Tampilkan postingan dengan label info kesehatan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label info kesehatan. Tampilkan semua postingan

Kamis, 09 Februari 2012

GEJALA - GEJALA KANKER

GEJALA – GEJALA KANKER

Timbul Rasa Nyeri
Pada awal mulanya tidak sakit selanjutnya timbul rasa tidak nyaman hingga timbul rasa sakit. Ada juga kanker yang tidak menimbulkan rasa sakit.
Mengalami Pendarahan
Jika timbul pendarahan yang tidak pernah timbul sebelumnya (buang air besar disertai darah, buang air kecil disertai darah, pendarahan dalam tubuh seperti pada paru-paru yang menyebabkan batuk darah) sebaiknya segera periksakan ke dokter dan lakukan tes.
Penurunan Berat Badan dan Mengalami Lelah
Tergantung perkembangan kanker. Ada yang nafsu makannya baik akan tetapi mengalami penurunan berat badan, dan jaga ada tidak nafsu makan. Biasanya akan merasakan lelah meskipun melakukan aktifitas ringan.
Pembengkakan Kelenjar Getah Bening
Pembengkakan pada Kelenjar getah bening yang kemungkinannya tidak menyakitkan.
Mengalami Depresi
Terjadinya depresi yang berhubungan munculnya gejala dan timbul rasa sakit, rasa was-was dan beberapa kanker memang dapat mempengaruhi otak sehingga menyebabkan depresi.
Gejala Neurologis dan Muskular (saraf dan otot)
Kanker bisa menyebabkan beberapa gejala penyakit saraf dan otot. Gejala pada otak biasanya pusing, pening, sakit kepala, mual, perubahan pada penglihatan.
Gejala pada Pernafasan
Kesulitan bernafas, batuk, atau pneumonia, pendara

Baca SelengkapnyaGEJALA - GEJALA KANKER
loading...

Ciri - Ciri / Tanda - Tanda Kanker Payudara

Ciri – Ciri / Tanda – Tanda Kanker Payudara

Apa sajakah Ciri – Ciri / Tanda – Tanda Kanker Payudara?
Seringkali tidak ada tanda-tanda luar dari kanker payudara yang dapat Anda lihat atau rasakan. Jika ada tanda-tanda lahiriah, yang lebih umum termasuk benjolan, seluas penebalan, atau lesung pipit di payudara. Kurang tanda-tanda umum termasuk payudara bengkak dan kemerahan atau node getah bening ketiak diperbesar.

Tetapi bahkan jika Anda memiliki satu atau lebih dari tanda-tanda ini, itu masih tidak berarti Anda terkena kanker payudara. Ingat bahwa kebanyakan benjolan payudara berubah menjadi jinak (bukan kanker).
Namun, itu sangat penting bahwa Anda PERGI KE DOKTER jika Anda khawatir bahwa Anda mungkin menderita kanker payudara. Setelah dokter memeriksanya akan memudahkan Anda khawatir, dan jika ada sesuatu yang ditemukan, Anda akan dapat mengurusnya dengan cepat.

Pemeriksaan fisik payudara adalah salah satu cara untuk menemukan kanker payudara. Anda dapat membaca tentang metode skrining lain untuk mendeteksi kanker payudara pada kami Pemutaran & bagian Testing.

Untuk mengetahui apakah gejala spesifik yang berhubungan dengan kanker payudara, membaca jawaban para ahli Breastcancer.org ‘atas pertanyaan umum tentang:
Ada seluruh dunia pengujian yang sejalan dengan merawat payudara Anda. Meskipun tes medis bisa saraf-wracking – terutama ketika datang untuk menunggu hasil – mereka sangat penting dalam menjaga payudara Anda sehat dan mendapatkan perawatan yang tepat Anda jika Anda mengembangkan kanker payudara.

Pada bagian ini, Anda akan belajar tentang berbagai jenis tes kanker payudara, seperti mammogram, payudara MRI, dan biopsi. Anda dapat mempelajari tentang mendapatkan hasil tes Anda dan melacak catatan medis Anda. Juga ditampilkan adalah pro dan kontra dari pengujian genetik dan apa hasil yang mungkin berarti bagi Anda

Baca SelengkapnyaCiri - Ciri / Tanda - Tanda Kanker Payudara
loading...

Awas! Makanan yang Dipanggang Picu Risiko Kanker Dua Kali Lipat

Banyak orang senang menikmati makanan yang dipanggang dan ada banyak restoran yang menyajikan hidangan makanan dengan cara dipanggang. Tetapi, para ilmuwan mengatakan bahwa pilihan terhadap makanan yang terolah itu dapat memberikan dampak buruk bagi kesehatan.

Dibandingkan dengan yang direbus, memasak makanan dengan memanggang bisa meningkatkan risiko kanker hingga dua kali lipat, meskipun dagingnya dimasak hingga matang. Para ilmuwan menemukan bahwa daging yang dipanggang atau digoreng menyebabkan mutasi karsinogenik pada permukaan makanan itu.
Sebuah penelitian yang dilakukan oleh Institut kesehatan publik Norwegia menguji tikus sebagai percobaannya yang diharapkan merefleksikan kondisi serupa pada manusia. Mereka menemukan bahwa manusia memiliki enzim tertentu yang disebut sulfotransferases (sult) dalam beberapa bagian dari tubuh mereka. Di tikus, enzim ini hanya ada pada hati.
Enzim Sult berfungsi untuk mengubah beberapa kandungan dalam makanan agar tidak berbahaya. Selain itu, Enzim ini juga memiliki kemampuan untuk merubah makanan menjadi karsinogenik atau kandungan penyebab kanker.

“Kami ingin meneliti perkembangan tumor usus pada tikus yang sering mengonsumsi makanan yang dipanggang dan digoreng dan membandingkan mereka dengan perkembangan tumor pada tikus normal yang diberi makan makanan terkontaminasi yang sama,” kata para ilmuwan, seperti dikutip dari dailymail.
Hasilnya menunjukan bahwa para ilmuwan menemukan tumor usus meningkat dari 31 hingga 80 persen pada tikus yang memakan daging yang dipanggang, sama seperti manusia. Selain itu, para ilmuwan juga mencatat bahwa tikus bukanlah percobaan yang sempurna untuk menggambarkan risiko kesehatan usus manusia melalui konsumsi makanan yang terkontaminasi.



Baca SelengkapnyaAwas! Makanan yang Dipanggang Picu Risiko Kanker Dua Kali Lipat
loading...

Jangan Sepelekan Jagung

Jangan Sepelekan Jagung 

Siapa yang tak suka dengan jagung? Jenis makanan ini selain ringan di kantong, juga kaya manfaat bagi tubuh. Menurut penelitian yang dipublikasikan dalam the American institute for cancer research, Amerika Serikat, menyebutkan jagung banyak mengandung senyawa fitokimia dalam bentuk terikat yang kekuatan antioksidannya, tidak kalah dengan antioksidan dalam buah dan sayuran. Komponen fitokimia bermanfaat membantu serat menurunkan resiko kanker terutama kanker usus. 


