Kamis, 22 Januari 2009

Rambut Dicatok? Bukan Masalah

Masih bergantung pada alat pelurus rambut ?

Sekali Anda merasakan betapa lurus dan lembutnya rambut yang dihasilkan oleh alat pelurus rambut, maka semakin sulit menjauhkan alat catok tersebut pada rambut Anda.

Padahal terbuat dari jenis apapun alat pelurus rambut Anda, entah itu dari bahan keramik ataupun logam tetap saja dapat merusak keindahan rambut bila penggunaannya tidak tepat dan terlalu sering.

Panas yang dihantarkan alat pelurus tersebut bisa menyebabkan rambut kering dan akhirnya mengalami kerusakan.

Tips berikut mungkin dapat membantu, agar alat pelurus rambut Anda bisa bekerja maksimal tanpa menimbulkan kerusakan pada rambut :

* Selalu bersihkan alat pelurus rambut Anda sehabis digunakan. Selain membuat alat tersebut lebih awet dan tahan lama, juga dapat mengurangi kerusakan pada rambut.

* Berlatihlah menggunakan alat pelurus rambut tersebut sebelum Anda berencana menghadiri suatu acara dengan menampilkan keindahan rambut lurus.

Selain Anda bisa memprediksi waktu yang digunakan untuk mencatok, juga untuk mencegah terjadinya kegagalan saat melakukan proses pelurusan. Penggunaan alat catok akan lebih mudah bila Anda sudah terbiasa melakukannya.

* Bagi rambut Anda menjadi beberapa bagian. Ambil sedikit rambut dari bagian tersebut dengan menggunakan sisir lalu jepit dengan alat pelurus rambut. Semakin sedikit bagian rambut yang akan dicatok maka akan semakin lurus dan lembut hasilnya.

* Tekan dan tahan rambut Anda dengan alat pelurus. Lalu tarik secara perlahan-lahan mulai dari pangkal hingga ujung rambut.

Usahakan jangan berhenti di tengah rambut karena bisa membuat rambut Anda terkesan patah dan tampak tidak alami.

* Setelah selesai, gunakan sikat bulu khusus untuk menyisir dan merapikan rambut sesuai bentuk yang Anda inginkan.

* Aplikasikan sedikit serum rambut, agar penampilan rambut Anda terlihat lebih halus, lembut dan bercahaya.

* Biarkan alat pelurus rambut hingga dingin. Lalu bersihkan permukaannya dengan menggunakan kain lap bersih dan simpan kembali di tempatnya.

Sumber ; Rileks.Com
Baca Selengkapnya → Rambut Dicatok? Bukan Masalah
loading...

Minggu, 18 Januari 2009

Perawatan Fibromyalgia

Perawatan Fibromyalgia
Karena gejala-gejala dari fibromyalgia bermacam-macam dan bervariasi diantara para pasien, maka program perawatan harus dibedakan untuk setiap pasien. Program perawatan adalah paling efektif jika perawatan menggabungkan antara pendidikan pasien, pengurangan stres, latihan teratur, dan obat-obatan. Penelitian baru-baru ini telah memverifikasi bahwa hasil terbaik untuk setiap pasien berasal dari kombinasi dari pendekatan-pendekatan yang melibatkan pasien dalam penyesuaian rencana perawatan.

Pendidikan Pasien

Pendidikan pasien adalah langkah pertama yang penting dalam membantu pasien mengerti dan mengatasi bermacam-macam gejala. Sayangnya, tidak semua dokter berkenalan secara intim dengan tingkah laku yang aneh dari penyakit ini. Oleh karenanya, kelompok pendukung rumah sakit dan cabang-cabang lokal dari yayasan Arthritis telah menjadi sumber pendidikan yang penting untuk pasien dan dokter. Yayasan Arthritis adalah organisasi kesehatan sukarela yang menyediakan pendidikan komunitas melalui banyak cabang lokal mereka. Kelompok pendukung rumah sakit komunitas juga menyediakan arena untuk pasien untuk berbagi pengalaman dan sukses dan kegagalan perawatan mereka.

