Tampilkan postingan dengan label Gigi dan Mulut. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Gigi dan Mulut. Tampilkan semua postingan

Selasa, 09 Februari 2010

Gigi Dan Mulut Dapat Mengungkap Penyakit Lain

Gigi Dan Mulut
Gigi dan mulut bisa mengungkap banyak hal tentang kesehatan tubuh secara keseluruhan. Gigi dan gusi yang bermasalah tidak selalu hanya masalah gigi. Kadang-kadang mereka menunjukkan masalah yang lebih serius, dan dokter gigi seharusnya berusaha mencari penyebab. Joseph Kravitz, dokter gigi dari Washington mengatakan bahwa pada pemeriksaan gigi, dokter gigi harus memperhatikan sekitar mulut dan mencari perubahan warna, mencari bau tertentu, dan petunjuk lain di sekitar gusi.

Hubungan antara kesehatan gigi-mulut dengan kesehatan umum seluruh tubuh telah mendapat perhatian lebih dalam beberapa tahun terakhir. Berawal dari desakan para ahli seperti saat Richard Carmona, seorang dokter bedah umum yang mendesak para pembuat kebijakan pada tahun 2003 untuk meningkatkan pemahaman tentang bagaimana tanda-tanda dan gejala infeksi oral dapat menunjukkan status kesehatan umum dan bertindak sebagai penanda untuk penyakit lainnya. Publikasi tersebut mengingatkan banyak dokter gigi bahwa pekerjaan mereka tidak hanya tentang kanal akar gigi dan tambalan.

Berikut adalah beberapa kondisi yang mungkin bisa dijadikan indikasi adanya penyakit lain :
  • Penyakit Jantung. Gusi yang bengkak berwarna merah terang atau ungu.
  • Diabetes Type 2. Gusi yang mudah berdarah hanya dengan sedikit sentuhan meskipun tidak ada plak.
  • Penyakit Ginjal. Bau amonia yang manis pada napas.
  • Acid reflux. Gigi yang terlihat rusak dan berlubang, seolah-olah sudah dicelupkan ke dalam asam baterai.
  • Kanker Oral. Jaringan gusi dengan bintik-bintik putih selama dua minggu atau lebih.
  • Leukemia. Gusi bengkak merah yang tidak sembuh.
  • Osteoporosis. Bintik hitam di gigi pada pemeriksaan Sinar X yang menunjukkan adanya kantong udara dan tulang mati.
  • Stress. Gusi yang lepas dari gigi, atau gigi yang patah.
  • Gangguan Tidur. Pembengkakan lidah dan radang gusi.
  • Kehamilan. Gusi bengkak bisa juga disebabkan karena perubahan hormon.
  • Bulimia. Gigi bagian depan atas yang tipis, dengan enamel hampir seluruhnya aus, dan gigi yang sakit.
Kravitz mengatakan pasien harus memastikan bahwa dokter gigi tidak memeriksa mulut hanya 5 sampai 10 detik, dan pemeriksaan harus menyeluruh dengan waktu sedikitnya 5 menit.

Baca SelengkapnyaGigi Dan Mulut Dapat Mengungkap Penyakit Lain
loading...

Kamis, 04 Desember 2008

Kesehatan Gigi dan Mulut

Kelainan atau penyakit rongga mulut dan gigi merupakan salah satu dari 10 penyakit terbanyak di Puskesmas. Hampir sekitar 60% masyarakat Indonesia pernah mengalami gangguan pada gigi. Pada tahun 1980, ditemukan bahwa hampir 90% anak sekolah mempunyai kelainan gigi atau rongga mulut. Hal ini menunjukkan bahwa kesehatan gigi dan rongga mulut perlu mendapatkan perhatian khusus.

Gigi dan Mulut

Jaringan Rongga Mulut

Dalam rongga mulut, terdapat beberapa jaringan yang dibagi dalam 2 kelompok, yaitu :
  • Jaringan Keras (rahang atas, rahang bawah, dan gigi).
  • Jaringan Lunak (gusi, lidah, mukosa pipi, mukosa bibir, mukosa lidah, mukosa palatum, dan jaringan dasar lidah).

Fungsi Gigi

Secara histologis, jaringan gigi dan mulut berasal dari mesoderm dan ektoderm, yang memiliki 3 fungsi utama yaitu, pengunyahan (mastikasi), keindahan (estetika), dan berbicara (phonetic). Dalam mulut, gigi tertanam dalam tulang rahang dan dilindungi oleh gusi (gingiva), dengan bentuk yang berbeda – beda sesuai dengan fungsinya.

Gigi Seri (Incisivus)

Gigi ini letaknya berada di depan, dan berfungsi untuk memotong makanan (mastikasi). Jumlahnya ada 8, dengan pembagian 4 berada di rahang atas dan 4 berada di rahang bawah. Gigi seri susu mulai tumbuh pada bayi usia 4 – 6 bulan, kemudian diganti dengan gigi seri permanen pada usia 5 – 6 tahun pada rahang bawah dan pada usia 7 – 8 tahun pada rahang atas.

Gigi Taring (Caninus)

Posisi gigi ini terletak pada sudut mulut, di sebelah gigi seri, dan merupakan gigi yang paling panjang dalam rongga mulut. Fungsinya adalah untuk mengoyak makanan. Jumlahnya ada 4, dengan pembagian 2 ditiap rahang, 1 di kiri dan 1 di kanan. Gigi susu caninus ini diganti dengan gigi caninus permanen pada usia 11 – 13 tahun.

Gigi Geraham Kecil (Premolar)

Gigi ini jumlahnya 8, dengan pembagian 4 ditiap rahang, 2 di kiri dan 2 di kanan. Gigi ini hanya ada pada gigi dewasa, dan letaknya berada di belakang caninus. Tumbuh pada usia 10 – 11 tahun dan menggantikan posisi dari gigi molar susu. Bersama gigi molar, gigi ini berfungsi untuk melumatkan makanan, dan pada proses orthodontie, gigi ini sering “dikorbankan”.

Gigi Geraham (Molar)

Gigi molar susu berjumlah 8 seperti gigi premolar, kemudian lepas pada usia 10 – 11 tahun dan digantikan oleh gigi premolar. Sedangkan gigi molar permanen tumbuh di belakang gigi premolar setelah gigi molar susu lepas dan digantikan oleh gigi premolar. Jumlah dari gigi molar permanen adalah 12, dengan pembagian 6 di tiap rahang, 3 di tiap sisi kanan dan kiri. Gigi molar permanen inilah yang paling sering berlubang dan menyebabkan keluhan.

Proses Pertumbuhan Gigi

Dalam pertumbuhannya, gigi mengalami 2 fase pergantian. Diawali dari pertumbuhan gigi susu yang lengkap pada umur 3 tahun dengan jumlah 20 gigi, kemudian diganti dengan fase gigi tetap yang diawali pada usia 13 tahun keatas. Pertumbuhan gigi tetap ini menjadi lengkap setelah jumlah gigi menjadi 32 gigi, sekitar umur 17 – 21 tahun. Fase diantara awal fase gigi tetap sampai gigi tetap yang lengkap disebut fase gigi campuran, yaitu antara umur 13 – 17 tahun.

Baca SelengkapnyaKesehatan Gigi dan Mulut
loading...

Posting Terbaru