Selian itu, dalam laman timesofindia.com, disebutkan jenis sayuran ini kaya akan vitamin, seperti Vitamin B1, yang digunakan dalam metabolisme karbohidrat, vitamin B5 yang membantu fungsi fisiologis. Asam folat dalam jagung hadir dikenal untuk mencegah saraf tabung cacat lahir. Vitamin C nya membantu memerangi penyakit, dan bila Anda memiliki program diet, jagung bisa jadi teman aman untuk urusan tersebut.
Kandungan seratnya yang tinggi, dapat membantu masalah sembelit dan turunkan kadar kolesterol. Bagi penderita diabetes, tak perlu risau, karena kandungan zatnya dapat menurunkan kadar gula dalam darah Anda. Dan para ahli menganjurkan jagung bagi para penderita anemia.
Luar biasa bukan manfaat dari sayuran ini. Untuk menikmatinya, Anda bisa mencampurnya dengan menu harian atau mengkonsumsinya secara langsung setelah proses rebus selesai. Selain murah, rasanya enak, dan mudah didapat, juga sehat pun bisa Anda dapat.(tiemsofindia.com/ARI) 

Baca SelengkapnyaJangan Sepelekan Jagung
loading...

Awas! Minuman Beralkohol Picu Kanker Payudara

Anda sering mengonsumsi minuman beralkohol? Jika iya, sebaiknya mulai sekarang Anda menghentikan kebiasaan tersebut. Karena selain tidak baik bagi kesehatan, ternyata meminum tiga gelas minuman beralkohol selama seminggu dapat meningkatkan risiko seorang wanita terkena kanker payudara. Demikian menurut sebuah penelitian.
 
Perempuan dalam penelitian yang minum 3-6 gelas anggur per minggu, 15 persen lebih mungkin untuk mengembangkan kanker payudara. Klaim ilmuwan ini berdasarkan data yang diambil selama periode 28 tahun.
Penelitian ini menambah bukti-bukti tentang hubungan antara konsumsi alkohol dan peningkatan risiko kanker payudara. Konsumsi dalam jumlah sedang sampai tinggi sebelumnya telah dikaitkan dengan risiko kanker payudara, dan kini efek dari konsumsi dalam jumlah rendah pun sama menakutkan.
Melibatkan 105.986 wanita, penelitian ini dilaksanakan dari tahun 1980-2008 sebagai bagian dari Nurses Health Study. Semua peserta pun diminta menjawab kuesioner secara berkala tentang konsumsi alkohol mereka dan apakah mereka telah didiagnosa dengan kanker payudara.
Selama masa penelitian, ditemukan 7.690 kasus kanker payudara invasif yang didiagnosis.
Namun kasus meningkat dari 333 kasus kanker payudara menjadi 100.000 kasus pada wanita yang minum 3-6 gelas anggur per minggu.
“Risiko yang ditemukan dalam penelitian ini adalah nyata. Jadi meskipun baik bagi jantung, wanita tetap perlu memikirkan efeknya bagi risiko kanker,” jelas peneliti Dr Wendy Chen, dari Rumah Sakit Wanita Brigham di Boston, AS.
sumber : yahoo.com


Baca SelengkapnyaAwas! Minuman Beralkohol Picu Kanker Payudara
loading...

Penderita Penyakit Kronis Rentan Mengalami Depresi

Depresi saat ini sudah dianggap sebagai penyakit sistemik yang banyak mengenai individu di masyarakat. Data terakhir menyebutkan bahwa badan kesehatan dunia (WHO) memprediksikan pada tahun 2020 nanti Depresi merupakan penyakit kedua terbanyak setelah penyakit gangguan jantung dan pembuluh darah.

Depresi adalah suatu kondisi gangguan kejiwaan yang melibatkan penurunan suasana perasaan dan hilangnya minat terhadap kehidupan. Orang yang mengalami depresi kebanyakan mengeluh tidak lagi dapat menikmati hidup, sulit berpikir akan masa depan dan kelelahan.

Gejala lain yang sering timbul adalah sulit tidur, susah konsentrasi, tidak ada nafsu makan, gangguan seksual, mood yang mudah naik turun dan gejala-gejala psikosomatik. Kondisi ini biasanya harus sudah berlangsung lebih dari 2 minggu sampai didiagnosis sebagai gangguan depresi.

Banyak orang salah mengira bahwa selalu ada pemicu depresi yang jelas, tapi pada praktiknya tidak selalu demikian. Banyak juga kasus depresi yang terjadi tanpa pemicu, hal ini semakin menjelaskan bahwa faktor biologis di otak sangat mempunyai peran dalam terjadinya depresi bukan faktor psikososial semata.



Depresi Pada Pasien Kondisi Medis Umum
Prevalensi atau angka kejadian depresi secara global adalah sekitar 17% dan merupakan yang tertinggi dari semua angka kejadian gangguan jiwa di masyarakat. Kondisi ini akan semakin meningkat ketika terjadi pada kondisi khusus misalnya pada pasien dengan penyakit medis umum dan golongan pasien lanjut usia.

Depresi sangat berhubungan dengan harapan perbaikan pasien dengan kondisi medis umum. Salah satu faktor risiko pemberat penyakit adalah depresi pada pasien.

Sayangnya dalam beberapa literatur dikatakan bahwa pasien dengan kondisi medis umum dan depresi yang dirawat di Rumah Sakit Umum sering tidak terdeteksi dan jumlahnya bisa mencapai 50-86% dari berbagai literatur yang dihimpun.

Depresi juga semakin banyak terjadi pada kondisi pasien yang mengalami kondisi kronik menahun seperti stroke, diabetes, kanker, serta gangguan nyeri yang kronis.

Kenali Faktor Risiko
Sangat penting bagi dokter yang bekerja dengan pasien-pasien penyakit kronik untuk mengenali beberapa faktor risiko yang meningkatkan kejadian depresi pada pasien.

Riwayat adanya gangguan depresi sebelumnya, penyakit yang menahun (kronis), penyakit yang angka harapan sembuhnya kecil, riwayat depresi dalam keluarga, pengobatan gangguan nyeri yang tidak optimal adalah beberapa faktor risiko yang seringkali membuat angka kejadian depresi pada kondisi penyakit umum meningkat.

Untuk itulah peran dokter dan keluarga yang merawat pasien dengan kondisi seperti ini sangat diharapkan aktif dalam mengenali kondisi depresi. Jangan kaburkan pandangan kita dari faktor-faktor psikososial yang terjadi pada pasien yang dirawat di rumah sakit.

Kondisi kejiwaan pasien sangat berperan dan memegang peranan penting dalam upaya penyembuhan pasien. Pengenalan dan terapi yang lebih awal dan tepat akan membuat pasien mempunyai harapan hidup dan kualitas hidup yang lebih baik. Salam Sehat Jiwa

Baca SelengkapnyaPenderita Penyakit Kronis Rentan Mengalami Depresi
loading...

