Tampilkan postingan dengan label Penyakit Paru-Paru dan Saluran Pernapasan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Penyakit Paru-Paru dan Saluran Pernapasan. Tampilkan semua postingan

Kamis, 26 Agustus 2010

Displasia Bronkopulmoner

DEFINISI
Adalah cedera pada paru-paru akibat terapi oksigen dengan konsentrasi tinggi dan pemakaian ventilator. Penyakit ini lebih sering ditemukan pada bayi prematur.


PENYEBAB
Displasia bronkopulmoner terjadi pada bayi yang mendapat ventilator dan terapi oksigen konsentrasi tinggi dalam jangka panjang. Pemberian terapi oksigen konsentrasi tinggi ini sebenarnya bertujuan untuk mengobati sindrom gawat pernafasan pada bayi baru lahir. Cedera paru-paru ini bisa disebabkan oleh meningkatnya tekanan dalam paru-paru karena ventilator mekanik atau karena keracunan oksigen yang terjadi akibat paparan oksigen dalam konsentrasi tinggi dan jangka panjang.


GEJALA
- Nafas cepat
- Warna kulit kebiruan
- Sesak nafas


PENANGANAN
Ventilator biasanya diperlukan untuk memberikan tekanan pada paru-paru agar jaringan paru mengembang dan memberi oksigen tambahan. Jika bayi sudah dapat menyesuaikan diri, maka tekanan dan konsentrasi oksigen akan dikurangi secara bertahap. Bayi bisa saja meninggal.

Pada bayi yang selamat, gangguan pernafasan akan hilang perlahan. Meski demikian, pada tahun-tahun pertama, bayi tersebut memiliki risiko tinggi terkena pneumonia. Pencegahan Untuk mencegah terjadinya displasia bronkopulmoner, sebaiknya alat bantu pernafasan dilepaskan secepat mungkin atau pemakaiannya dipersingkat.
Baca SelengkapnyaDisplasia Bronkopulmoner
loading...

Jumat, 19 Maret 2010

Kegagalan Pernafasan

DEFINISI
Kegagalan pernafasan (gagal paru-paru) adalah keadaan dimana kadar oksigen di dalam darah menjadi rendah membahayakan atau kadar karbon dioksida menjadi tinggi membahayakan.
  • Keadaan yang menghalangi saluran udara, kerusakan jaringan paru-paru, otot yang lemah yang mengendalikan pernafasan, atau penurunan garirah untuk bernafas bisa menyebabkan gagal paru-paru.
  • Orang kemungkinan bernafas sangat pendek, memiliki warna kulit kebiru-biruan, dan bingung atau mengantuk.
  • Dokter menggunakan tes darah untuk mendeteksi kadar rendah pada oksigen atau kadar tinggi pada karbon dioksida di dalam darah.
  • Oksigen diberikan.
  • Kadangkala orang membutuhkan pertolongan untuk bernafas sampai masalah yang mendasar bisa diobati.
Kegagalan pernafasan adalah darurat medis yang bisa diakibatkan dari terlalu lama, menjalani penyakit paru-paru yang memburuk atau dari penyakit paru-paru berat yang terjadi secara tiba-tiba, seperti sindrom pernafasan akut yang mengganggu, yang tidak terjadi pada orang sehat.


PENYEBAB
Kebanyakan berbagai kondisi yang mempengaruhi pernafasan atau paru-paru bisa menyebabkan kegagalan pernafasan. Gangguan tertentu, seperti hypothyroidism atau sleep apnea, bisa mengurangi reflek kesadaran yang menuntun orang untuk bernafas. Overdosis opioid atau alkohol juga bisa menurunkan gerakan pernafasan karena menyebabkan sedasi berat. Halangan pada jalur pernfasan, luka pada jaringan paru-paru, kerusakan tulang dan jaringan sekitar paru-paru, dan kelemahan otot yang secara normal memompa paru-paru juga menjadi penyebab umum.

