Kamis, 20 November 2008

Wajah : Jiwa Petualang

Jiwa Petualang
Dimana letak persamaan wajah-wajah orang Indian Amerika, Mongolia dan Viking? Mereka semua memiliki tulang pipi yang tinggi atau menonjol. Ciri khas mereka umumnya adalah suka melakukan perjalanan, bergerak dan berjiwa petualang.

Bila anda ingin membuka percakapan dengan seseorang yang mempunyai tulang pipi tinggi atau menonjol, tanyakan “Anda pernah bepergian kemana saja?” atau “Bila ada kesempatan, anda hendak bepergian kemana?”

Orang yang berjiwa petualang menyukai variasi, perubahan, kegembiraan, keterbukaan, mencoba hal-hal baru dan melakukan tugas-tugas lama dengan cara baru. Ini adalah bumbu hidup bagi mereka yang berjiwa petualang, baik dalam bercinta ataupun bekerja.

Kejutan, menyenangkan. Hadiah untuk yang anda cintai, belum dirasakan sebagai hadiah kecuali jika merupakan surprise.

Tentu saja, petualangan terbesar dalam hidup anda adalah membuka diri, tetapi hal itu tak akan dibahas di sini. Bila anda berminat, luaskan kemampuan anda dengan setiap minggu berusaha mengekspresikan ciri diri anda yang baik.

Bila bersama individu yang berjiwa petualang :
  • Ajak mereka berbicara tentang rencana, perjalanan dan pengalaman mereka.
  • Rencanakan acara kejutan untuk mereka. Berikan hadiah kejutan, tentu saja dengan dibungkus seperti layaknya kado.
  • Bersikap lebih hidup dan penuh ide baru. Hindari hal-hal yang monoton. Ajak mereka bepergian, terutama ke tempat-tempat yang baru atau yang lain dari biasanya.
Bila seseorang hampir tak memiliki ciri ini, usul-usul ini tak dapat diterapkan.

Baca Selengkapnya → Wajah : Jiwa Petualang
loading...

Selasa, 18 November 2008

Gangguan Kepribadian (Personality Disorder)

Gangguan Kepribadian
Kepribadian adalah sesuatu yang unik dan menetap yang didapat dari pengalaman diri yang bermanifestasi menjadi perilaku yang teramati, bersifat konsisten dan sering disebut sebagai sifat, karakter, dan ciri pembawaan. Kepribadian juga bersifat fleksibel dalam beradaptasi dengan lingkungannya, dimana fleksibilitas tersebut biasanya hilang pada Gangguan Kepribadian.

Yang dimaksud dengan Gangguan Kepribadian adalah bentuk yang sangat rigid dari suatu ciri kepribadian yang teramati dari perilakunya, yang tampak dari sikapnya yang ekstrim dan berlangsung lama. Dikatakan terganggu jika menyebabkan hendaya dalam fungsi sosial dan pekerjaan yang menimbulkan distress bagi individu, yang pada umumnya individu tersebut tidak menyadari perilaku bermasalahnya. Gangguan kepribadian secara khas sudah dapat diamati sejak masa remaja atau dewasa muda, dan kurang lebih 9%-13% seluruh orang dewasa mengalami gangguan kepribadian.

Gangguan Kepribadian sulit diklasifikasikan karena sedikit diketahui tentang penyebabnya. Pada DSM-IV, gangguan kepribadian ditempatkan sebagai Axis II dan sering berkomorbid dengan gangguan pada Axis I, atau gangguan Axis I merupakan kelanjutan dari gangguan Axis II. Macam gangguan kepribadian sering saling tumpang tindih sehingga sulit untuk membedakan satu dengan yang lain. Penelitian menyatakan bahwa adanya gangguan kepribadian mempersulit penyembuhan gangguan jiwa lainnya.

DSM-IV membagi dalam 3 kelompok dengan 10 Gangguan Kepribadian, yaitu :

1. Kelompok Gangguan Kepribadian Aneh (Odd Personality Disorders)


Kelompok ini juga bisa disebut Gangguan Spektrum Skizofrenia (Schizophrenia Spectrum Disorders), karena memiliki ciri-ciri yang mirip dengan Skizofrenia yaitu curiga berlebihan, penarikan diri secara sosial, berpikiran ganjil dan merasa diperhatikan oleh “sesuatu”, sehingga orang tersebut menjadi terisolasi oleh pikirannya sendiri. Pengobatan terhadap gangguan ini sedikit sekali yang efektif, disamping penderita yang jarang mencari pengobatan dikarenakan tidak menyadari adanya gangguan pada dirinya.

