Selasa, 02 Maret 2010

Masker Alpukat Untuk Kulit Kering

Wajah adalah aset. Bagian itulah yang selalu diperhatikan orang. Bahkan mungkin sering menjadi ukuran penilaian. So, Anda pasti tak mau dibilang tak cantik, apalagi berantakan, karena kulit wajah yang kering dan berflek hitam kan? Coba saja kombinasi masker alpukat dan totok wajah.
Akhir-akhir ini makin banyak perempuan yang lebih senang melakukan perawatan wajah secara alami. Salah satunya adalah dengan menggunakan masker alpukat. Berbeda dengan masker pada umumnya, perawatan dengan masker alpukat ini dikombinasikan dengan totok wajah. Pijatan dengan teknik khusus di seluruh wajah untuk mengaktifkan titik-titik saraf wajah.
Tekanan atau pijatan itu membuat aliran darah di wajah menjadi lebih lancar, sehingga wajah terlihat kencang, segar, halus, dan bersih. Untuk mendapatkan hasil yang maksimal, wajah diberikan masker alpukat. Dengan totok pada wajah dan dilanjutkan dengan masker alpukat, hasilnya wajah akan terlihat lebih cerah dan segar.

Buah alpukat yang dijadikan sebagai masker ini memberikan manfaat yang lebih. Buah ini mengandung zat asam amino dan vitamin, yang dapat mencegah penuaan dini dan mengatasi masalah kulit wajah seperti kering dan flek hitam.
Kandungan Alpukat
Alpukat atau avokad berasal dari bahasa Aztek yaitu ahuacatl. Buah ini memang berasal dari daerah tempat suku Aztek berasal, yaitu di daerah Amerika Tengah dan Meksiko. Awalnya buah ini mulai diperkenalkan oleh Martin Fernandez de Enrico, salah seorang pemimpin pasukan Spanyol, kepada orang-orang Eropa. Sejak itulah, buah alpukat mulai disebar.

Alpukat memiliki kandungan nutrisi yang tinggi. Alpukat setidaknya mengandung 11 vitamin dan 14 mineral yang bermanfaat. Alpukat kaya akan protein, vitamin E, vitamin A, riboflavin (vitamin B2), niasin (vitamin B3), potasium (kalium), dan vitamin-vitamin ini berguna untuk menghaluskan kulit. Campuran vitamin E dan vitamin A berkhasiat dalam perawatan kulit karena perawatan kulit karena kombinasi keduanya membuat kulit menjadi kenyal, menghilangkan kerut, membuat kulit terlihat muda dan segar.
Selain itu, alpukat juga mengandung asam oleat yang merupakan antioksidan yang sangat kuat yang dapat menangkap radikal bebas pada wajah akibat polusi. Antioksidan akan mengikat radikal bebas sehingga mencegah timbulnya penyakit dan menunda proses penuaan pada wajah. Setelah menggunakan masker alpukat, kulit wajah yang kering akan terlihat segar dan cerah.

Selain melembapkan kulit wajah yang kering, juga mencerahkan kulit wajah. Jika ingin tampil cantik dengan cara mudah dan aman, tidak ada salahnya mencoba masker alpukat. Flek-flek hitam pada wajah akan berkurang setelah ditotok dan dimasker dengan masker kombinasi alpukat dan susu sapi asli.

Berikut ini beberapa tahap perawatan dengan masker alpukat:

Pembuatan masker
Ambil satu buah alpukat yang tidak terlalu matang. Belah menjadi dua bagian, lumatkan, dan tambahkan susu sapi asli.
Totok wajah
Sebelum wajah dibersihkan, lakukan totok pada titik-titik saraf di wajah selama kurang lebih 5 menit.

Pembersihan
Setelah itu, bersihkan wajah dengan cleaansing milk. Kemudian, angkat dengan spons yang telah dibasahi dengan air hangat.
Pemberian masker
Selanjutnya, usapkan masker alpukat pada wajah. Caranya, tarik kuas ke arah atas. Cara ini berguna untuk mengencangkan kulit wajah yang sudah mengendur.