Mengenal Penyakit Hernia


Penyakit hernia merupakan salah satu jenis penyakit tidak menular yang hanya terjadi pada kaum pria saja. Mengapa demikian? Sebab, penyakit yang dikenal juga dengan nama turun berok ini menyerang bagian dalam rongga perut yang berguna mendukung fungsi alat kelamin pria.
Penyakit hernia ini sendiri memiliki beberapa jenis klasifikasi, terutama jika dilihat dari penyebab serta letaknya. Jika dilihat dari penyebabnya, penyakit hernia bisa diklasifikasikan menjadi dua. Yang pertama adalah hernis bawaan atau congenital, serta hernia dapatan atau akuisita. Sementara itu, jika dilihat dari letaknya, penyakit hernia bisa dibagi menjadi beberapa bagian. Diantaranya adalah hernia inguinal, umbilical, femoral, diagframa serta beberapa nama lagi yang masih banyak.
Jika diteliti mendalam, hernia merupakan bagian tubuh yang didalamnya terdapat beberapa bagian. Seperti cincin, kantong serta isi hernia tersebut. Isi hernia terdiri dari usus, ovarium serta jaringan penyangga usus yang disebut dengan omentum. Apabila terdapat unsur yang lemas pada lapisan otot dinding perut, akibatnya usus bisa berpindah keluar menuju tempat yang tidak semestinya. Biasanya, usus ini akan berpindah menuju diagframa yaitu bagian batas antara perut serta dada, atau bisa juga muncul di lipatan paha ataupun pusar.
Secara umum, hernia tidak menyebabkan nyeri. Namun, bisa juga menimbulkan nyeri yang sangat menyakitkan, terutama apabila isi hernia masuk terjepit di dalam cincin hernia. Nyeri ini diakibatkan adanya infeksi pada bagian yang terjepit, yang bisa menjalar serta meracuni seluruh tubuh. Pada kondisi ini, seorang yang mengalami penyakit hernia harus segera mendapatkan penanganan dokter, sebab bisa mengancam jiwa penderitanya.
Penyakit hernia ini bisa menyerangg segala macam lapisan usia, mulai dari anak-anak hingga mereka yang sudah lanjut usia. Pada anak-anak atau bayi, penyakit hernia ini biasanya terjadi karena kurang sempurnanya procesus vaginalis untuk menutup yang terjadi pada saat turunnya buah zakar. Sementara pada kaum dewasa dan orang tua, penyakit ini terjadi karena munculnya tekanan tinggi yang terjadi di rongga perut, serta adanya kelemahan pada otot dinding perut yang muncul karena masalah usia.
Tekanan yang terjadi di bagian perut ini biasanya muncul sebagai akibat adanya penyakit batuk kronis, munculnya sembelit atau susah buang air besar, serta munculnya pembesaran prostat. Penyakit hernia juga mengancam mereka yang sering melakukan aktivitas pengangkutan barang-barang berat, sebab rentan memunculkan tekanan pada bagian perut.
Selain itu, bagi kaum pria yang usianya semakin bertambah. maka resiko terkena penyakit hernia juga semakin besar. Hal ini terjadi karena kekuatan jaringan penyangga usus semakin lemah. Di sampng itu, adanya beberapa penyakit menjadikan tingkat penekanan di bagian perut juga semakin tinggi.
Hernia Pada Bayi
 Ada kesalahan yang banyak dipahami oleh sebagian besar masyarakat, bahwa penyakit hernia hanya bisa menyerang orang dewasa saja. Pendapat ini sangat salah, mengingat penyakit hernia bisa pula menyerang pada bayi dan balita. Bahkan jumlah kasus penderita penyakit ini di kalangan balita dan bayi tidak kalah banyak dengan jumlah penderita dari kalangan dewasa.
Salah satu ciri seorang bayi terkena hernia adalah adanya benjolan di sekitar lipat paha dan bagian pusar. Jka hal ini muncul pada bayi atau balita Anda, jangan anggap enteng dan segeralah bawa ke dokter terdekat. Mengingat, penyakit hernia merupakan salah satu jenis penyakit berbahaya yang harus segera ditangani.
Meski demikian, penyakit hernia ini bukanlah sebuah penyakit turunan. Hanya saja, proses yang menyebabkan terjaninya penyakit ini pada bayi dan orang dewasa memiliki perbedaan. Pada orang dewasa, penyakit hernia muncul karena adanya kelemahan pada otot dinding perut. Sementara pada bayi, hernia yang muncul di bagian sekitar perut terjadi sebagai dampak penyakit bawaan atau yang disebut kongenital.
Jenis Hernia
 Secara umum ada dua jenis hernia yang banyak dikenal didalam dunia medis. Kedua jenis tersebut adalah  :

  • Hernia Internal

Hernia ini muncul di bagian dalam tubuh sehingga tidak bisa dilihat dengan mata telanjang. Yang termasuk dalam bagian hernia internal diantaranya adalah hernia diagframatika yang terjadi karena munculnya celah di bagian diagframa yang berawal dari terbentuknya diagframa yang kurang sempurna.
Selain itu, yang tergolong hernia internal adalah hernia hiatal esofagus. Hernia ini muncul melewati celah masyuknya esofagus yang berawal dari rongga dada.

  • Hernia Eksternal

Hernia ini biasanya terjadi di bagian luar tubuh khususnya di bagian lipat paha yang disebut dengan hernia inguinalis, serta hernia yang mucul di bagian pusar atau dikenal sebagai hernia umbilikalis. Untuk bayi, biasanya mereka mengalami hernia jenis eksternal ini, sehingga untuk penangannya bisa dilakukan dengan cepat, karena hernia jenis ini bisa dilihat dengan mata telanjang.

Pendeteksian Hernia
Untuk mencegah dampak yang tidak diinginkan dari penyakit hernia ini, kita harus bisa mendeteksi sejak dini. Caranya bisa dilakukan dengan dua cara, yaitu dengan proses perabaan, serta pengamatan gejala yang biasanya muncul pada penderita hernia.
Untuk proses perabaan ini digunakan untuk mengetahui adanya tonjolan yang muncul seiring dengan terjadinya hernia eksternal. Sementara untuk hernia internal harus dilakukan pemeriksaan dengan menggunakan alat bantu, karena tidak bisa dilihat dengan mata telanjang.

Untuk gejala yang biasanya muncul pada penderita penyakit hernia ada beberapa. Diantaranya adalah penderita akan mengalami susah makan, serta mengalami mual dan rasa ingin muntah yang hebat. Selain itu, suhu badan penderita akan meningkat dan mengalami demam. Jika gejala dan indikasi tersebut muncul, segeralah bawa ke petugas medis untuk mendapatkan penanganan sedini mungkin.





Baca SelengkapnyaMengenal Penyakit Hernia
loading...

Penyakit Cacar (Herpes) Mengatasi cacar air dan bekas cacar dengan obat tradisional

Penyakit Cacar (Herpes) 

Penyakit Cacar atau yang disebut sebagai ‘Herpes’ oleh kalangan medis adalah penyakit radang kulit yang ditandai dengan pembentukan gelembung-gelembung berisi air secara berkelompok. Penyakit Cacar atau Herpes ini ada 2 macam golongan, Herpes Genetalis dan Herpes Zoster.

Herpes Genetalis adalah infeksi atau peradangan (gelembung lecet) pada kulit terutama dibagian kelamin (vagina, penis, termasuk dipintu dubur/anus serta pantat dan pangkal paha/selangkangan) yang disebabkan virus herpes simplex (VHS), Sedangkan Herpes Zoster atau dengan nama lain ‘shingles’ adalah infeksi kulit yang disebabkan oleh virus varicella-zoster yang menimbulkan gelembung cairan hampir pada bagian seluruh tubuh.




Herpes zoster juga dikatakan penyakit infeksi pada kulit yang merupakan lanjutan dari pada chickenpox (cacar air) karena virus yang menyerang adalah sama, Hanya terdapat perbedaan dengan cacar air. Herpes zoster memiliki ciri cacar gelembung yang lebih besar dan berkelompok pada bagian tertentu di badan, bisa di bagian punggung, dahi atau dada. 



  • Cara Penularan Penyakit Cacar (Herpes)



  • Secara umum, seluruh jenis penyakit herpes dapat menular melalui kontak langsung. Namun pada herpes zoster, seperti yang terjadi pada penyakit cacar (chickenpox), proses penularan bisa melalui bersin, batuk, pakaian yang tercemar dan sentuhan ke atas gelembung/lepuh yang pecah. Pada penyakit Herpes Genitalis (genetalia), penularan terjadi melalui prilaku sex. Sehingga penyakit Herpes genetalis ini kadang diderita dibagian mulut akibat oral sex. Gejalanya akan timbul dalam masa 7-21 hari setelah seseorang mengalami kontak (terserang) virus varicella-zoster.

