disukai
  • Perubahan kebiasaan makan dan tidur (adanya kenaikan atau penurunan berat tubuh yang terlihat jelas, suka sekali tidur, sulit tidur)
  • Keluhan yang sangat sering mengenai masalah fisik, seperti sakit perut atau pusing
  • Kurangnya konsentrasi dan suka lupa
  • Perasaan tidak berharga atau perasaan bersalah yang berlebihan
  • Sensitifitas berlebihan sampai penolakan atau kegagalan
  • Perkembangan mayor yang tertunda (pada balita – tidak berjalan, berbicara atau mengekspresikan diri )
  • Bermain yang melibatkan kekerasan, baik terhadap diri sendiri maupun orang lain, atau dengan tema yang sedih.
  • Seringnya muncul pembicaraan mengenai kematian atau bunuh diri.
Tidaklah biasa bagi anak-anak untuk tetap merasa bersedih dari waktu ke waktu. Dengan mengetahui ini, bagaimana orang tua dapat membedakan fluktuasi mood normal dari depresi yang serius? Jawabannya adalah pada durasi dari perilaku depresif tersebut.

Menurut Mental Health : A Report of the Surgeon General, anak-anak depresi mengalami episode depresi yang biasanya bertahan dari tujuh sampai sembilan bulan, meskipun beberapa ahli perkembangan anak yang mengatakan bahwa perilaku depresif yang bertahan lebih dari dua minggu memerlukan pemeriksaan lebih lanjut.

Tapi bagaimana pun juga, paling baik adalah untuk membiarkan profesional di bagian kesehatan mental untuk memutuskannya.

Depresi bukanlah satu-satunya alasan adanya perilaku ‘nakal’ anak. Masalah fisiologis, seperti malnutrisi, mononucleosis, alergi dan penyakit lainnya dapat menimbulkan mood yang marah-marah, keletihan dan penarikan diri. Ini mengapa Rody menekankan bahwa orang tua harus membawa anak mereka kepada dokter keluarga terlebih dulu, sebelum membuat janji dengan seorang profesional kesehatan mental.

Bila ternyata anak Anda bukan mengalami masalah kesehatan umum, maka langkah selanjutnya adalah untuk membuat janji dengan psikiater atau psikolog anak dan remaja untuk evaluasi. Sebagai tambahan dari serangkaian tes psikologis dan kerja darah, orang tua juga harus siap untuk me-review seluruh sejarah kesehatan anak.

Meskipun penyebab pasti dari depresi kanak-kanak tidak juga diketahui, penelitian depresi pada orang dewasa menyatakan bahwa tergantung pada predisposisi genetis dan pengaruh lingkungan. "Sebagian dari lingkungan dan genetik," kata Rody. "Bila dibandingkan antara depresi dengan penyakit jantung. Anda dapat memiliki sejarah sakit jantung di keluarga dan pada waktu yang sama Anda tidak menjaga pola hidup Anda. Keduanya mungkin menyebabkan Anda terkena serangan jantung. Depresi juga seperti itu, disebabkan oleh kombinasi kompleks dari berbagai faktor."

Anak-anak yang orang tua atau/dan saudaranya menderita depresi lebih mungkin mengembangkan simptom penyakit ini. Tidak mampu belajar (Learning disabilities), seperti tidak mampu berkonsentrasi/hiperaktif, Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD) dan disleksia juga berkontribusi pada timbulnya depresi kanak-kanak. Faktor lingkungan yang membuat anak-anak berisiko menderita gangguan depresi meliputi pelecehan fisik, seksual, dan verbal, anak yang terlantar dan adanya sejarah pemakaian obat-obatan dalam keluarga.

Perceraian serta kehilangan orang yang dicintai juga dapat menimbulkan emosi yang labil pada anak-anak, tapi tidak selalu merupakan penyebab depresi.

Meskipun anak Anda baru balita, emosinya sangatlah nyata. Para ahli percaya bahwa makin banyak orang tua memberi perhatian pada perasaan anaknya, maka makin baiklah kemampuannya untuk mencari bantuan pada depresi. "Jika anak Anda mengatakan, ‘saya sangat sedih dan ingin lompat dari jendela’, sebaiknya Anda memandang perkataan ini secara serius, " kata Rody memperingatkan.

Tanyakan pada anak Anda hal-hal di bawah ini untuk mengetahui penyebab kesedihan anak Anda :
  • Apa yang terjadi hari ini sehingga kamu sangat sedih?
  • Apa yang membuat kamu bahagia?
  • Apa sih yang kamu cari?
  • Apa yang kamu inginkan terjadi padamu?
  • Jika kamu dapat mengubah dirimu, apa yang ingin kamu ubah?
Perawatan bagi anak dan remaja yang menderita depresi termasuk kombinasi dari psikoterapi individu dan konseling keluarga. Supaya optimal, menurut Rody, terapi haruslah melibatkan orang tua, saudara dan orang yang penting dalam kehidupan sang anak, seperti guru dan kakek-nenek.

Perawatan lainnya meliputi terapi bermain, evaluasi berkelanjutan dan pada beberapa kasus, menggunakan obat. Obat antidepresi seringkali digunakan untuk merawat kasus depresi menengah. Yang penting juga, belumlah diijinkan untuk memberikan obat antidepresi pada anak di bawah usia 8 tahun.

Baca SelengkapnyaMengatasi Depresi Pada Anak
loading...

Posting Terbaru