Kegagalan pernafasan terjadi jika aliran darah melalui paru-paru menjadi abnormal, seperti yang terjadi pada emboli pulmonary ( pulmonary embolism . Gangguan ini tidak menghentikan udara yang bergerak keluar masuk ke paru-paru, tetapi tanpa aliran darah yang menjadi bagian paru-paru, oksigen tidak diekstraks secara tepat dari udara.

Apa penyebab kegagalan pernafasan ?
Masalah yang mendasari Penyebab
Gangguan saluran pernafasan Penyakit paru-paru kronis bersifat menghalangi, kista fibrosis, bronchiolitis, benda asing yang terhirup.
Pernafasan yang buruk (penurunan gerakan nafas) Kegemukan, sleep apnea, hypothyroidism, obat atau keracunana alkohol.
Otot lemah Myasthenia gravis, muscular dystrophy, polio, sindrom Guillain-Barré, polymyositis, stroke tertentu, amyotrophic lateral sclerosis (ALS), luka tulang belakang.
Kelainan pada jaringan paru-paru Sindrom pernafasan akut yang mengganggu (ARDS, Acute respiratory distress syndrome), pneumonia, edema paru-paru (cairan berlebihan pada paru-paru) dari gagal jantung atau gagal ginjal, reaksi obat, fibrosis paru-paru, penyebaran tumor, radiasi, sarcoidosis, luka bakar.
Kelainan pada dinding dada Scoliosis, luka dada, kegemukan yang ekstrim, kelainan bentuk yang diakibatkan dari operasi dada.


GEJALA
Kadar oksigen rendah di dalam darah bisa menyebabkan nafas yang pendek dan mengakibatkan warna kebiruan pada kulit (cyanosis). Kadar oksigen rendah, kadar karbon dioksida tinggi, dan peningkatan asam pada darah menyebabkan pening dan tertidur, jika perjalanan untuk bernafas adalah normal, tubuh berusaha untuk membersihkan sendiri karbondioksida dengan pernafasan dalam, cepat. Jika paru-paru tidak berfungsi dengan normal, meskipun begitu, pola pernafasan ini tidak bisa membantu. Segera, kerusakan otak dan jantung, mengakibatkan rasa kantuk (kadangkala langsung menjadi tidak sadar) dan kelainan ritme jantung (aritmia), keduanya bisa menyebabkan kematian.

Beberapa gejala-gejala pada kegagalan pernafasan bermacam-macam penyebabnya. Seorang anak dengan gangguan saluran pernafasan yang berhubungan dengan tersedak (aspirasi) benda asing (seperti koin atau mainan) bisa secara tiba-tiba megap-megap dan berjuang untuk bernafas. Orang dengan sindrom gangguan pernafasan akut bisa bernafas pendek yang berat lebih dari periode sejam. Kadangkala orang yang mabuk atau lemah bisa benar-benar menjadi koma.


DIAGNOSA
Dokter bisa menduga kegagalan pernafasan karena temuan pada gejala-gejala dan pemeriksaan fisik . Tes darah dilakukan pada contoh yang diambil dari arteri memastikan diagnosa ketika menunjukkan kadar oksigen rendah yang berbahaya atau kadar karbondioksida tinggi yang membahayakan. Sinar X dada dan tes lain dilakukan untuk memastikan penyebab kegagalan pernafasan.


PENGOBATAN
Orang dengan kegagalan pernafasan diobati di ruang perawatan intensif. Oksigen diberikan pada mulanya, biasanya dalam jumlah yang besar lebih dari kebutuhan, tetapi jumlah oksigen bisa disesuaikan kemudian waktu. Kadangkala, pada orang yang kadar karbondioksidanya tetap tinggi untuk beberapa waktu, kelebihan oksigen bisa memperlambat gerakan udara ke dalam dan keluar (ventilasi) pada paru-paru dan peningkatan lebih lanjut pada kadar karbondioksida yang berbahaya. Pada beberapa orang, dosis oksigen perlu untuk lebih diatur dengan hati-hati.