Pengurangan Stres

Adalah sangat sulit untuk mengukur tingkat stres pada pasien yang berbeda. Untuk beberapa orang, menumpahkan susu diatas meja dapat mewakili suatu tragedi yang signifikan. Oleh karenanya, pengurangan stres dalam perawatan dari fibromyalgia harus dibedakan dari individu ke individu. Pengurangan stres mungkin termasuk modifikasi stres yang sederhana di rumah atau di tempat kerja, biofeedback, relaxation tapes, menasehati secara psikologis, dan/atau dukungan diantara anggota keluarga, teman-teman, dan dokter. Adakalanya, perubahan dalam faktor lingkungan (seperti kegaduhan, temperatur, dan paparan cuaca) dapat memperburuk gejala dari fibromyalgia, dan faktor ini perlu dimodifikasi.

Latihan

Latihan aerobik yang low-impact, seperti berenang, bersepeda, jalan dan stationary cross-country ski machines dapat menjadi perawatan yang efektif untuk fibromyalgia. Cara latihan adalah paling bermanfaat ketika dilaksanakan pada basis setiap hari di pagi hari. Bagaimana latihan menguntungkan fibromyalgia tidak diketahui. Latihan mungkin menggunakan efek menguntungkannya dengan memajukan tidur tingkat dalam (non-REM sleep). Dengan cara yang sama, menghindari alkohol dan kafein sebelum waktu tidur dapat juga membantu memajukan tidur yang lebih penuh istirahat. Sementara perubahan diet ini mungkin tidak berlaku pada setiap orang, mereka dapat sangat membantu untuk beberapa orang. Tidak ada diet atau suplemen makanan yang spesifik fibromyalgia yang direkomendasikan untuk semua pasien.

Obat-Obatan

Secara tradisi, obat yang paling efektif dalam perawatan fibromyalgia adalah tricyclic antidepressants, obat yang secara tradisi digunakan dalam merawat depresi. Dalam merawat fibromyalgia, tricyclic antidepressants diminum pada saat waktu tidur dalam dosis yang sama seperti yang digunakan pada depresi. Tricyclic antidepressants nampaknya mengurangi kelelahan, membebaskan nyeri dan kejang otot, dan memajukan tidur yang dalam dan menyembuhkan pada pasien fibromyalgia. Para ilmuwan percaya bahwa tricyclics bekerja dengan mengganggu kimia pemancar syaraf (nerve transmitter chemical) di otak yang disebut serotonin. Contoh dari tricyclic antidepressants yang umumnya digunakan dalam merawat fibromyalgia termasuk amitriptyline (Elavil) dan doxepin (Sinequan).

Penelitian telah menunjukan bahwa menambahkan fluoxetine (Prozac), atau obat yang berhubungan dengannya, pada Elavil dosis rendah lebih jauh mengurangi nyeri otot, ketakutan, dan depresi pada pasien fibromyalgia. Kombinasinya adalah juga lebih efektif dalam memajukan tidur yang nyenyak (penuh istirahat) dan memperbaiki suatu perasaan sehat secara keseluruhan. Dua obat ini juga cenderung untuk menghilangkan efek samping tertentu yang dapat dipunyai oleh setiapnya. Obat tricyclic dapat menyebabkan keletihan dan kelelahan sementara Prozac dapat membuat pasien lebih riang dan terjaga. Bahkan baru-baru ini, penelitian dari pasien dengan resistant fibromyalgia menemukan bahwa lorazepam (Ativan) berguna dalam membebaskan gejala. Prozac juga telah ditunjukan efektif ketika digunakan sendirian untuk beberapa pasien fibromyalgia.