    Seseorang yang pernah mengalami cacar air dan kemudian sembuh, sebenarnya virus tidak 100% hilang dari dalam tubuhnya, melainkan bersembunyi di dalam sel ganglion dorsalis sistem saraf sensoris penderita. Ketika daya tahan tubuh (Immun) melemah, virus akan kembali menyerang dalam bentuk Herpes zoster dimana gejala yang ditimbulkan sama dengan penyakit cacar air (chickenpox). Bagi seseorang yang belum pernah mengalami cacar air, apabila terserang virus varicella-zoster maka tidak langsung mengalami penyakit herpes zoster akan tetapi mengalami cacar air terlebih dahulu.

  • Tanda dan Gejala Penyakit Cacar (Herpes)
  • Tanda dan gejala yang timbul akibat serangan virus herpes secara umum adalah demam, menggigil, sesak napas, nyeri dipersendian atau pegal di satu bagian rubuh, munculnya bintik kemerahan pada kulit yang akhirnya membentuk sebuah gelembung cair. Keluhan lain yang kadang dirasakan penderita adalah sakit perut.

  • Penanganan dan Pengobatan Penyakit Cacar (Herpes)
  • Pada penderita penyakit cacar hal yang terpenting adalah menjaga gelembung cairan tidak pecah agar tidak meninggalkan bekas dan menjadi jalan masuk bagi kuman lain (infeksi sekunder), antara lain dengan pemberian bedak talek yang membantu melicinkan kulit. Penderita apabila tidak tahan dengan kondisi hawa dingin dianjurkan untuk tidak mandi, karena bisa menimbulkan shock.
    Obat-obatan yang diberikan pada penderita penyakit cacar ditujukan untuk mengurangi keluhan gejala yang ada seperti nyeri dan demam, misalnya diberikan paracetamol. Pemberian Acyclovir tablet (Desciclovir, famciclovir, valacyclovir, dan penciclovir) sebagai antiviral bertujuan untuk mengurangi demam, nyeri, komplikasi serta melindungi seseorang dari ketidakmampuan daya tahan tubuh melawan virus herpes. Sebaiknya pemberian obat Acyclovir saat timbulnya rasa nyeri atau rasa panas membakar pada kulit, tidak perlu menunggu munculnya gelembung cairan (blisters).
    Pada kondisi serius dimana daya tahan tubuh sesorang sangat lemah, penderita penyakit cacar (herpes) sebaiknya mendapatkan pengobatan terapy infus (IV) Acyclovir. Sebagai upaya pencegahan sebaiknya seseorang mendapatkan imunisasi vaksin varisela zoster. Pada anak sehat usia 1 – 12 tahun diberikan satu kali. Imunasasi dapat diberikan satu kali lagi pada masa pubertas untuk memantapkan kekebalan menjadi 60% – 80%. Setelah itu, untuk menyempurnakannya, berikan imunisasi sekali lagi saat dewasa. Kekebalan yang didapat ini bisa bertahan sampai 10 tahun.

     Mengatasi cacar air dan bekas cacar dengan obat tradisional :


    berikut ini diturunkan tulisan mengenai cacar air dari tulisan berjudul Mengatasi Cacar Air Secara Alamiah oleh  Prof  HM Hembing Wijayakusuma. Sedangkan untuk tips menghilangkan bekas cacar air bersumber dari arsip MAILING LIST DOKTER INDONESIA.

    Hampir setiap orang pernah mengalami cacar air. Penyakit ini memang tidak pandang bulu, sebab dapat menyerang semua ras, segala umur, laki-laki atau perempuan, baik di daerah perkotaan maupun di pedesaan. Orang kulit putih, hitam dan coklat dapat terkena. Anak-anak, remaja, orang dewasa, semuanya dapat terkena cacar air.
    Namun, pada umumnya penyakit ini lebih banyak menyerang anak-anak usia 2-8 tahun. Cacar air bawaan (kongenital) dapat terjadi pada bayi dalam kandungan ibu yang terserang cacar air. Infeksi cacar air pada bayi yang baru lahir dari seorang ibu yang sehat, jarang terjadi.
    Penyakit ini disebabkan oleh infeksi virus herpes varicella-zoster dan merupakan penyakit menular. Penularannya dapat melalui kontak langsung dan kontak tidak langsung. Kontak langsung dapat terjadi melalui cairan pernafasan dan kontak langsung dengan kulit penderita. Ruam pada kulit yang mulai merekah dan pecah sangat menular.
    Kontak tidak langsung terjadi melalui udara. Menghirup udara yang mengandung kuman virus herpes varicella-zoster dapat menyebabkan seseorang terserang cacar air.
    Cacar air dapat membahayakan dan menimbulkan kematian pada penderita kanker dan orang yang mengalami defisiensi sistem imun (penurunan fungsi sistem imunitas/kekebalan tubuh). Turunnya fungsi sistem imunitas tubuh tersebut menyebabkan tubuh tidak mempunyai kekebalan dan sistem ketahanan untuk melawan serangan virus penyebab cacar, sehingga kondisi penderita melemah yang pada akhirnya dapat mengakibatkan sesuatu yang fatal.
    Pada anak yang diberi beberapa jenis obat yang berefek pada menurunnya sistem imunitas tubuh, cacar dapat menyebabkan kematian, sebab tubuh tidak mempunyai sistem pertahanan untuk menghancurkan virus penyebab cacar. Penyakit ini juga membahayakan seorang ibu dan bayi yang dikandungnya.
    Gejala-gejala cacar air adalah:
     