Pengangkatan masker
Setelah masker diratakan, diamkan selama kurang lebih 15 menit. Lalu angkat dengan spons yang telah dibasahi dengan air hangat. Gunakan masker alpukat ini minimal satu hari sekali untuk mendapatkan wajah yang segar, cerah, dan lembap.
Sumber ; OkeZone.com


Baca Selengkapnya → Masker Alpukat Untuk Kulit Kering
loading...

Senin, 01 Maret 2010

Penyebab Dan Gejala Stroke Hemoragik

Penyebab Dan Gejala Stroke Hemoragik
Stroke hemoragik terjadi bila pembuluh darah di dalam otak pecah. Otak sangat sensitif terhadap perdarahan, dan kerusakan dapat terjadi dengan sangat cepat. Pendarahan di dalam otak dapat mengganggu jaringan otak, sehinga menyebabkan pembengkakan, mengumpul menjadi sebuah massa yang disebut hematoma. Pendarahan juga meningkatkan tekanan pada otak dan menekan tulang tengkorak.

Stroke hemoragik dikelompokkan menurut lokasi pembuluh darah :
  • Intracerebral hemoragik, pendarahan terjadi di dalam otak.
  • Subarachnoid hemoragik, pendarahan di daerah antara otak dan jaringan tipis yang menutupi otak.
Stroke hemoragik paling sering disebabkan oleh tekanan darah tinggi, yang menekankan dinding arteri sampai pecah. Penyebab lain terjadinya stroke hemoragik adalah :
  • Aneurisma, yang membuat titik lemah dalam dinding arteri, yang akhirnya dapat pecah.
  • Hubungan abnormal antara arteri dan vena, seperti kelainan arteriovenosa.
  • Kanker, terutama kanker yang menyebar ke otak dari organ jauh seperti payudara, kulit, dan tiroid.
  • Cerebral amyloid angiopathy, yang membentuk protein amiloid dalam dinding arteri di otak, yang membuat kemungkinan terjadi stroke lebih besar.
  • Kondisi atau obat (seperti aspirin atau warfarin).
  • Overdosis narkoba, seperti kokain.
Gejala

Gejala stroke hemoragik bervariasi tergantung pada lokasi pendarahan dan jumlah jaringan otak yang terkena. Gejala biasanya muncul tiba-tiba, tanpa peringatan, dan sering selama aktivitas. Gejala mungkin sering muncul dan menghilang, atau perlahan-lahan menjadi lebih buruk dari waktu ke waktu.

Gejala stroke hemoragik bisa meliputi:
  • Perubahan tingkat kesadaran (mengantuk, letih, apatis, koma).
  • Kesulitan berbicara atau memahami orang lain.
  • Kesulitan menelan.
  • Kesulitan menulis atau membaca.
  • Sakit kepala yang terjadi ketika berbaring, bangun dari tidur, membungkuk, batuk, atau kadang terjadi secara tiba-tiba.
  • Kehilangan koordinasi.
  • Kehilangan keseimbangan.
  • Perubahan gerakan, biasanya pada satu sisi tubuh, seperti kesulitan menggerakkan salah satu bagian tubuh, atau penurunan keterampilan motorik.
  • Mual atau muntah.
  • Kejang.
  • Sensasi perubahan, biasanya pada satu sisi tubuh, seperti penurunan sensasi, baal atau kesemutan.
  • Kelemahan pada salah satu bagian tubuh.
  • Perubahan visi (penurunan visi, atau kehilangan semua atau salah satu bagian dari visi).

Baca Selengkapnya → Penyebab Dan Gejala Stroke Hemoragik
loading...