Gangguan yang mendasari menyebabkan kegagalan pernafasan harus juga diobati. Misal, antibiotik digunakan untuk melawan infeksi bakteri, dan bronchodilator digunakan pada orang yang menderita asma untuk membuka saluran pernafasan. Obat-obatan lain kemungkinan diberikan, misal, untuk mengurangi peradangan atau untuk mengobati gumpalan darah. ventilasi mekanik diperlukan sampai kegagalan pernafasan cepat terpecahkan.
Baca SelengkapnyaKegagalan Pernafasan
loading...

Sindroma Gawat Pernafasan Akut

DEFINISI
Sindroma Gawat Pernafasan Akut (Sindroma Gawat Pernafasan Dewasa) adalah suatu jenis kegagalan paru-paru dengan berbagai kelainan yang berbeda, yang menyebabkan terjadinya pengumpulan cairan di paru-paru (edema paru). Sindroma gawat pernafasan akut merupakan kedaruratan medis yang dapat terjadi pada orang yang sebelumnya mempunyai paru-paru yang normal. Walaupun sering disebut sindroma gawat pernafasan akut dewasa, keadaan ini dapat juga terjadi pada anak-anak.


PENYEBAB
Penyebabnya bisa penyakit apapun, yang secara langsung ataupun tidak langsung melukai paru-paru:
  • Infeksi berat dan luas (sepsis)
  • Pneumonia
  • Tekanan darah yang sangat rendah (syok)
  • Terhirupnya makanan ke dalam paru (menghirup muntahan dari lambung)
  • Beberapa transfusi darah
  • Kerusakan paru-paru karena menghirup oksigen konsentrasi tinggi
  • Emboli paru
  • Cedera pada dada
  • Luka bakar hebat
  • Tenggelam
  • Operasi bypass kardiopulmoner
  • Peradangan pankreas (pankreatitis)
  • Overdosis obat seperti heroin, metadon, propoksifen atau aspirin
  • Trauma hebat
  • Transfusi darah (terutama dalam jumlah yang sangat banyak).
Gejala biasanya muncul dalam waktu 24-48 jam setelah terjadinya penyakit atau cedera. SGPA seringkali terjadi bersamaan dengan kegagalan organ lainnya, seperti hati atau ginjal. Salah satu faktor resiko dari SGPA adalah merokok sigaret. Angka kejadian SGPA adalah sekitar 14 diantara 100.000 orang/tahun.


GEJALA
Sindroma gawat pernafasan akut terjadi dalam waktu 24-48 jam setelah kelainan dasarnya. Mula-mula penderita akan merasakan sesak nafas, bisanya berupa pernafasan yang cepat dan dangkal. Karena rendahnya kadar oksigen dalam darah, kulit terlihat pucat atau biru, dan organ lain seperti jantung dan otak akan mengalami kelainan fungsi.

Hilangnya oksigen karena sindroma ini dapat menyebabkan komplikasi dari organ lain segera setelah sindroma terjadi atau beberapa hari/minggu kemudian bila keadaan penderita tidak membaik. Kehilangan oksigen yang berlangsung lama bisa menyebabkan komplikasi serius seperti gagal ginjal. Tanpa pengobatan yang tepat, 90% kasus berakhir dengan kematian. Bila pengobatan yang diberikan sesuai, 50% penderita akan selamat. Karena penderita kurang mampu melawan infeksi, mereka biasanya menderita pneumonia bakterial dalam perjalanan penyakitnya.

Gejala lainnya yang mungkin ditemukan:
- cemas, merasa ajalnya hampir tiba
- tekanan darah rendah atau syok (tekanan darah rendah disertai oleh kegagalan organ lain)
- penderita seringkali tidak mampu mengeluhkan gejalanya karena tampak sangat sakit.


DIAGNOSA
Pada pemeriksaan fisik dengan menggunakan stetoskop, terdengar bunyi pernafasan abnormal (seperti ronki atau wheezing). Tekanan darah seringkali rendah dan kulit, bibir serta kuku penderita tampak kebiruan (sianosis, karena kekurangan oksigen).

Pemeriksaan yang biasa dilakukan untuk mendiagnosis SGPA:
  • Rontgen dada (menunjukkan adanya penimbunan cairan di tempat yang seharusnya terisi udara)
  • Gas darah arteri
  • Hitung jenis darah dan kimia darah
  • Bronkoskopi.