    * Munculnya ruam-ruam di kulitCacar air ditandai dengan bintik-bintik merah berupa gelembung berisi gelembung cairan bening yang muncul setelah 24 jam terinfeksi virus herpes varicella-zoster. Bintik-bintik merah yang muncul di kulit penderita disebut dengan ruam. Ruam tersebut biasanya menimbulkan rasa gatal. Bekas ruam yang ditimbulkan itu pada umumnya akan hilang, tetapi ruam yang terkena infeksi dan merusak lapisan kulit biasanya membekas di kulit. Ruam yang terinfeksi akan bernanah. Lalu akan timbul lepuh kemerahan di punggung dan kepala, yang mudah pecah. Pecahnya ruam, menyebabkan cairan keluar dan terbentuklah keropeng. Ruam menyebar ke muka dan jarang ke tungkai dan lengan. Lepuh akan berlanjut 3-4 hari.
    Kadang-kadang dijumpai ulkus (luka) pada membran mukosa mulut, alat genital dan mata. Gatalnya ruam menyebabkan penderita menggaruknya yang menyebabkan infeksi, keropeng dan menimbulkan infeksi baru.
    * Demam, kepala terasa agak sakit dan tidak enak badan
    * Suhu badan meningkat
    * Nafsu makan menghilang
    * Dalam kondisi parah, ruam-ruam dapat muncul di wajah dan anggota gerak, tangan, lengan, kaki dan lain-lain.
    Tips untuk mencegah cacar air, antara lain:
    * Menjaga kebersihan badan, pakaian dan lingkungan. Pakaian dan lingkungan kotor merupakan sumber dari penyakit. Badan yang kotor akan mudah terinfeksi oleh kuman penyakit.
    * Mengkonsumsi makanan bergizi Makanan bergizi membuat tubuh sehat dan berstamina kuat sehingga dapat menangkal serangan infeksi kuman penyakit
    * Menghindari sumber penularan penyakit cacar air
    * Imunisasi vaksin cacar air
    Perawatan terhadap penderita cacar air:
    • Mengganti baju penderita setiap hari
    • Menaburkan bedak antigatal pada bagian tubuh yang terkena cacar air untuk mengurangi rasa gatal dan agar ruam menjadi lebih cepat kering.
    • Memisahkan penderita dengan orang yang sehat agar cacar air tidak menular pada yang lain.
    • Mandi dengan menggunakan air hangat yang telah dicampur dengan obat antigatal setiap hari.
    • Memotong kuku agar tidak menggaruk ruam-ruam pada kulit, sehingga tidak timbul infeksi baru.
    • Memberikan kondisi nyaman pada penderita agar dapat beristirahat dengan nyaman dan mempercepat proses kesembuhan
    Kombinasi beberapa tanaman berkhasiat obat dapat diramu menjadi obat tradisional yang dapat mengatasi cacar air. Berikut ini adalah ramuan obat tradisional yang dapat digunakan untuk mengatasi cacar air:
    Pemakaian dalam :
    Resep 1 : 30 gram temu lawak + 25 gram kencur + 15 gram asam jawa + 15 gram jahe, dicuci dan dipotong-potong, lalu direbus dengan 600 cc air hingga tersisa 300 cc, disaring, airnya diminum 2-3 kali sehari.
    Resep 2 : 2 buah mengkudu matang dicuci dan dijus, atau diparut dan diambil airnya, lalu diminum. Lakukan 2-3 kali sehari.
    Pemakaian luar :
    Resep 1 :
    Kunyit + daging buah asam (asam kawak) masing-masing secukupnya ditumbuk halus, tambahkan minyak kelapa secukupnya, dipanaskan sebentar, setelah dingin dioleskan pada bagian kulit yang terkena cacar air.
    Resep 2 : Daun asam dan kunyit masing-masing secukupnya dicuci dan dihaluskan, lalu dipakai untuk mengoles kulit yang gatal karena cacar air.
    Catatan: untuk perebusan gunakan periuk tanah atau panci enamel atau panci kaca.





    Baca SelengkapnyaPenyakit Cacar (Herpes) Mengatasi cacar air dan bekas cacar dengan obat tradisional
    loading...

    APA PENYEBAB STROKE?

    Banyak kondisi-kondisi yang dapat menyebabkan stroke, tetapi awalnya adalah dari pengerasan arteri atau yang disebut juga sebagai arteriosklerosis.
    "Jangan berpikir bahwa penyumbatan pembuluh darah itu terjadi sebagai proses penuaan yang wajar, "kata Virgil Brown, M.D., pimpinan American Heart Association dan profesor ilmu kedokteran pada Emory University di Atlanta, karena arteriosklerosis merupakan akibat dari gaya hidup modern yang penuh stres, pola makan tinggi lemak, dan kurang berolahraga. Ketiganya sebenarnya tergolong dalam faktor risiko yang dapat dikendalikan. Tentu saja ada pula faktor-faktor lain yang tidak dapat dikendalikan. Keduanya akan diuraikan berikut ini.
    FAKTOR RISIKO TAK TERKENDALI
    Yang termasuk dalam kelompok faktor ini adalah usia, jenis kelamin, garis keturunan, dan ras atau etnik tertentu
    ·         Usia
    Semakin bertambah tua usia Anda, semakin risikonya. Setelah berusia 55 tahun, risikonya berlipat ganda setiap kurun waktu sepuluh tahun. Dua pertiga dari semua serangan stroke terjadi pada orang yang berusia di atas 65 tahun. Tetapi, itu tidak berarti bahwa stroke hanya terjadi pada orang lanjut usia karena stroke dapat menyerang semua kelompok umur
    ·         Jenis kelamin
    Pria lebih berisiko terkena stroke daripada wanita, tetapi penelitian menyimpulkan bahwa justru lebih banyak wanita yang meninggal karena stroke. Risiko stroke pria 1,25 lebih tinggi daripada wanita, tetapi serangan stroke pada pria terjadi di usia lebih muda sehingga tingkat kelangsungan hidup juga lebih tinggi. Dengan perkataan lain, walau lebih jarang terkena stroke, pada umumnya wanita terserang pada usia lebih tua, sehingga kemungkinan meninggal lebih besar.
    ·         Keturunan-sejarah stroke dalam keluarga
    Nampaknya, stroke terkait dengan keturunan. Faktor genetik yang sangat berperan antara lain adalah tekanan darah tinggi, penyakit jantung, diabetes dan cacat pada bentuk pembuluh darah. Gaya hidup dan pola suatu keluarga juga dapat mendukung risiko stroke. Cacat pada bentuk pembuluh darah (cadasil) mungkin merupakan faktor genetik yang paling berpengaruh dibandingkan faktor risiko stroke yang lain.