Pada tahun 2007, pregabalin (Lyrica) menjadi obat pertama yang disetujui terutama untuk merawat fibromyalgia. Lyrica mempunyai keuntungan dari pendosisan yang fleksibel (mudah disesuaikan) yang dapat disesuaikan menurut gejala yang tetap (kokoh).

Perawatan-Perawatan Lain

Suntikan lokal dari analgesics dan/atau obat cortisone kedalam area-area titik pemicu dapat juga berguna dalam membebaskan jaringan lunak yang menyakitkan, sembari mematahkan siklus dari nyeri dan kejang otot. Beberapa penelitian mengindikasikan bahwa pembebas nyeri tramadol (Ultram) dan acetaminophen (Ultracet) mungkin berguna untuk perawatan nyeri dari fibromyalgia. Pengendur otot cyclobenzaprine (Flexeril) telah berguna untuk mengurangi gejala nyeri dan memperbaiki tidur.

Obat antiperadangan nonsteroid (NSAIDs), sementara sangat berguna dalam merawat kondisi rhematik lain, mempunyai nilai yang terbatas dalam merawat nyeri fibromyalgia. Pembebas nyeri narkotik dan obat cortisone telah ditunjukan tidak bermanfaat dalam kondisi ini. Obat narkotik dan cortisone dihindari karena mereka telah ditunjukan tidak bermanfaat dan mereka mempunyai efek samping yang berpotensi merugikan, termasuk ketergantungan, jika digunakan dalam jangka panjang.

Keduanya biofeedback dan electroacupuncture telah digunakan untuk pembebasan dari gejala dengan beberapa sukses. Standard acupuncture baru-baru ini dilaporkan efektif dalam merawat beberapa pasien fibromyalgia.

Baca Selengkapnya → Perawatan Fibromyalgia
loading...

Sabtu, 17 Januari 2009

Diagnosa Fibromyalgia

Diagnosa Fibromyalgia
Tidak ada tes darah atau X-ray untuk membantu dokter menentukan apakah seseorang menderita fibromyalgia. Oleh karenanya, diagnosis dari fibromyalgia dibuat semata-mata pada dasar klinis yang berdasarkan pada pemeriksaan sejarah dan fisik penderita. Pada pasien dengan nyeri tubuh yang tersebar luas, diagnosis dari fibromyalgia dapat dibuat dengan mengidentifikasi area titik nyeri (secara khas, pasien akan mempunyai paling sedikit 11 dari 18 titik nyeri klasik), dengan menemukan tidak ada penyertaan jaringan yang membengkak atau meradang, dan dengan mengeluarkan kondisi medis lain yang dapat menyerupai fibromyalgia. Banyak kondisi medis yang dapat menyebabkan nyeri pada area yang berbeda dari tubuh, yang menyerupai fibromyalgia. Kondisi-kondisi tersebut adalah :
  • Tingkat hormon tiroid yang rendah (hypothyroidism)
  • Penyakit paratiroid (menyebabkan tingkat kalsium darah yang meningkat)
  • Penyakit otot yang menyebabkan nyeri otot (seperti polymyositis)
  • Penyakit tulang yang menyebabkan nyeri tulang (seperti Paget)
  • Kalsium darah yang meningkat (hypercalcemia)
  • Penyakit infeksius (seperti hepatitis, Epstein Barr virus, AIDS)
  • Kanker
Meskipun tidak ada tes darah untuk fibromyalgia, tes darah adalah penting untuk mengeluarkan kondisi-kondisi medis lain. Oleh karenanya, hormon tiroid dan tingkat kalsium darah diperoleh untuk mengeluarkan hypercalcemia, hyperparathyroidism, dan hypothyroidism. Tingkat alkaline phosphatase seringkali naik pada pasien dengan penyakit tulang Paget. Tingkat CPK seringkali naik pada pasien dengan polymyositis, penyakit dengan peradangan otot yang tersebar. Oleh karenanya, memperoleh tingkat darah alkaline phosphatase dan CPK dapat membantu dokter memutuskan apakah penyakit Paget dan polymyositis adalah penyebab dari nyeri tulang dan otot. Tes jumlah darah komplit atau complete blood count (CBC) dan hati membantu dalam diagnosis dari hepatitis dan infeksi lain.

