Tampilkan postingan dengan label Flu Babi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Flu Babi. Tampilkan semua postingan

Minggu, 03 Januari 2010

Penyebaran Flu Babi Tidak Semudah Yang Dibayangkan

Penyebaran Flu Babi
Menurut penelitian, Flu Babi kurang begitu menular seperti yang ditakutkan banyak orang yang menyebabkan wabah dunia. Penelitian ini dilakukan oleh peneliti spesialis wabah penyakit dari Imperial College London dan dari US Centers for Disease Control and Prevention.

Jika ada seseorang terserang Flu Babi di rumah anda, peluang anda untuk tertular hanya sekitar 12,5%, dan anak-anak memiliki resiko dua kali lebih besar daripada orang dewasa atau sekitar 25%. Penelitian ini adalah salah satu upaya untuk mengetahui secara ilmiah seberapa banyak penyakit menyebar di lingkungan keluarga, dan siapa yang paling berisiko.

Sebelumnya penderita Flu Babi disarankan untuk tinggal di rumah selama setidaknya satu hari setelah demam hilang dengan sendirinya, untuk menghindari penyebaran penyakit secara luas. Yang artinya bahwa resiko terbesar yang tertular adalah anggota keluarga, tetapi sampai sejauh mana resiko penyebaran tersebut masih belum diketahui.

Sekitar 60 persen dari kasus Flu Babi terjadi pada anak-anak, namun para peneliti bertanya-tanya: Apakah benar anak-anak lebih mudah tertular flu babi, atau hanya karena anak-anak lebih sering dibawa ke dokter daripada orang dewasa? Dan apakah mereka lebih cenderung menyebarkan virus daripada orang dewasa?

Untuk mengetahuinya, para peneliti mempelajari pola infeksi virus pada 216 orang penderita Flu Babi dari seluruh Amerika Serikat, setengah dari mereka anak-anak, dan 600 orang yang hidup bersama mereka (anggota keluarga). Kemudian dihasilkan kesimpulan bahwa flu babi menular pada 78 dari 600 anggota keluarga, atau sekitar 13%. Namun, 10% memiliki gejala yang lebih spesifik untuk flu.

Angka tersebut lebih rendah dibandingkan dengan pandemik flu pada tahun 1957 dan 1968, yang mencapai angka 14% - 20% penularan melalui anggota keluarga. Bahkan jauh lebih rendah dari dari penyebaran virus flu biasa yang bisa mencapai 40%. Pada anak-anak, dua kali lebih rentan terhadap penularan Flu Babi daripada orang dewasa, terlebih lagi untuk anak dibawah usia 4 tahun, kata salah seorang peneliti, Lyn Finelli, dari divisi CDC flu.

"Ini cocok dengan apa yang saya lihat secara klinis", kata Dr. James King, dewan direksi dari American Academy of Family Physician dan seorang dokter di Tennessee. Hampir 90% anggota keluarga dalam penelitian berhasil menghindari penyebaran penyakit. Berarti hal ini menunjukkan bahwa penyebaran Flu Babi tidak semudah yang dibayangkan.

Baca SelengkapnyaPenyebaran Flu Babi Tidak Semudah Yang Dibayangkan
loading...

Kamis, 24 Desember 2009

Virus Flu Babi H1N1 (Swine Flu)

Virus Flu Babi H1N1 (Swine Flu)
Flu babi, juga dikenal sebagai influenza tipe A subtipe H1N1, adalah penyakit yang menyerang manusia. Penularan penyakit ini berasal dari penderita lain, bukan dari babi.

Penyakit ini awalnya dijuluki flu babi karena virus yang menyebabkan penyakit ini berasal dari babi. Virus ini sendiri mengandung gen dari virus flu pada babi, burung, dan manusia. Meskipun kebanyakan orang menyebut virus ini sebagai virus flu babi H1N1, para ilmuwan masih berdebat tentang nama apa yang tepat untuk virus tersebut.

Virus flu babi yang menyebar di antara babi tidak sama dengan virus flu manusia. Flu babi jarang menulari manusia, dan langka terjadi kasus manusia yang terkena dampak virus flu babi terutama yang kontak langsung dengan babi. Tapi wabah flu babi saat ini berbeda. Ini disebabkan karena virus flu babi tipe baru yang telah mengalami mutasi sehingga memungkinkan untuk menyebar dari manusia ke manusia, dan terjadi di antara mereka yang tidak pernah kontak dengan babi.