    FAKTOR RISIKO TERKENDALI
    Adapula faktor-faktor  risiko  yang  sebenarnya dapat disembuhkan dengan bantuan obat-obatan atau perubahan hidup.
    ·         Hipertensi
    Hipertensi (tekanan darah tinggi) merupakan faktor risiko utama yang menyebabkan pengerasan dan penyumbatan arteri. Penderita hipertensi memiliki faktor risiko stroke empat hingga enam kali lipat dibandingkan orang yang tanpa hipertensi dan sekitar 40 hingga 90 persen pasien stroke ternyata menderita hipertensi sebelum terkena stroke.
    Secara medis, tekanan darah di atas 140—90 tergolong dalam penyakit hipertensi. Oleh karena dampak hipertensi pada keseluruhan risiko stroke menurun seiring dengan pertambahan umur, pada orang lanjut usia, faktor-faktor lain di luar hipertensi berperan lebih besar terhadap risiko stroke. Pada orang yang tidak menderita hipertensi, risiko stroke meningkat terus hingga usia 90, menyamai risiko stroke pada orang yang menderita hipertensi.
    Sejumlah penelitian menunjukkan obat-obatan anti hipertensi dapat mengurangi risiko stroke sebesar 38 persen dan pengurangan angka kematian karena stroke sebesar 40 persen.
    ·         Penyakit jantung
    Setelah hipertensi, faktor risiko berikutnya adalah penyakit jantung, terutama penyakit yang disebut atrial fibrilation, yakni penyakit jantung dengan denyut jantung yang tidak teratur di bilik kiri atas. Denyut jantung di atrium kiri ini mencapai empat kali lebih cepat dibandingkan di bagian-bagian lain jantung. Ini menyebabkan aliran darah menjadi tidak teratur dan secara insidentil terjadi pembentukan gumpalan darah. Gumpalan-gumpalan inilah yang kemudian dapat mencapai otak dan menyebabkan stroke. Pada orang-orang berusia di atas 80 tahun, atrial fibrilation merupakan penyebab utama kematian pada satu di antara empat kasus stroke.
    Penyakit jantung lainnya adalah cacat pada bentuk katup jantung (mitral valve stenosis atau mitral valve calcification). Juga cacat pada bentuk otot jantung, misalnya PFO (patent foramen ovale) atau lubang pada dinding jantung yang memisahkan kedua bilik atas. Secara alami, gumpalan dalam darah biasanya disaring dalam paru-paru, tetapi karena berlubang, dinding jantung dapat meloloskan gumpalan darah itu sehingga tidak melalui paru-paru tetapi langsung menuju pembuluh di otak sehingga menyebabkan stroke.
    Cacat katup jantung lainnya adalah ASA (atrial septal aneurysm) atau cacat bentuk kongenital (sejak lahir) pada jaringan jantung, yakni penggelembungan dinding jantung ke arah salah satu bilik jantung. PFO dan ASA seringkali terjadi bersamaan sehingga memperbesar risiko stroke.
    Masih ada dua cacat bentuk jantung yang nampaknya meningkatkan risiko stroke tanpa penyebab yang jelas. Yang pertama adalah pembesaran atrial kiri-bilik jantung kiri yang lebih besar dari ukuran normal-sehingga irama jantung menjadi pincang. Lainnya adalah ventricular hypertrophy kiri, di mana dinding kamar jantung kiri lebih tebal sehingga kurang elastis memompa darah.
    Selanjutnya, faktor lain dapat terjadi pada pelaksanaan operasi jantung yang berupaya memperbaiki cacat bentuk jantung atau penyakit jantung. Tanpa diduga, plak dapat terlepas dari dinding aorta (batang nadi jantung), lalu hanyut mengikuti aliran darah ke leher dan ke otak yang kemudian menyebabkan stroke.
    ·         Diabetes
    Penderita diabetes memiliki risiko tiga kali lipat terkena stroke dan mencapai tingkat tertinggi pada usia 50-60 tahun. Setelah itu, risiko tersebut akan menurun. Namun, ada faktor penyebab lain yang dapat memperbesar risiko stroke karena sekitar 40 persen penderita diabetes pada umumnya juga mengidap hipertensi.
    ·         Kadar kolesterol darah
    Penelitian menunjukkan bahwa makanan kaya lemak jenuh dan kolesterol seperti daging, telur, dan produk susu dapat meningkatkan kadar kolesterol dalam tubuh dan berpengaruh pada risiko aterosklerosis dan penebalan pembuluh. Kadar kolesterol di bawah 200 mg/dl dianggap aman, sedangkan di atas 240 mg/dl sudah berbahaya dan menempatkan seseorang pada risiko terkena penyakit jantung dan stroke.
    Memperbaiki tingkat kolesterol dengan menu makan yang sehat dan olahraga yang teratur dapat menurunkan risiko aterosklerosis dan stroke. Dalam kasus tertentu, dokter dapat memberikan obat untuk menurunkan kolesterol.
    ·         Merokok
    Merokok merupakan faktor risiko stroke yang sebenarnya paling mudah diubah. Perokok berat menghadapi risiko lebih besar dibandingkan perokok ringan. Merokok hampir melipatgandakan risiko stroke iskemik, terlepas dari faktor risiko yang lain, dan dapat juga meningkatkan risiko subaraknoid hemoragik hingga 3,5 persen. Merokok adalah penyebab nyata kejadian stroke, yang lebih banyak terjadi pada usia dewasa muda ketimbang usia tengah baya atau lebih tua. Sesungguhnya, risiko stroke menurun dengan seketika setelah berhenti merokok dan terlihat jelas dalam periode 2-4 tahun setelah berhenti merokok. Perlu diketahui bahwa merokok memicu produksi fibrinogen (faktor penggumpal darah) lebih banyak sehingga merangsang timbulnya aterosklerosis.
    Pada pasien perokok, kerusakan yang diakibatkan stroke jauh lebih parah karena dinding bagian dalam (endothelial) pada sistem pembuluh darah otak (serebrovaskular) biasanya sudah menjadi lemah. Ini menyebabkan kerusakan yang lebih besar lagi pada otak sebagai akibat bila terjadi stroke tahap kedua.
    ·          Alkohol berlebihan
    Secara umum, peningkatan konsumsi alkohol meningkatkan tekanan darah sehingga memperbesar risiko stroke, baik yang iskemik maupun hemoragik. Tetapi, konsumsi alkohol yang tidak berlebihan dapat mengurangi daya penggumpalan platelet dalam darah, seoerti halnva asnirin. Dengan
    demikian, konsumsi alkohol yang cukup justru dianggap dapat melindungi tubuh dari bahaya stroke iskemik. Pada edisi 18 November, 2000 dari The New England Journal of Medicine, dilaporkan bahwa Physicians Health Study memantau 22.000 pria yang selama rata-rata 12 tahun mengkonsumsi alkohol satu kali sehari. Ternyata, hasilnya menunjukkan adanya penurunan risiko stroke secara menyeluruh. Klaus Berger M.D. dari Brigham and Women's Hospital di Boston beserta rekan-rekan juga menemukan bahwa manfaat ini masih terlihat pada konsumsi seminggu satu minuman. Walaupun demikian, disiplin menggunakan manfaat alkohol dalam konsumsi cukup sulit dikendalikan dan efek samping alkohol justru lebih berbahaya.
    Lagipula, penelitian lain menyimpulkan bahwa konsumsi alkohol secara berlebihan dapat mempengaruhi jumlah platelet sehingga mempengaruhi kekentalan dan penggumpalan darah, yang menjurus ke pendarahan di otak serta memperbesar risiko stroke iskemik.
    ·         Obat-obatan terlarang
    Penggunaan obat-obatan terlarang seperti kokain dan senyawa olahannya dapat menyebabkan stroke, di samping memicu faktor risiko yang lain seperti hipertensi, penyakit jantung, dan penyakit pembuluh darah. Kokain juga meyebabkan gangguan denyut jantung (arrythmias) atau denyut jantung jadi lebih cepat. Masing-masing menyebabkan pembentukan gumpalan darah.Marijuana mengurangi tekanan darah dan bila berinteraksi dengan faktor risiko lain, seperti hipertensi dan merokok, akan menyebabkan tekanan darah naik turun dengan cepat. Keadaan ini pun punya potensi merusak pembuluh darah.
    ·         Cedera kepala dan leher
    Cedera pada kepala atau cedera otak traumatik dapat menyebabkan pendarahan di dalam otak dan menyebabkan kerusakan yang sama seperti pada stroke hemoragik. Cedera pada leher, bila terkait dengan robeknya tulang punggung atau pembuluh karotid—akibat peregangan atau pemutaran leher secara berlebihan atau adanya tekanan pada pembuluh— merupakan penyebab stroke yang cukup berperan, terutama pada orang dewasa usia muda.
    ·         Infeksi
    Infeksi virus maupun bakteri dapat bergabung dengan faktor risiko lain dan membentuk risiko terjadinya stroke. Secara alami, sistem kekebalan tubuh biasanya melakukan perlawananan terhadap infeksi dalam bentuk meningkatkan peradangan dan sifat penangkalan infeksi pada darah. Sayangnya, reaksi kekebalan ini juga meningkatkan faktor penggumpalan dalam darah yang memicu risiko stroke embolik-iskemik.
    STROKE PADA WANITA
    Perlu diwaspadai juga risiko stroke khusus pada wanita yang menggunakan pil kontrasepsi, hamil dan melahirkan, dan menopause.
    ·         Penggunaan kontrasepsi oral
    Faktor risiko stroke ini berkaitan dengan terjadinya fluktuasi dan perubahan hormonal yang mempengaruhi seorang wanita dalam berbagai tahapan dalam kehidupannya. Penelitian memperlihatkan bahwa kontrasepsi oral jenis lama, dengan kandungan estrogen yang tinggi dapat memperbesar risiko stroke pada wanita. Tetapi, kontrasepsi oral jenis baru dengan kandungan estrogen lebih rendah, secara nyata tidak meningkatkan risiko stroke pada wanita.
    ·         Kehamilan dan melahirkan
    Penelitian lain memperlihatkan bahwa kehamilan dan melahirkan menempatkan seorang wanita pada risiko terkena stroke meskipun tidak tinggi, yakni 8 di antara 100 wanita hamil. Risiko stroke terbesar seringkali terjadi pada periode 6 minggu setelah melahirkan (post-parturn). Penyebabnya tidak diketahui namun perubahan hormonal pada akhir kehamilan diduga dapat meningkatkan risiko stroke.
    ·         Menopause
    Berbagai penelitian menunjukkan ketika produksi hormon estrogen pada usia menopause berkurang, risiko stroke pada wanita meningkat secara drastis. Untuk mengurangi pengaruh menopause sekaligus menurunkan risiko stroke kadangkali disarankan terapi sulih hormon (Hormon Replacement Therapy) tetapi terapi tersebut perlu dilakukan dengan kontrol dokter untuk memperkecil efek sampingnya (kanker payudara dan kanker rahim).
    STROKE PADA USIA MUDA
    Para ahli klinis seringkali membagi kelompok muda dalam dua kategori, yaitu di bawah usia 15 tahun, dan berusia antara 15 hingga 44 tahun. Orang yang masih muda nampaknya lebih berpeluang menderita stroke hemoragik dibandingkan stroke iskemik. Seorang anak yang mengalami stroke mungkin kehilangan suara, kehilangan bahasa yang ekspresif (termasuk bahasa tubuh dan gerak isyarat), kehilangan tenaga pada salah satu sisi tubuh (hemiparesis), kelumpuhan pada salah satu sisi tubuh (hemiplegia), kerusakan pembicaraan (disartria).