PENGOBATAN
Penderita sindroma gawat pernafasan akut dirawat di unit perawatan intensif. Terapi oksigen sangat penting untuk mengoreksi kadar oksigen darah, seringkali diberikan oksigen dalam konsentrasi tinggi (mungkin diperlukan oksigen 100%).

Bila pemberian oksigen dengan sungkup muka tidak berhasil mengatasi masalah, perlu digunakan alat bantu pernafasan (ventilator). Ventilator menyalurkan oksigen dengan menggunakan tekanan melalui pipa yang dimasukkan ke hidung, mulut atau trakea; tekanan ini membantu memasukkan oksigen ke dalam darah. Tekanan yang diberikan dapat disesuaikan untuk membantu tetap terbukanya saluran napas yang kecil dan alveoli, dan untuk memastikan agar paru-paru tidak menerima konsentrasi yang berlebihan karena konsentrasi yang berlebihan dapat merusak paru-paru dan memperberat sindroma ini.

Pengobatan suportif lainnya seperti pemberian cairan atau makanan intravena (melalui infus) juga penting karena dapat terjadi dehidrasi atau malnutrisi yang bisa menyebabkan berhentinya fungsi organ tubuh (keadaan yang disebut sebagai kegagalan organ multipel). Obat-obatan khusus diberikan untuk mengobati infeksi, mengurangi peradangan dan membuang cairan dari dalam paru-paru. Misalnya pada infeksi diberikan antibiotik.


PROGNOSIS

Angka kematian melebihi 40%. Penderita yang bereaksi baik terhadap pengobatan, biasanya akan sembuh total, dengan atau tanpa kelainan paru-paru jangka panjang. Pada penderita yang menjalani terapi ventilator dalam waktu yang lama, cenderung akan terbentuk jaringan parut di paru-parunya. Jaringan parut tertentu membaik beberapa bulan setelah ventilator dilepas.
Baca SelengkapnyaSindroma Gawat Pernafasan Akut
loading...

Senin, 15 Maret 2010

Fibrosis Kistik

DEFINISI
Fibrosis Kistik adalah suatu penyakit keturunan yang menyebabkan kelenjar tertentu menghasilkan sekret abnormal, sehingga timbul beberapa gejala; yang terpenting adalah yang mempengaruhi saluran pencernaan dan paru-paru.

fibrosis kistik


PENYEBAB
Fibrosis kistik merupakan suatu kelainan genetik. Sekitar 5% orang kulit putih memiliki 1 gen cacat yang berperan dalam terjadinya penyakit ini. Gen ini bersifat resesif dan penyakit hanya timbul pada seseorang yang memiliki 2 buah gen ini. Seseorang yang hanya memiliki 1 gen tidak akan menunjukkan gejala.

Gen ini mengendalikan pembentukan protein yang mengatur perpindahan klorida dan natrium melalui selaput sel. Jika kedua gen ini abnormal, maka akan terjadi gangguan dalam pemindahan klorida dan natrium, sehingga terjadi dehidrasi dan pengentalan sekresi.

Fibrosis kistik menyerang hampir seluruh kelenjar endokrin (kelenjar yang melepaskan cairan ke dalam sebuah saluran). Pelepasan cairan ini mengalami kelainan dan mempengaruhi fungsi kelenjar:
  • Pada beberapa kelenjar (misalnya pankreas dan kelenjar di usus), cairan yang dilepaskan (sekret) menjadi kental atau padat dan menyumbat kelenjar. Penderita tidak memiliki berbagai enzim pankreas yang diperlukan dalam proses penguraian dan penyerapan lemak di usus sehingga terjadi malabsorpsi (gangguan penyerapan zat gizi dari usus) dan malnutrisi.
  • Kelenjar penghasil lendir di dalam saluran udara paru-paru menghasilkan lendir yang kental sehingga mudah terjadi infeksi paru-paru menahun.
  • Kelenjar keringat, kelenjar parotis dan kelenjar liur kecil melepaskan cairan yang lebih banyak kandungan garamnya dibandingkan dengan cairan yang normal.