Perkembangan dan Penyebaran Kanker

DEFINISI
Sel kanker terbentuk dari sel yang sehat dengan proses kompleks yang disebut transformasi. Langkah pertama pada proses tersebut adalah inisiasi, yang mana sebuah perubahan bahan genetik sel (pada DNA dan kadangkala pada struktur kromosom) memicu sel menjadi kanker. Perubahan pada bahan genetik sel bisa terjadi secara spontan atau dibawa oleh alat yang menyebabkan kanker (karsinogen). Karsinogen termasuk beberapa bahan kimia, tembakau, virus, radiasi, dan sinar matahari.

Meskipun begitu, tidak semua sel rentan terhadap karsinogen. Cacat genetik pada sel bisa membuat hal itu lebih rentan. Bahkan iritasi luka kronis bisa membuat sel makin rentan terhadap karsinogen.

Beberapa karsinogen
Karsinogen Jenis kanker
Lingkungan dan industri
Arsenik Paru-paru
Asbes Paru-paru, pleura
Amin aromatis Kandung kemih
Benzene Leukemia
Kromat Paru-paru
Nikel Paru-paru, sinus hidung
Vinil klorida Hati
Jelaga dan minyak mineral Kulit
Asap mesin Paru-paru
Berhubungan dengan gaya hidup
Alkohol Esofagus, mulut, tengorokan
Buah pinang Mulut, tenggorokan
Tembakau Mulut, tenggorokan, paru-paru, esofagus, kandung kemih, ginjal
Digunakan dalam pengobatan
Senyawa alkilat Leukemia, kandung kemih
Obat kemoterapi (penghambat topoisomerase) leukemia
Dietilstibestrol Hati, vagina (jika terpapar sebelum melahirkan)
Oksimetolon Hati
Terapi radiasi Sarcoma
Thorotrast Pembuluh darah
Tahap kedua dan akhir di dalam perkembangan kanker disebut promosi. Senyawa yang menyebabkan promosi disebut promotor. Promotor dapat berupa zat-zat di dalam lingkungan atau bahkan beberapa obat-obatan (seperti obat tidur). Tidak seperti karsinogen, promotor tidak menyebabkan kanker dengan sendirinya. Hanya, promotor membiarkan sel yang telah mengalami inisiasi menjadi kanker. Promosi tidak mempunyai efek pada sel noninisiasi. Dengan begitu, beberapa faktor, seringkali kombinasi sel rentan dan karsinogen, diperlukan untuk menyebabkan kanker.

Beberapa karsinogen cukup kuat untuk bisa menyebabkan kanker tanpa perlu promosi. Misalnya, radiasi ionisasi (yang digunakan pada Sinar-X dan yang dihasilkan dari energi nuklir dan ledakan bom atom) bisa menyebabkan berbagai macam kanker, terutama sekali sarcoma, leukemia, kanker tiroid, dan kanker payudara. Kanker bisa berkembang secara langsung ke dalam jaringan di sekitarnya atau menyebar ke jaringan-jaringan atau organ-organ, yang dekat atau jauh. Kanker bisa menyebar melalui sistem lymphatic. Jenis penyebaran ini adalah ciri khas pada carcinoma. Misalnya, kanker payudara biasanya menyebar pertama kali di sekitar kelenjar getah bening; kemudian menyebar lebih luas melalui tubuh. Kanker bisa juga menyebar melalui aliran darah. Jenis penyebaran ini adalah ciri khas sarcoma.
Baca Selengkapnya → Perkembangan dan Penyebaran Kanker
loading...

Operasi Kanker

DEFINISI
Operasi adalah sebuah bentuk pengobatan tradisional pada kanker. Hal ini paling efektif untuk menghilangkan berbagai jenis kanker sebelum menyebar ke kelenjar getah bening atau tempat jauh lainnya (metastasized). Operasi bisa saja sebagai satu-satunya jalan atau dipadukan dengan pengobatan lainnya, seperti terapi radiasi dan kemoterapi. Jika kanker tidak menyebar, operasi bisa menyembuhkan penderita.