    Baca SelengkapnyaAPA PENYEBAB STROKE?
    loading...

    Waspadai Penyakit Trigeminal Neuralgia

    Bila Anda tiba-tiba merasakan wajah seperti terkena sengatan listrik atau ditusuk-tusuk atau gigi terasa linu sesaat dan berulang-ulang, jangan buru-buru datang ke dokter gigi apalagi minta dicabut. Sebab, mungkin Anda tengah mengalami penyakit langka, yaitu trigeminal neuralgia. Penyakit ini adalah gangguan pada saraf wajah atau saraf kepala yang kelima.
    Waspadai Penyakit Trigeminal Neuralgia

    Trigeminal neuralgia atau nyeri saraf adalah nyeri yang terjadi di daerah nervus (saraf) trigeminus. Disebut trigeminus karena memiliki tiga cabang, yaitu ophthalmic branch (melayani daerah mata dan dahi), maxillary branch (melayani daerah pipi, rahang atas dan gigi atas), dan mandibular branch (melayani daerah rahang bawah dan gigi bawah). Ketiga cabang ini mengumpul di satu kumpulan sel saraf yang disebut ganglion trigeminus yang seterusnya akan berlanjut ke dalam batang otak.
    Karena memiliki tiga cabang, rasa nyeri ini bisa menjalar ke daerah yang dipersarafinya. Ada yang merasakan nyeri di dahi, mata, gigi, kulit wajah, pipi ataupun lidah. Rasa nyeri setiap orang yang terkena penyakit ini berbeda-beda letaknya.


    Spesialis saraf dari Rumah Sakit Siloam, Kebon Jeruk, dr Antonius Adinatha, mengatakan, rasa nyeri ditimbulkan karena adanya persentuhan saraf tersebut dengan pembuluh darah. Persentuhan pembuluh darah disebabkan letak pembuluh darah yang berdekatan dengan saraf tersebut.
    “Persenggolan menyebabkan iritasi pada saraf yang mencetuskan timbulnya cetusan-cetusan listrik yang dirasakan sebagai nyeri kesetrum atau ditusuk-tusuk, seolah-olah berasal dari kulit wajah atau dari gigi,”  kata  dr Antonius.


    Tak hanya disebabkan oleh persentuhan pembuluh darah, 10-15 persen trigeminal neuralgia disebabkan pula saraf karena tertekan oleh penyakit lain, seperti tumor atau massa lain, dan kerusakan saraf karena multiple sclerosis (peradangan pada otak dan sumsum tulang belakang karena autoimun).
    “Penyakit ini tidak ada hubungannya dengan sakit gigi. Pasien hanya seolah-olah merasakan penyakit seperti ini sakit gigi,” katanya.


    Penyakit ini tidak banyak ditemukan. Prevalensi penyakit ini diperkirakan 107,5 pada pria dan 200,2 pada wanita per 1 juta populasi. Penyakit ini lebih sering terjadi pada sisi kanan wajah dibandingkan sisi kiri dengan rasio 3:2. Kurang lebih 10 persen kasus ini terjadi sebelum usia empat puluhan.
    Jenis penyakit ini tergolong susah penyembuhannya. Dokter Antonius mengatakan, pengobatan yang dilakukan saat ini adalah dengan obat, penyuntikan, dan penyinaran dengan alat modern dan operasi. Obat yang diberikan hanya berfungsi untuk memblok rasa nyeri tanpa mematikan saraf sehingga obat ini harus dikonsumsi seumur hidup bila penderita tak  ingin merasakan nyeri.


    Sementara itu, untuk penyuntikan dan penyinaran berfungsi untuk mematikan saraf. Ketika saraf dimatikan, rasa sakit memang hilang. Tindakan ini tidak mengganggu saraf lain, tetapi penderita akan bisa merasakan mati rasa pada daerah yang mati sarafnya. Untuk penyuntikan harus dilakukan tepat di bagian saraf yang sakit, kalau tidak rasa nyeri pun akan tetap ada.
    Dokter Antonius menambahkan, karena penyakit ini intensitasnya berat, “tidak heran bila penderitanya sering kali ingin bunuh diri”. 



    Baca SelengkapnyaWaspadai Penyakit Trigeminal Neuralgia
    loading...

    Gejala HIV AIDS

    Gejala HIV AIDS

    Apa saja Gejala HIV AIDS? Awal mula gejala seseorang terinfeksi HIV sulit untuk diprediksi. Dalam Tahapan HIV menjadi AIDS, Gejala-gejala yang timbul dibedakan menjadi dua yaitu Gejala Minor dan Gejala Mayor. Berikut ini penjelasannya:
    Gejala Mayor
    • Mengalami penurunan berat badan lebih dari 10% dalam waktu 1 bulan
    • Mengalami diare kronis yang berlangsung lebih dari 1 bulan.
    • Mengalami demam berkepanjangan dengan interval lebih dari 1 bulan.
    • Mengalami gangguan sistem syaraf (nerologis) sehingga terjadi penurunan kesadaran.
    • Mengalami penurunan dalam berpikir dengan baik yang mengakibatkan tidak dapat beraktivitas dengan baik (Demensia/ HIV ensefalopati).

    Gejala Minor:
    • Mengalami batuk menetap lebih dari 1 bulan.
    • Mengalami peradangan hebat pada seluruh permukaan kulit dan menyebabkan kemerahan dan pembentukan sisik yang berat (Dermatitis Generalisata). Umumnya mengalami demam akan tetapi merasa kedinginan karena banyak panas yang hilang melalui kulit yang rusak.
    • Mengalami cacar ular dengan ciri-ciri bintil-bintil kecil berwarna merah, berisi cairan, dan menggembung pada kulit (Herpes Zoster) dan Kandidias orofaringeal.
    • Mengalami infeksi organisme yang diakibatkan penurunan sistem imun.
    • Mengalami sejenis penyakit yang menjangkiti mulut, kulit, dan alat kelamin (Herpes Simplex), penyakit ini menyebabkan kulit melepuh dan terasa sakit pada otot di sekitar daerah yang terjangkit.
    • Mengalami pembengkakan pada kelenjar getah bening (Limfadenopati Generalisata).
    • Mengalami infeksi jamur berulang pada alat kelamin wanita.
    • Mengalami Retinitis Virus Sitomegalo. Virus tersebut termasuk virus sitomegalo (CMV), yang dapat menyebabkan retinitis CMV yang mengancam penglihatan.