GEJALA
Pada saat lahir, fungsi paru-paru penderita masih normal, gangguan pernafasan baru terjadi beberapa waktu kemudian. Lendir yang kental pada akhirnya menyumbat saluran udara kecil, yang kemudian mengalami peradangan. Lama-lama dinding bronkial mengalami penebalan, sehingga saluran udara terisi dengan lendir yang terinfeksi dan daerah paru-paru mengkerut (keadaan ini disebut atelektasis) disertai pembesaran kelenjar getah bening.

Semua perubahan tersebut menyebabkan berkurangnya kemampuan paru-paru untuk memindahkan oksigen ke dalam darah. Ileus mekonium (salah satu bentuk penyumbatan usus pada bayi baru lahir) terjadi pada 17% penderita fibrosis kistik. Mekonium adalah bahan berwarna hijau gelap yang keluar sebagai tinja pertama pada bayi baru lahir.

Pada penderita fibrosis kistik, mekoniumnya kental dan mengalir lebih lambat sehingga bisa menyumbat usus. Penyumbatan usus bisa menyebabkan perforasi pada dinding usus atau menyebabkan usus terpuntir. Mekonium juga bisa tersangkut di usus besar atau anus dan menyebabkan penyumbatan sementara. Bayi yang menderita ileus mekonium hampir selalu mengalami gejala fibrosis kistik lainnya di kemudian hari.

Gejala awal dari fibrosis kistik pada bayi yang tidak mengalami ileus mekoneum seringkali berupa penambahan berat badan yang buruk pada usia 4-6 minggu. Berkurangnya jumlah sekresi pankreas yang sangat penting untuk pencernaan lemak dan protein menyebabkan terjadinya gangguan pencernaan pada 85-90% bayi yang menderita fibrosis kistik. Bayi sering buang air besar dengan tinja yang banyak, berbau busuk dan berminyak, disertai perut yang buncit.

Meskipun nafsu makannya normal atau tinggi, tetapi pertumbuhan bayi berlangsung lambat. Bayi tampak kurus dan memiliki otot yang lembek. Gangguan penyerapan vitamin yang larut dalam lemak (vitamin A, D, E dan K) bisa menyebabkan rabun senja, rakitis, anemia dan kelainan perdarahan. Pada 20% bayi dan balita yang tidak diobati, lapisan usus besar menonjol ke anus (keadaan ini disebut prolaps rektum). Bayi yang mendapatkan susu kedele atau ASI bisa menderita anemia dan pembengkakan karena mereka tidak menyerap protein dalam jumlah yang memadai.

Sekitar separuh anak-anak yang menderita fibrosis kistik memiliki gejala berikut:
- batuk terus menerus,
- bunyi nafas mengi (bengek), dan
- infeksi saluran pernafasan.

Batuk seringkali disertai oleh tersedak, muntah, dan sulit tidur. Lama-lama dada akan berbentuk seperti tong (barrel-shaped) dan kekurangan oksigen menyebabkan jari tangan berbentuk seperti pentungan dan kulit berwarna kebiruan. Bisa ditemukan polip hidung dan sinus terisi dengan cairan yang kental.

Remaja seringkali mengalami pertumbuhan yang lambat, pubertasnya tertunda dan ketahanan fisiknya berkurang. Komplikasi yang bisa terjadi pada dewasa dan remaja adalah:
Infeksi merupakan masalah yang utama. Bronkitis berulang dan pneumonia secara perlahan akan menghancurkan paru-paru. Kematian biasanya terjadi akibat kegagalan paru-paru dan gagal jantung.

Sekitar 2-3% penderita mengalami diabetes yang tergantung kepada insulin karena pada pankreas terdapat jaringan parut yang menyebabkan pankreas tidak dapat lagi menghasilkan insulin dalam jumlah yang memadai. Penyumbatan saluran empedu oleh sekret yang kental bisa menyebabkan peradangan hati dan akhirnya terjadi sirosis.