Fibromyalgia dapat terjadi sendirian atau dalam hubungan dengan kondisi rhematik sistemik lain. Kondisi rhematik sistemik merujuk pada penyakit yang dapat menyebabkan peradangan dan kerusakan pada banyak jaringan dan organ yang berbeda di tubuh. Kondisi rhematik sistemik yang berhubungan dengan fibromyalgia termasuk systemic lupus erythematosus, rheumatoid arthritis, polymyositis, dan polymyalgia rheumatica. Tes darah yang sangat membantu dalam mengevaluasi penyakit-penyakit ini termasuk erythrocyte sedimentation rate (ESR), serum protein electrophoresis (SPEP), antinuclear antibody (ANA), dan rheumatoid factor (RF). Pada pasien-pasien dengan fibromyalgia tanpa penyakit sistemik yang berhubungan, tes darah ESR, SPEP, ANA, dan RF biasanya adalah normal.

Baca Selengkapnya → Diagnosa Fibromyalgia
loading...

Pengaruh Melepas Alas Kaki Ketika Berada Di Dalam Rumah Bagi Kesehatan Kita

Melepas Alas Kaki
Melepas alas kaki (sepatu atau sandal) ketika berada di dalam rumah merupakan suatu kebiasaan orang-orang Asia termasuk Indonesia. Selain untuk kebersihan, melepas alas kaki ketika kita bertamu ke rumah orang lain merupakan tanda penghormatan atau sopan santun terhadap tuan rumah.

Namun saat ini, banyak dari kita yang meniru gaya hidup orang barat yang tidak melepas alas kaki (kecuali sandal khusus dalam rumah) ketika berada dalam rumah atau bahkan ketika sedang tidur. Terlebih lagi ketika seorang pejabat yang merasa memiliki status sosial tinggi berkunjung ke rumah orang dengan status sosial rendah. Suatu hal yang sering kita jumpai.

Apa pengaruhnya pada kesehatan kita?

Ketika kita berada di jalan, tak kurang dari 66 juta mikroorganisme dari berbagai spesies menempel pada alas kaki. Dimana bakteri-bakteri tersebut infektif terhadap saluran pencernaan, saluran pernafasan, kulit dan mata. Menurut para ahli mikrobiologi, bakteri yang menempel pada alas kaki mampu hidup lebih lama dibandingkan dengan bakteri yang hidup di tempat lain. Ini dikarenakan pada saat kita berjalan, kita terus menginjak unsur-unsur yang meningkatkan pertumbuhan bakteri.

Kapan bakteri-bakteri tersebut bisa menginfeksi saluran pencernaan, saluran pernafasan, kulit dan mata kita?

Jika kita masuk rumah tanpa melepas alas kaki, 90% dari bakteri-bakteri yang terdapat pada alas kaki akan pindah ke lantai rumah kita dan siap menyebar ancaman bagi kesehatan kita. Terutama anak-anak kita yang sering bermain di lantai. Dengan menyentuh lantai yang terdapat banyak bakteri, maka bakteri tersebut akan pindah ke tangan dan siap untuk dipindahkan lagi ke tempat lain misal kulit, mata, mulut, saluran pencernaan, saluran pernafasan, atau bahkan anus.

Bagaimana kalau kita keluar rumah tanpa menggunakan alas kaki?

Kaki kita harus dicuci dulu sebelum masuk rumah, supaya bakteri yang menempel pada kaki kita tidak berpindah ke lantai rumah kita. Namun perlu diketahui, fungsi alas kaki selain melindungi kita dari bakteri, alas kaki juga melindungi kita dari infeksi cacing tambang yang masuk melalui pori-pori kulit kaki kita. Maka seharusnya kita selalu menggunakan alas kaki ketika kita berada di luar rumah.