Yang termasuk dalam kelompok ini adalah Gangguan Kepribadian Paranoid, Gangguan Kepribadian Skizoid, dan Gangguan Kepribadian Skizotipal.

2. Kelompok Gangguan Kepribadian Dramatik (Dramatic Personality Disorders)

Ciri-ciri pada kelompok ini yaitu tampak dramatis, emosional, dan aneh, sehingga sulit untuk berhubungan sosial secara baik dan nyaman. Meskipun lebih sering terdiagnosa dari lainnya, namun penyebab gangguan pada kelompok ini tidak dipahami secara baik, karena penelitian yang kurang intens.

Yang termasuk dalam kelompok ini adalah Gangguan Kepribadian Antisosial, Gangguan Kepribadian Ambang, Gangguan Kepribadian Narcistik, dan Gangguan Kepribadian Histrionik.

3. Kelompok Gangguan Kepribadian Cemas (Anxious Personality Disorders)

Pada kelompok ini tidak ada hubungan dengan Gangguan Cemas dan Gangguan Depresi walaupun gejalanya hampir sama yaitu menampakkan perilaku cemas dan ketakutan. Dan penanganan pada kelompok ini tidaklah terlalu sulit.

Yang termasuk dalam kelompok ini adalah Gangguan Kepribadian Menghindar, Gangguan Kepribadian Dependen, dan Gangguan Kepribadian Obsesif-Kompulsif.

link : Kesehatan dan Gangguan Jiwa >> Gangguan Kepribadian

Baca Selengkapnya → Gangguan Kepribadian (Personality Disorder)
loading...

Wajah : Motivasi Fisik atau Mental

Pada orang-orang dengan energi fisik yang besar, bagian wajah di bawah hidung biasanya lebih besar. Umumnya mereka adalah atlit atau penggemar olahraga. Prototip ini adalah Mohammad Ali, mantan juara tinju kelas berat.

Mohammad AliMohammad Ali

Kebalikan ciri ini adalah individu dengan wajah bagian bawah hidung lebih kecil. Biasanya mereka memiliki bentuk wajah V. Prototip ini adalah filsuf Sir Bertram Russell yang lebih tinggi energi mentalnya dibanding energi fisik atau ketahanan tubuhnya.

Sir Bertram RussellSir Bertram Russell

Bila bersama orang dengan motivasi fisik yang kuat :
  • Bersiap untuk menghadapi kegiatan dan keresahan fisik.
  • Beri mereka sesuatu untuk dikerjakan atau tempat yang harus didatangi.
  • Bersiap menghadapi gerak langkah mereka sukar diikuti.
Bila bersama seseorang dengan motivasi fisik rendah :
  • Lihatlah bahwa reaksi mereka cenderung berupa reaksi mental.
  • Beri kegiatan mental seperti diskusi, membaca dan catur.
  • Mereka kurang tertarik untuk bepergian hanya untuk mengikuti kehendak hati.
(bedakan dengan Rasa Humor Tinggi)

Baca Selengkapnya → Wajah : Motivasi Fisik atau Mental
loading...

Wajah : Keras, Lunak, atau Elastis

Disini, kita menghadapi ciri yang bisa dengan cepat diubah.

Sebagian orang berkulit lembut. Tubuh mereka bagaikan jelly. Sikap mereka menawan dan penuh berbasa-basi. Suara mereka cenderung lamban atau melengking. Mereka hanya mempunyai sedikit tenaga atau semangat, serta terlalu responsif terhadap rintangan maupun pikiran sendiri. Tetapi mereka bisa menjadi tegar bila memutuskan untuk memulihkan rasa percaya diri. Dalam situasi tertentu mereka cukup tegar.

Sebaliknya, bayangan seseorang dengan kulit keras dan kasar yang anda kenal, dia memang keras dan tegar. Anda tidak mudah melukai mereka (baik dalam arti kiasan maupun sesungguhnya). Mereka tegas. Bila mereka telah memutuskan untuk memberi bantuan, mereka memberinya dengan tulus dan sungguh-sungguh.

Di antara kedua ekstrim ini, ada orang yang disebut elastis dalam sikap. Dia adalah tipe orang yang bersemangat dan ulet, memiliki semangat, gairah, vitalitas dan penuh gairah hidup serta menyenangkan untuk dijadikan teman. Dia mudah menyesuaikan diri. Kualitas ini adalah bawaan lahir yang dimiliki semua orang. Bila kita kehilangan ciri ini, kita harus berusaha keras untuk mendapatkannya lagi.