Sirosis bisa menyebabkan kenaikan tekanan di dalam vena yang menuju ke hati (hipertensi portal), sehingga terjadi pelebaran vena di kerongkongan bagian bawah (varises esofagealis). Vena yang abnormal ini bisa mengalami perdarahan hebat.

Penderita seringkali mengalami gangguan fungsi reproduksi. Sekitar 98% pria dewasa mengalami kemandulan. Mereka tidak menghasilkan sperma atau hanya menghasilkan sedikit sperma karena vas deferens terbentuk secara tidak normal. Pada wanita, sekret leher rahimnya sangat kental sehingga kesuburannya menurun. Penderita wanita yang hamil sangat peka terhadap komplikasi kehamilan.

Jika penderta banyak mengeluarkan keringat karena cuaca panas atau karena demam, bisa terjadi dehidrasi karena meningkatnya pembuangan air dan garam. Pada keringat penderita bisa terlihat butir-butir garam dan keringatnya terasa asin.


DIAGNOSA
Bayi baru lahir yang menderita fibrosis kistik memiliki kadar enzim pencernaan tripsin yang tinggi dalam darahnya. Pemeriksaan keringat iontoforesis pilokarpin dilakukan untuk mengukur jumlah garam di dalam keringat.

Obat pilokarpin diberikan untuk merangsang pembentukan keringat di daerah kulit dan sehelai kertas saring ditempatkan di daerah tersebut untuk menyerap keringat. Kemudian dilakukan pengukuran terhadap jumlah garam di dalam keringat. Konsentrasi garam di atas normal akan memperkuat diagnosis pada seseorang yang memiliki gejala dari penyakit ini atau seseorang yang keluarganya ada yang menderita fibrosis kistik.

Fibrosis kistik bisa mengenai organ lainnya, sehingga dilakukan pemeriksaan lainnya untuk membantu menegakkan diagnosis:
  1. Pemeriksaan lemak tinja
    Jika kadar enzim pankreas berkurang, maka analisa tinja bisa menunjukkan adanya penurunan atau bahkan tidak ditemukan enzim pencernaan tripsin dan kromotripsin atau kadar lemaknya tinggi.
  2. Tes fungsi pankreas
    Jika pembentukan insulin berkurang, maka kadar gula darahnya tinggi
  3. Tes fungsi paru bisa menunjukkan adanya gangguan pernafasan
  4. Rontgen dada.
  5. Tes DNA.
    Keluarga lain (selain dari orang tua penderita) yang ingin mengetahui apakah anak mereka memiliki kemungkinan untuk menderita penyakit ini, bisa menjalani pemeriksaan genetik. Jika salah satu dari orang tua tidak memiliki gen ini, maka anaknya tidak akan menderita fibrosis kistik. Jika kedua orang tua memiliki gen ini, maka setiap kehamilan memiliki peluang sebesar 25% untuk melahirkan anak dengan fibrosis kistik.

PENGOBATAN
Pengobatan meliputi pencegahan dan pengobatan kelainan paru-paru, makanan yang baik, aktivitas fisik serta dukungan psikis dan sosial. Sejenis enema tertentu bisa mengurangi ileus mekonium yang belum mengalami komplikasi. Jika enema tidak memberikan hasil yang diharapkan, maka perlu dilakukan pembedahan. Mengkonsumsi obat yang menarik cairan ke dalam usus (misalnya laktulosa) bisa mencegah penyumbatan saluran pencernaan oleh tinja.

Penderita yang mengalami kekuranan enzim pankreas harus mengkonsumsi enzim pengganti setiap kali makan. Untuk bayi tersedia dalam bentuk serbuk dan untuk dewasa bisa diberikan dalam bentuk kapsul. Makanan harus mengandung sejumlah kalori dan protein agar pertumbuhan penderita berlangsung normal. Penderita harus mengkonsumsi lemak dalam jumlah yang lebih banyak, karena mereka tidak dapat menyerap lemak dengan baik.