Baca Selengkapnya → Pengaruh Melepas Alas Kaki Ketika Berada Di Dalam Rumah Bagi Kesehatan Kita
loading...

Jumat, 16 Januari 2009

Gejala Fibromyalgia

Gejala Fibromyalgia
Gejala umum dari fibromyalgia adalah nyeri. Seperti yang telah diketahui, nyeri pada fibromyalgia tidak disebabkan oleh peradangan jaringan. Bahkan, penderita tampaknya mempunyai sensitifitas yang meningkat pada banyak sensory stimuli yang berbeda dan ambang nyeri yang rendahnya tidak biasa. Minor sensory stimuli yang biasanya tidak akan menyebabkan nyeri pada individu-individu dapat menyebabkan nyeri yang melumpuhkan, kadang yang berat pada penderita fibromyalgia. Nyeri tubuh dari fibromyalgia dapat diperburuk oleh kegaduhan, perubahan cuaca, dan stres emosional.

Nyeri dari fibromyalgia umumnya tersebar luas, melibatkan kedua sisi tubuh. Nyeri biasanya mempengaruhi leher, pantat, pundak, lengan, punggung, dan dada. Titik kepekaan adalah area perih tubuh yang dilokalisir yang dapat membawa nyeri yang tersebar luas dan kekejangan otot jika disentuh. Titik perih, atau titik tekanan, umumnya ditemukan disekitar siku tangan, pundak, lutut, pinggul, belakang kepala, dan sisi dari tulang dada.

Kelelahan terjadi pada 90% dari penderita. Kelelahan mungkin berhubungan dengan pola tidur yang abnormal yang umumnya diamati pada penderita. Normalnya, ada beberapa tingkat dari kedalaman tidur. Mendapatkan cukup dari tingkat yang lebih dalam dari tidur mungkin adalah lebih penting dalam menyegarkan seseorang daripada jumlah total dari jam tidur. Penderita fibromyalgia kekurangan tingkat tidur yang dalam, yang menyembuhkan, yang disebut tidur non-rapid-eye-movement (non-REM). Sebagai konsekwensinya, penderita fibromyalgia seringkali terbangun di pagi hari tanpa merasakan istirahat yang penuh. Beberapa penderita bangun dengan nyeri otot atau sensasi dari kelemahan otot seperti jika mereka telah bekerja keras seluruh malam.

Gangguan mental dan/atau emosional terjadi pada lebih dari separuh penderita fibromyalgia. Gejala ini termasuk konsentrasi yang buruk, kelalaian, perubahan suasana hati, sifat lekas marah, depresi, dan ketakutan. Karena diagnosis yang kuat dari fibromyalgia adalah sulit, dan tidak ada tes laboratorium yang mengkonfirmasikan tersedia, penderita seringkali salah didiagnosis sebagai mempunyai depresi sebagai persoalan utama yang mendasarinya.

Gejala lain dari fibromyalgia termasuk migrain dan sakit-sakit kepala yang menegang, mati rasa atau kesemutan dari bagian tubuh yang berbeda, nyeri perut yang berhubungan dengan irritable bowel syndrome (spastic colon), dan kantong kemih yang teriritasi, menyebabkan buang air kecil (kencing) yang menyakitkan dan sering. Seperti fibromyalgia, irritable bowel syndrome dapat menyebabkan nyeri perut yang kronis dan gangguan usus lain tanpa peradangan yang dapat terdeteksi dari lambung atau usus.

Setiap penderita fibromyalgia adalah unik. Segala dari gejala diatas dapat terjadi dengan sebentar dan pada kombinasi yang berbeda.

Baca Selengkapnya → Gejala Fibromyalgia
loading...

Posting Terbaru