Untuk membedakan antara virus flu babi yang menginfeksi babi dan virus influenza A subtipe H1N1 yang telah mewabah pada manusia selama bertahun-tahun, Centers for Disease Control and Prevention (CDC) menamai virus ini dengan sebutan "Virus H1N1 2009". Nama yang lain yaitu "novel H1N1" atau nH1N1, "quadruple assortant H1N1", dan "H1N1 Pandemik 2009".

Gejala

Gejala flu babi H1N1 seperti gejala flu biasa yaitu demam, batuk, sakit tenggorokan, pilek, nyeri tubuh, sakit kepala, menggigil, dan kelelahan. Kadang-kadang disertai dengan diare dan muntah-muntah. Hampir semua orang yang terserang flu setidaknya muncul dua dari gejala-gejala tersebut. Namun gejala ini juga dapat disebabkan oleh berbagai kondisi lain. Itu berarti bahwa diagnosa flu babi tidak bisa dipastikan hanya berdasar pada gejala-gejala saja.

Untuk penanganan ketika gejala-gejala tersebut muncul adalah segera dilakukan tes laboratorium, meskipun hasil negatif tidak berarti Anda tidak memiliki flu. Akurasi dari tes tergantung pada kualitas bahan dan peralatan laboratorium, metode pengumpulan sampel, dan juga kemungkinan kontaminasi dari sampel penderita lain pada saat pengujian. Hanya tes laboratorium yang dapat memastikan apakah penderita terserang flu babi atau bukan.

Seperti flu musiman, pandemi flu babi dapat menyebabkan gejala neurologis pada anak-anak. Kejadian ini jarang terjadi, tapi bisa menjadi sangat parah dan seringkali fatal. Termasuk gejala kejang atau perubahan pada status mental (kebingungan, gangguan kognitif atau perubahan perilaku). Tidak jelas mengapa gejala ini terjadi, meskipun ada kemungkinan disebabkan oleh Sindrom Reye. Sindrom Reye biasanya terjadi pada anak-anak dengan penyakit virus yang diobati dengan Aspirin (sesuatu yang harus selalu dihindari).

Pengobatan

Virus flu babi H1N1 peka terhadap antivirus Tamiflu dan Relenza. Obat antivirus ini paling efektif bila diberikan pasien dalam waktu kurang dari 48 jam setelah awal gejala flu. Namun virus resisten terhadap obat tersebut bila lebih dari 48 jam.

Obat antivirus ketiga, Peramivir, dapat digunakan hanya pada pasien yang dirawat dengan flu yang parah. Peramivir adalah jenis narkoba suntikan yang telah disetujui untuk digunakan dalam keadaan darurat.

Tidak semua penderita memerlukan perawatan dengan obat tersebut. Kebanyakan penderita yang datang dengan flu babi H1N1 pulih sepenuhnya tanpa pengobatan antivirus. Tapi CDC merekomendasikan pengobatan untuk penderita dengan resiko komplikasi flu parah yang datang dengan gejala mirip flu. Karena sangat penting untuk segera memberikan obat ini setelah gejala muncul.

Pencegahan

Untuk pencegahan CDC merekomendasikan langkah-langkah berikut :
  1. Cuci tangan secara teratur dengan sabun dan air, terutama setelah batuk atau bersin.
  2. Hindari kontak dengan orang-orang yang memiliki gejala mirip flu, setidaknya jaga jarak sekitar 6 meter.
  3. Hindari menyentuh mulut, hidung, atau mata.
  4. Jika terdapat gejala flu seperti demam ditambah batuk atau sakit tenggorokan atau gejala flu lainnya, segera periksakan ke dokter.
  5. Kenakan masker jika harus kontak dekat dengan orang yang sakit, meskipun tidak ada bukti definitif bahwa masker dapat mencegah penularan flu.
  6. Orang yang menderita atau yang diduga menderita flu babi harus memakai masker, ketika berada di ruang umum.
  7. Ibu menyusui dengan gejala flu babi, sementara harus berhenti memberikan ASI kepada anaknya, dan anak harus diberi makan oleh orang lain.
Baca SelengkapnyaVirus Flu Babi H1N1 (Swine Flu)
loading...

Posting Terbaru