Tampilkan postingan dengan label extreme. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label extreme. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 13 Oktober 2012

Atraksi Roda Gila Paling Ekstrim Di Dunia

Atraksi Roda Gila Paling Ekstrim Di Dunia


Aksi roda gila ini sangat jarang ditemui. Berbeda pada era tahun 80-an, kala itu Tong Setan menjadi tontonan yang digemari warga Jakarta dan di setiap akhir pekan Tong Setan selalu digelar. Sebenarnya atraksi ini biasa disebut orang atraksi Roda- Roda Gila atau Tong Stand dan biasa diplesetkan menjadi Tong Setan. Atraksi Ekstrim yang sangat mendebarkan ini dilakukan tanpa menggunakan alat pengaman sama sekali.



Dan di Indonesia sendiri, atraksi nekat ini biasanya menggunakan sepeda motor yang terkadang melaju kencang sampai batas Tong Stand untuk mengambil uang saweran dari para penonton. Sahabat anehdidunia.com lain halnya di India, bukan hanya dengan motor saja, mobil pun juga digunakan dalam atraksi ini dan uniknya dilakukan oleh beberapa orang perempuan.


Banyak yang mengaitkan atraksi ini dengan magic, kekuatan ghaib..begitupun saya ketika masih kecil. Padahal kuncinya adalah Kecepatan yang menghasilkan keseimbangan, dan pastinya membutuhkan ekstra latihan, keahlian dan keberanian. Berbeda dengan atraksi roda gila lain, atraksii roda gila super gila yang dipertontonkan di India ini sangat ekstrim. Aksi Gila ini malah saya mengatakan extreme di tong setan ini menggunakan mobil. bayangkan saja berapa adrenalin yang terpacu untuk menonton acara ini.
Baca SelengkapnyaAtraksi Roda Gila Paling Ekstrim Di Dunia
loading...

Selasa, 16 Agustus 2011

The Dahomy Amazone, Para Prajurit Wanita yang Banyak Menewaskan Tentara

Dahomy Amazone, atau Mino, adalah Fon (kelompok etnis dan bahasa utama Afrika Barat di negara Benin, dan Nigeria barat daya) resimen militer yang semuanya perempuan di Kerajaan Dahomey (sekarang Benin), yang berlangsung sampai akhir abad ke-19.
Mereka dinamakan demikian oleh pengamat Barat dan sejarawan karena kesamaan mereka dengan semi-mitos Amazon Anatolia kuno dan Laut Hitam.
Prajurit Mino direkrut diantara ahosi ("istri raja"), yang sering berjumlah ratusan. Mereka dilatih dengan latihan fisik intens. Disiplin telah ditekankan.
Pada periode terakhir, mereka dipersenjatai dengan senapan Winchester, dan pisau.Unit ini berada di bawah komando seorang perempuan. Tawanan yang jatuh ke tangan prajurit Amazon ini sering dipenggal.
Tentara Perancis banyak menjadi korban saat bertempur melawan mereka karena kecakapan dan ketangguhan setiap prajurit amazon ini dalam pertempuran itu disebut setara dengan tentara elite pria dari pihak negara kolonial. Mantan Prajurit Amazon of Dahomey terakhir meninggal pada tahun 1979.
Baca SelengkapnyaThe Dahomy Amazone, Para Prajurit Wanita yang Banyak Menewaskan Tentara
loading...

Selasa, 29 Maret 2011

Extreem : Inilah Budaya Potong Jari Yang Berkembang di Daerah Papua




Jika salah satu bagian dari keluarga kita ada yang meninggal dunia, paling paling kita hanya menangis 7 hari 7 malem saja paling lama. Atau teriak teriak kayak orang kesetanan. Tapi lain halnya dengan masyarakat pengunungan tengah Papua (Wamena).


Ungkapan kesedihan akibat kehilangan salah satu anggota keluarga tidak hanya dengan menangis saja. Mereka melumuri tubuhnya dengan lumpur dan yang paling sadis, mereka juga harus memotong jari tangannya. sebuah tradisi dari masyarakat yang tidak mengenal pengetahuan.


Hampir sama dengan apa yang dilakukan oleh para Yakuza (kelompok orangasasi garis keras terkenal di Jepang) jika mereka telah melanggar aturan yang telah ditetapkan oleh organisasi atau gagal dalam menjalankan misi mereka. Sebagai ungkapan penyesalannya, mereka wajib memotong salah satu jarimereka. Bagi masyarakat pengunungan tengah, pemotongan jari dilakukan apabila anggota keluarga terdekat seperti suami, istri, ayah, ibu, anak, kakak, atau adik meninggal dunia.


Pemotongan jari ini melambangkan kepedihan dan sakitnya bila kehilangan anggota keluarga yang dicintai.


Ungkapan yang begitu mendalam, bahkan harus kehilangan anggota tubuh. Bagi masyarakat pegunungan tengah, keluarga memiliki peranan yang sangat penting. Bagi masyarakat Balim Jayawijaya kebersamaan dalam sebuah keluarga memiliki nilai-nilai tersendiri.




Pemotongan jari itu umumnya dilakukan oleh kaum ibu. Namun tidak menutup kemungkinan pemotongan jari dilakukan oleh anggota keluarga dari pihak orang tua laki-laki atau pun perempuan. Pemotongan jari tersebut dapat pula diartikan sebagai upaya untuk mencegah ‘terulang kembali’ malapetaka yang telah merenggut nyawa seseorang di dalam keluarga yang berduka.

Pemotongan jari dilakukan dengan berbagai cara. Ada yang memotong jari dengan menggunakan alat tajam seperti pisau, parang, atau kapak. Cara lainnya adalah dengan mengikat jari dengan seutas tali beberapa waktu lamanya sehingga jaringan yang terikat menjadi mati kemudian dipotong.


Namun kini budaya ‘potong jari’ sudah ditinggalkan. sekarang jarang ditemui orang yang melakukannya beberapa dekade belakangan ini. Hal ini disebabkan oleh karena pengaruh agama yang telah masuk hingga ke pelosok daerah di Papua.


Tapi di sebagian tempat masih dapat kita jumpai saat ini yaitu mereka yang masih tinggal di pedalaman hutan Papua.
Baca SelengkapnyaExtreem : Inilah Budaya Potong Jari Yang Berkembang di Daerah Papua
loading...

Posting Terbaru