Dosis harian multivitamin dilipatgandakan dan penderita juga mengkonsumsi Vitamin E. Jika melakukan olah raga, mengalami demam atau dalam cuaca panas, penderita harus mengkonsumsi garam tambahan. Susu formula khusus yang mengandung protein dan lemak yang mudah dicerna, bisa diberikan kepada bayi yang mengalami masalah pankreas yang serius.

Pengobatan terhadap kelainan paru-paru dipusatkan untuk mencegah penyumbatan saluran udara dan mengendalikan infeksi. Penderita harus menjalani imunisasi lengkap dan vaksin influenza, karena infeksi virus bisa memperberat kerusakan paru-paru. Seringkali diberikan obat yang membantu mencegah penyempitan saluran udara (bronkodilator). Oksigen diberikan kepada penderita yang kadar oksigennya rendah dan memiliki kelainan paru-paru yang berat.

Obat semprot yang membantu mengencerkan lendir (mukolitik, contohnya rekombinan DNase manusia), banyak digunakan karena penderita menjadi lebih mudah mengeluarkan dahaknya dan bisa membantu memperbaiki fungsi paru-paru. Obat ini juga mengurangi kemungkinan terjadinya infeksi paru-paru yang serius.

Kepada bayi yang mengalami peradangan bronkial yang berat serta kepada penderita yang saluran udaranya menyempit dan tidak memberikan respon terhadap bronkodilator, untuk membantu meringankan gejalanya, bisa diberikan kortikosteroid. Untuk memperlambat terjadinya penurunan fungsi paru-paru, kadang digunakan obat anti peradangan non-steroid (misalnya ibuprofen).

Infeksi paru-paru harus segera diobati dengan antibiotik. Pemeriksaan dahak bisa membantu menentukan organisme penyebab infeksi dan membantu menentukan antibiotik yang akan diberikan. Perdarahan hebat atau berulang di dalam paru-paru bisa diatasi dengan menyumbat arteri yang mengalami perdarahan.

Pembedahan dilakukan pada:
- pneumotoraks
- infeksi sinus menahun
- infeksi menahun yang berat pada salah satu bagian paru-paru
- perdarahan dari pembuluh di kerongkongan
- penyakit kandung empedu
- penyumbatan usus.

Pengobatan lainnya adalah drainase postural dan perkusi dada. Pada beberapa kasus perlu dipertimbangkan pencangkokkan paru-paru. Pengobatan yang terbaru adalah terapi sulih enzim Dnase (obatnya bernama dornase). Penelitian genetik tengah mencoba untuk mengatasi penyakit ini dengan cara memasukkan gen yang normal kepada penderita.

Untuk kerusakan hati yang parah bisa dilakukan pencangkokan hati. Pencangkokan jantung dan kedua paru-paru dilakukan pada penyakit jantung dan paru-paru yang berat. 1 tahun setelah pencangkokan, sekitar 75% penderita bertahan hidup dan keadaannya semakin membaik.


PROGNOSIS
Beratnya penyakit pada setiap penderita berlainan dan tergantung kepada luasnya daerah paru-paru yang terkena. Penurunan fungsi paru-paru tidak dapat dihindari, dan bisa menyebabkan kelemahan bahkan kematian.

Penderita biasanya meninggal karena kegagalan pernafasan setelah terjadinya penurunan fungsi paru-paru selama bertahun-tahun. Sejumlah kecil penderita meninggal karena penyakit hati, perdarahan ke dalam saluran udara atau komplikasi dari pembedahan.

Sekitar 50% dari anak-anak yang menderita fibrosis kistik, mampu bertahan hidup sampai umur 20 tahun, dan 20-25% sampai lebih dari 35 tahun. Angka harapan hidup yang lebih baik ditemukan pada:
- penderita pria
- penderita yang tidak mengalami gangguan pankreas
- penderita yang gejala awalnya terbatas pada sistem pencernaan.
Baca SelengkapnyaFibrosis Kistik
loading...