Yang perlu dilakukan jika bersama orang yang keras hati :
  • Ingatlah, mereka tidak akan cepat atau mudah memberi respons, tetapi sekali mereka setuju, mereka akan melakukannya dengan sepenuh hati. Usahakan terus agar memberi respons.
  • Ingatlah, karena mereka sikapnya kaku, mereka tampak seolah tak memahami pandangan anda. Jangan sampai ekspresi mereka membuat anda salah sangka.
  • Bisa diandalkan kejujurannya.
Yang dapat dilakukan disekitar orang yang lebih lembut :
  • Bersiap mendengar keluhan. Namun waspadalah, mereka pandai memainkan “peran lemah” dan membuat anda mengerjakan tugas mereka. Jangan sampai mereka memperalat anda.
  • Ingatlah, mereka cenderung mundur tanpa memberitahu. Periksa ulang segala yang mereka lakukan.
  • Ingatlah bahwa mereka bisa bersikap keras bila mereka mau.
Bila anda bersama orang yang bersikap elastis dan fleksibel, nikmati sisi kepribadian ini dan juga saat-saat bersama mereka.

(lihat juga Ciri Fisik)

Baca Selengkapnya → Wajah : Keras, Lunak, atau Elastis
loading...

Kesehatan dan Gangguan Jiwa

Gangguan Jiwa
Kesehatan Jiwa : Suatu keadaan yang memungkinkan untuk terjadinya perkembangan fisik, intelektual, dan emosional individu secara optimal, sejauh perkembangan tersebut sesuai dengan perkembangan optimal individu-individu lain.

UU Pokok Kesehatan RI (1960) : Kesehatan adalah keadaan yang meliputi kesehatan badan, mental, dan sosial dan bukan hanya keadaan bebas dari penyakit, cacat, dan kelemahan.

UU No. 23 Thn. 1992 : Kesehatan adalah keadaan sejahtera dari badan, jiwa, dan sosial yang memungkinkan setiap orang hidup produktif secara sosial dan ekonomi.

Seseorang yang sehat mental (WHO) :
  1. Menyesuaikan diri secara konstruktif dengan kenyataan.
  2. Memperoleh kepuasan dalam usaha atau perjuangan hidup.
  3. Lebih puas memberi daripada menerima.
  4. Bebas dari kecemasan atau ketegangan.
  5. Berhubungan dengan orang lain dengan saling tolong menolong.
  6. Menerima kekecewaan dan kegagalan sebagai pelajaran.
  7. Mengarahkan rasa bermusuhan menjadi penyelesaian yang kreatif dan konstruktif.
  8. Mempunyai rasa kasih sayang yang besar.
Gangguan Jiwa : Suatu keadaan dengan adanya gejala klinis yang bermakna, berupa sindrom pola perilaku dan pola psikologik, yang berkaitan dengan adanya distress (tidak nyaman, tidak tentram, rasa nyeri), disabilitas (tidak mampu mengerjakan pekerjaan sehari-hari), atau meningkatnya resiko kematian, kesakitan, dan disabilitas.

Gangguan Jiwa dapat dibedakan :
  • Psikotik – Organik (misal Delirium, Dementia, dll.)
  • Psikotik – Non Organik (misal Skizofrenia, Gg. Waham, Gg. Mood, dll.)
  • Non Psikotik (misal Gg. Cemas, Gg. Somatoform, Gg. Psikoseksual, Gg. Kepribadian, dll.)
Gangguan Jiwa Psikotik : Semua kondisi yang memberi indikasi terdapatnya hendaya berat dalam kemampuan daya nilai realitas, sehingga terjadi salah menilai persepsi dan pikirannya, dan salah dalam menyimpulkan dunia luar, kemudian diikuti dengan adanya waham, halusinasi, atau perilaku yang kacau.

Gangguan Jiwa Neurotik : Gangguan jiwa non psikotik yang kronis dan rekuren, yang ditandai terutama oleh kecemasan, yang dialami atau dipersepsikan secara langsung, atau diubah melalui mekanisme pertahanan/pembelaan menjadi sebuah gejala, seperti : obsesi, kompulsi, fobia, disfungsi seksual, dll.

Baca Selengkapnya → Kesehatan dan Gangguan Jiwa
loading...

Posting Terbaru