    Baca SelengkapnyaGejala HIV AIDS
    loading...

    Dampak Buruk Minum Alkohol…..

    Dampak Buruk Minum Alkohol……
     
    Kejadian tabrakan maut hari Minggu kemarin tanggal 22 Januari 2012 yang menyebabkan hilangnya nyawa 9 orang membuktikan bahwa narkoba dan alkohol harus dihindari. Mendagri juga selayaknya tidak memaksakan kehendak seputar Peraturan pembatasan atau pelarangan peredaran Alkohol oelh PEMDA. Pemerintah melalui  Keputusan Presiden Nomor 3 Tahun 1997 memang mengatur  tiga golongan minuman keras, yakni golongan A dengan kandungan alkohol 0-5 persen, B dengan alkohol 5-20 persen, dan C dengan kandungan alkohol 20-55 persen. Untuk minuman yang mengandung alkohol 0-5 % peredarannya bebas ditengah masyarakat. Disisi lain ada beberapa daerah yang melalui Peraturan Daerah (PERDA) melarang peredaran minuman berlakohol walau masuk golongan A. Kesenjangan antara Kepres dan Perda inilah yang menjadi sumber masalah. Sudah ada Ormas yang menyatakan akan mengajukan uji Kepres No 3 1997 ini ke Mahkamah Konstitusi.
    Tetapi apapun hasilnya sebagai sebagai seorang Dokter Spesialis Penyakit Dalam, dalam praktek sehari-hari bahwa penggunaan alkohol ditengah masyarakat lebih banyak keburukan dari pada kebaikannya. Menurut catatan World Health Organization (WHO) pada tahun 2011, tercatat 2,5 juta penduduk dunia meninggal akibat alkohol dan 9 % kematian tersebut terjadi pada orang muda (15-29 tahun).
    Kenapa Minum Alkohol?
    Secara umum kenapa seseorang minum minuman alkohol adalah karena alasan menjaga hubungan baik dengan relasi, baik untuk acara jamuan makan malam atau pesta. Disisi lain alasan minum alkohol adalah untuk menghangatkan badan apalagi didalam musim penghujan saat ini, minum alcohol juga untuk alasan lebih relaks dan melupakan beban berat atau permasalahan yang sedang dimiliki oleh seseorang. Buat sebagian orang yang memang merasa rendah diri dengan minum alkohol merasa dirinya menjadi lebih berharga dan sedikit lebih "berani". Buat sebagian anak muda alkohol sebagai pelarian karena menghadapi frustasi dalam kehidupan sehari-hari baik karena masalah pendidikan, masalah keluarga (Broken Home), karena pekerjaan dan masalah sosial lain dalam kehidupan bermasyarakat. Minum alkohol bisa melupakan beban hidup sesaat dan tentu sifatnya semu belaka.
    Efek samping  Minum Alkohol
    Mengulas sedikit mengenai minuman beralkohol yang ada ditengah masyarakat mengandung kadar alkohol yang bervariasi. Bir umumnya mengandung alkohol 3,5% sampai 5 %, wine mengandung alkohol 10%-14%, fortified wine mengandung alkohol 14-20 % sedang whisky, vodka mengandung 40 % alkohol. Dampak buruk dari penggunaan alkohol akan mengenai berbagai organ didalam tubuh. Mulai dari otak, saluran pencernaan mulai dari mulut sampai ke usus besar, organ-organ dalam tubuh khususnya liver, pancreas, otot, tulang dan sistim genetalia baik laki-laki maupun perempuan.
    Alkohol dikelompokan sebagai bahan yang menyebabkan sedasi dan hypnosis. Artinya apa bahwa alkohol membuat seseorang menjadi tenang dan "tertidur".
    Penggunaan alkohol dalam waktu singkat dan berlebihan akan menyebabkan terjadinya keracunan alkohol (Intoksikasi alkohol) dan dapat mennyebabkan kematian. Akibat penggunaan alkohol dalam waktu singkat dan berlebihan akan menyebabkan seseorang menjadi "mabuk". Intoksikasi terjadi jika jumlah alkohol yang dikonsumsi diatas ambang toleransi orang tersebut sehingga menyebabkan terjadinya gangguan baik fisik maupun mental, sesorang yang dalam keadaan mabuk tidak sadar akan apa yang sedang dilakukan, disorientasi, bingung dan lupa. Dalam keadaan mabuk seseorang bisa saja melakukan aktifitas antisosial termasuk juga melakukan tingkah laku seksual yang tidak aman. Tentunya sangat berbahaya jika mengendarai kendaraan bermotor atau menghidupkan mesin.
    Alkohol dapat menyebabkan adiksi atau ketagihan dan toleransi penggunaan makin hari makin banyak. Walaupun seseorang sudah toleransi untuk volume tertentu tetapi efek samping kronisnya tetap terjadi. Pasien dengan penggunaan alkohol jangka panjang akan menyebabkan peradangan kronis pada saluran pencernaannya khususnya pada lambung. Pasien yang menggunakan alkohol kronis akan dengan mudah ditemukan kelainan pada lambungnya. Saya beberapa kali medeteksi pasien yang secara endoskopi diketahui ada peradangan kronis pada lambung dan mengakui sebagai pengguna alhohol rutin  pada saat konfirmasi setelah pemeriksaan endoskopi. Alkohol akan menyebabakan peradangan kronis pada saluran pencernaan, membentuk erosi sampai tukak usus dan selanjutnya akan menyebabkan perubahan struktur dalam usus sampai berubah menjadi sel ganas (kanker). Liver  peminum alkohol juga akan mengalami peradangan kronis yang akan berlanjut dengan penciutan hati (sirosis hati) tentu dengan komplikasi lanjutan yang bermacam-macam antara lain pembengkakan pada perut dan terjadi perdarahan pada saluran cernanya. Alkohol juga dihubungkan dengan dengan berbagai kanker antara lain kanker usus besar. Pasien peminum alkohol kronis akan mengalami tulang kropos (osteoporosis), mengalami impotensi dan infertilitas. Pada wanita alkohol juga menjadi salah factor resiko terjadi kanker payudara.
    Informasi mengenai penggunaan alkohol dosis kecil sedikit yang rutin membawa dampak baik  untuk kesehatan ternyata juga masih kontroversi. Disisi lain penggunaan rutin walaupun sedikit tetap akan membawa efek samping yang akan timbul dimasa depan. Belum lagi toleransi dari penggunaan sedikit makin lama makin tinggi.
    Minum alkohol juga tidak boleh dibarengi dengan minum obat tertentu yang mempunyai efek samping mengantuk seperti antihistamin atau antialergi berupa kombinasi obat batuk-pilek. Karena efek penenang dari alkohol akan bertambah berat jika  dikombinasi dengan antihistamin.
    Akhirnya ternyata pengunaan alkohol lebih banyak dampak buruknya dari pada manfaatnya sehingga upaya untuk melarang penggunaan alkohol di tengah masyarakat luas memang harus dilakukan tentunya melalui berbagai peraturan.
    Salam Sehat,
    Dr.dr.Ari Fahrial Syam SpPD-KGEH,MMB
    Dosen dan Spesialis Penyakit Dalam
    Fellow American College of Physician (FACP)

    Baca SelengkapnyaDampak Buruk Minum Alkohol…..
    loading...

    Posting Terbaru