Pleurisi (Radang Pleura)

DEFINISI
Pleurisis / radang pleura (Pleurisy/Pleuritis/Pleuritic chest pain) adalah suatu peradangan pada pleura (selaput yang menyelubungi permukaan paru-paru). Pleurisi terjadi jika suatu penyebab (biasanya virus atau bakteri) mengiritasi pleura, sehingga terjadi peradangan. Bila disertai dengan penimbunan cairan di rongga pleura maka disebut efusi pleura tetapi bila tidak terjadi penimbunan cairan di rongga pleura, maka disebut pleurisi kering. Setelah terjadi peradangan, pleura bisa kembali normal atau terjadi perlengketan.


PENYEBAB
Penyebab utama:
  • Pneumonia
  • Infark paru akibat emboli paru
  • Kanker
  • Tuberkulosis
  • Artritis reumatoid
  • Lupus eritematosus sistemik
  • Infeksi parasit (misalnya amuba)
  • Pankreatitis
  • Cedera (misalnya patah tulang iga)
  • Bahan/zat iritatif dari saluran pernafasan atau tempat lain (misalnya abses) yang sampai ke pleura
  • Reaksi alergi terhadap obat-obatan seperti hidralazin, prokainamid, isoniazid, fenitoin, klorpromazin.

GEJALA
Gejala yang paling sering ditemukan adalah nyeri dada, yang biasanya muncul secara tiba-tiba. Nyeri bervariasi, mulai dari rasa tidak enak sampai nyeri yang tajam dan menusuk. Nyeri bisa dirasakan hanya pada saat bernafas dalam atau batuk, atau bisa juga dirasakan terus menerus, tapi bertambah hebat bila bernafas dalam dan batuk.

Nyeri merupakan akibat dari peradangan pada lapisan pleura sebelah luar dan biasanya dirasakan di dinding dada tepat di daerah yang mengalami peradangan. Tetapi nyeri juga bisa dirasakan atau hanya timbul di perut atau leher dan bahu sebagai suatu penjalaran nyeri (referred pain).

Pernafasan bisa cepat dan dangkal karena menarik nafas dalam menimbulkan nyeri; gerakan otot pada daerah yang terkena akan berkurang bila dibandingkan dengan gerakan otot pada daerah yang sehat. Jika cairan tertimbun dalam jumlah yang besar, maka akan terjadi pemisahan lapisan pleura sehingga nyerinya hilang. Cairan dalam jumlah yang besar menyebabkan penderita mengalami kesulitan dalam mengembangkan paru-parunya pada saat bernafas sehingga terjadi gawat pernafasan.


DIAGNOSA
Diagnosis seringkali mudah ditegakkan karena nyerinya yang khas. Pemeriksaan foto dada mungkin tidak akan menunjukkan adanya suatu pleurisi, tetapi bisa menggambarkan adanya patah tulang iga, penyakit paru-paru atau penimbunan sejumlah kecil cairan di rongga pleura.


PENGOBATAN
Pengobatan pleurisi tergantung kepada penyebabnya. Jika penyebabnya adalah infeksi bakteri, diberikan antibiotik. Jika penyebabnya adalah virus, tidak diperlukan pengobatan. Jika penyebabnya adalah penyakit autoimun, dilakukan pengobatan terhadap penyakit yang mendasarinya. Apapun penyebab dari pleurisi, biasanya nyeri dada bisa diredakan dengan memberikan obat pereda nyeri seperti asetaminofen atau ibuprofen.

Kodein dan golongan narkotik lainnya merupakan pereda nyeri yang lebih kuat tetapi cenderung bersifat menekan batuk, sehingga bukan merupakan langkah yang baik karena bernafas dalam dan batuk membantu mencegah terjadinya pneumonia. Karena itu jika sudah tidak terlalu nyeri, penderita pleurisi dianjurkan dan didorong untuk bernafas dalam dan batuk.

Batuk mungkin tidak terlalu nyeri jika penderita atau penolong menempatkan/memeluk sebuah bantal di daerah yang sakit. Membungkus seluruh dada dengan perban elastis yang tidak lengket, juga bisa membantu meredakan nyeri yang hebat. Tetapi membungkus dada untuk mengurangi pengembangannya, akan meningkatkan resiko terjadinya pneumonia.
Baca SelengkapnyaPleurisi (Radang Pleura)
loading...

Posting Terbaru