Meskipun begitu, hal ini tidak selalu pasti sebelum operasi apakah kanker sudah atau belum menyebar. Jika ya, orang tersebut kemungkinan beresiko tinggi mengalami kanker berulang dan bisa membutuhkan kemoterapi atau radiasi setelah operasi untuk mencegah kambuhnya.

Operasi bukan pengobatan utama ketika kanker telah menyebar. Meskipun begitu, operasi kadangkala digunakan untuk mengurangi ukuran tumor (prosedur yang disebut debulking), sehingga radiasi terapi tersebut dan kemoterapi kemungkinan lebih efektif, atau untuk meringankan gejala-gejala seperti rasa sakit hebat atau penyumbatan usus. Pengangkatan penyebaran dengan cara operasi jarang menghasilkan kesembuhan karena menemukan seluruh tumor tersebut adalah sulit. Tumor yang tertinggal biasanya terus bertumbuh. Meskipun begitu, pada kanker tertentu yang memiliki penyebaran dalam jumlah sangat kecil, terutama sekali pada hati, otak, atau paru-paru, operasi pengangkatan pada penyebaran bisa jadi bermanfaat.

Operasi bukan pengobatan yang dianjurkan untuk kanker tahap awal. Beberapa kanker terjadi di daerah yang tidak dapat dijangkau. Selain itu, pengangkatan kanker bisa membutuhkan pengangkatan organ penting, atau operasi bisa merusak fungsi organ. Pada beberapa kasus, pengobatan radiasi dengan atau tanpa kemoterapi kemungkinan lebih baik.
Baca Selengkapnya → Operasi Kanker
loading...

Terapi Radiasi

DEFINISI
Radiasi adalah bentuk energi kuat yang ditimbulkan oleh bahan radio aktif, seperti kobal, atau oleh peralatan khusus, seperti sebuah akselerator partikel atom (linear).

Radiasi terutama membunuh sel yang membelah dengan cepat dan sel yang sulit untuk memperbaiki DNA mereka (material nuklir). Sel kanker membelah lebih sering dibandingkan sel normal dan seringkali tidak dapat memperbaiki kerusakan yang terjadi dikarenakan radiasi. Oleh karena itu, sel kanker lebih mungkin dibunuh dengan radiasi dibandingkan sel normal. Meskipun begitu, sel kanker bervariasi dalam bagaimana mudahnya dibunuh dengan radiasi; beberapa sel sangat kebal dan tidak bisa secara efektif diobati dengan radiasi.


Jenis Terapi Radiasi

Dalam bentuk yang paling umum, terapi radiasi menggunakan cahaya luar pada radiasi gamma yang dihasilkan oleh sebuah akselerator linear. Jarang, radiasi cahaya electron dan proton digunakan. Radiasi cahaya proton, yang bisa difokuskan pada daerah khusus, sangat efektif mengobati kanker tertentu di daerah yang rusak pada jaringan normal yang penting seperti; mata, otak, atau saraf tulang belakang. Semua jenis radiasi cahaya luar difokuskan pada daerah tertentu atau organ tubuh yang mengandung kanker. Untuk menghindari jaringan normal terlalu banyak kena cahaya, beberapa lintasan cahaya digunakan dan jaringan yang mengelilinginya dilindungi sebanyak mungkin. Teknologi baru pada radiasi cahaya luar, disebut terapi radiasi intensitas modul (IMRT).

Terapi radiasi cahaya luar diberikan sebagai rangkaian pembagian dosis seimbang melebihi jangka waktu yang lama. Metode ini meningkatkan efek yang mematikan pada radiasi pada sel kanker ketika mengurangi efek racun pada sel normal. Efek racun dikurangi karena sel normal bisa memperbaiki dirinya sendiri dengan cepat antara dosis dimana sel kanker tidak bisa. Khususnya, seorang yang menerima dosis radiasi setiap hari melebihi jangka waktu 6 sampai 8 minggu. Untuk memastikan bahwa pada daerah yang sama diobati setiap waktu, orang tersebut dengan tepat diposisikan menggunakan pembalut busa atau alat-alat lain.

Pada cara terapi radiasi yang lain, bahan radioaktif kemungkinan disuntikkan ke dalam pembuluh untuk dialirkan menuju kanker (misalnya, yodium radioaktif, yang digunakan dalam penyembuhan pada kanker tiroid). Cara lain menggunakan pellet kecil (biji) material radioaktif yang diletakkan langsung ke dalam kanker (misalnya, palladium radioaktif digunakan untuk kanker prostat). Penanaman ini menghasilkan radiasi hebat pada kanker, tetapi sedikit radiasi yang menuju jaringan sekitarnya. Penanaman mengandung bahan radioaktif berumur pendek yang berhenti menghasilkan radiasi setelah jangka waktu tertentu.

Baru-baru ini bahan radioaktif dicampur dengan protein disebut antibody monoclonal, yang mampu mencari sel kanker dan melebur dengan mereka. Bahan radioaktif digabungkan ke inti antibodi pada sel kanker dan menghancurkan mereka.


Penggunaan

Terapi radiasi memainkan peranan penting dalam menyembuhkan berbagai kanker, termasuk Limfoma Hodgkin, Limfoma Non-Hodgkin tahap awal, sel kanker squamous pada kepala dan leher, seminoma (kanker testis), kanker prostat, kanker payudara tahap awal, beberapa bentuk sel kanker paru-paru non-kecil pada pipa udara (larynx) dan prostat, tingkat kesembuhan adalah penting sama dengan terapi radiasi demikian halnya dengan operasi. Kadangkala, terapi radiasi dikombinasikan dengan bentuk penngobatan lain. Jenis tertentu pada obat-obatan kemoterapi, seperti cisplatin, meningkatkan keefektifan terapi radiasi, dan obat-obatan ini kemungkinan diberikan dengan pengobatan radiasi.

Terapi radiasi bisa mengurangi gejala-gejala ketika tidak mungkin sembuh, sama halnya untuk metastases tulang pada myeloma multiple dan tumor yang sangat menyakitkan pada kanker paru-paru, kerongkongan, kepala dan leher, dan kanker perut. Dengan menenggelamkan tumor sementara waktu, terapi radiasi dapat menghilangkan gejala-gejala yang disebabkan penyebaran kanker ke tulang atau otak.


Efek Samping

Pengobatan secara radiasi sayangnya dapat merusak jaringan normal di sekitar tumor. Efek samping tergantung pada seberapa luas daerah yang akan diobati, dosis apa yang akan diberikan, dan seberapa dekat tumor tersebut ke jaringan peka. Jaringan peka yaitu sel normal yang cepat membelah seperti; kulit, sumsum tulang, folikel rambut, lapisan pada mulut, kerongkongan, dan usus. Radiasi bisa juga merusak indung telur dan testis. Dokter berupaya untuk mengakurasi sasaran radiasi terapi untuk mencegah kerusakan yang berlebihan pada sel normal.

Gejala-gejala tergantung pada daerah yang menerima radiasi dan bisa termasuk kelelahan, mulut perih, masalah-masalah kulit (kemerahan, gatal, mengelupas), rasa sakit sekali ketika menelan, radang paru-paru (pneumonitis), hepatitis, masalah-masalah lambung (mual, muntah, kehilangan nafsu makan, diare), masalah-masalah berkemih (meningkatnya frekuensi rasa terbakar ketika berkemih), dan jumlah darah rendah. Radiasi pada tumor kepala dan leher seringkali menyebabkan kerusakan pada permukaan kulit sama halnya dengan pada lapisan mulut dan kerongkongan. Dokter berupaya mengidentifikasi dan mengobati beberapa gejala-gejala secepat mungkin sehingga orang tersebut tetap merasa nyaman dan bisa melanjutkan pengobatan.
Baca Selengkapnya → Terapi Radiasi
loading...

Posting Terbaru